Beranda blog Halaman 19

Realisasi Penerimaan Pajak Bondowoso Diangka 40,91% , Kecamatan Klabang Tertinggi

IMG-20250408-WA0090

BONDOWOSO – Realisasi penerimaan pajak di Bondowoso, hingga Akhir Agustus 2025 masih berada di angka 40,91% .

Hal itu disampaikan Sekda Bondowoso Fathur Rozi usai memimpin rapat koordinasi (Rakor), bersama dinas dan asisten terkait serta camat se Kabupaten Bondowoso di ruang rapat Shaba Binapraja Pemkab setempat , Senin 1/09/2025.

“Pertama kita ingin menyampaikan bahwa camat bisa meningkatkan koordinasi dengan para kepala desa untuk meningkatkan realisasinya bukan meningkatkan PBN-nya ,”ungkapnya

Dikatakan bahwa rakor tersebut untuk meningkat realisasi atau capaian pajaknya tidak ada kenaikan pajak.

“Hari ini masih berada pada angka 40,91%, dari 17 miliar itu baru 7 miliar ,masih jauh dari tahun kemarin ,ya tahun kemarin itu kan realisasi akhir 76% saya menyampaikan kepada pak camat, ayo diingatkan, koordinasi bangun komunikasi dengan teman-teman kepala desa,”paparnya.

Dikatakan agar agar bisa meningkatkan realisasi capaian pajaknya bukan meningkatkan pajaknya.

“Kenapa pajak itu menjadi salah satu sumber PAD digunakan untuk pembangunan apalagi pemerintah daerah punya kewajiban juga untuk berbagi hasil PDRD 10%-nya itu kepada seluruh desa yang ada,” tegasnya.

Orang nomer satu dilingkungan ASN pemkan Bondowoso ini juga menyampaikan bahwa hasil dari apel aset yang dilaksanakan setidaknya berdampak pada pengurangan beban pembayaran pajak .

“Lumayan ,sekaligus pengurangan beban pembayaran pajak ,penghapusan kendaraan yang sudah tidak layak difungsikan tidak membebani, tidak harus bayar pajak itu kan otomatis ,”tuturnya

Ditempat yang sama Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bondowoso Dodik Siregar mengatakan bahwa realisasi pembayaran pajak tertinggi dari kecamatan Klabang ,Sumberwringin dan Tapen.

Sementara terendah dari kecamatan Jambesari Darussolah,Tlogosari dan Tamanan.

“Sumber PAD banyak diantaranya juga pajak Hotel dan restoran , kita akan terus berupaya untuk melakukan koordinasi agar kesadaran wajib pajak meningkat,”pungkasnya.

Menurut rencana pada pertengahan September akan kembali dilakukan rakor terkait realisasi pajak.

 

 

1744129950993

Peserta Nilai Ujikom Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemkab Bondowoso Objektif

IMG-20250408-WA0090

Bondowoso – Pemerintah kabupaten ( Pemkab) Bondowoso melaksanakan Uji Kompetensi (Ujikom) Eselon II Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama selama dua hari sejak 28 hingga 29 Agustus 2025 di kantor Pemkab setempat.

Dihari kedua salah satu peserta Ujikom dr.M.Imron mengatakan bahwa pelaksanaan Ujikom benar-benar fair.

” Sejauh yang saya alami sampai dengan saat ini ,tadi semua dilakukan secara objektif secara fair profesional,”tegasnya usaiemgikuti Ujikom hari ke dua di kantor Pemkab Bondowoso.

Pasalnya kata Imron objektif bersifat netral, tidak memihak,karena semua peserta yang ikut punya kesempatan yang sama ,bahkan dalam pembuatan makalah mengunakan perangkat yang disediakan panitia.

Ia mengaku mulai kemarin itu fokus pembuatan makalah,pembuatan makalah,ini kata dia ,ditujukan kepada semua peserta, yang mana judul atau temanya ada dua.

“Kepada perangkat daerah yang diinginkan atau dituju atau pada saat ini masih dipimpinya,boleh memilih salah satu,”ungkapnya.

Pada hari ini kata Imron, secara bergiliran atau bergantian dilakukan wawancara terkait dengan makalah yang sudah dibuat.

“Kita presentasikan dalam waktu yang mungkin sekitar 10 menitan paling lama setelah itu wawancara pertanyaan dari tim,”paparnya.

Dihari kedua diperdalam terkait dengan kompetensi manajerialnya, kompetensi bidangnya,atau kompetensi teknis.

“Termasuk juga menilai atau melakukan evaluasi kinerja terhadap kita semua yang sedang diuji kompetensinya,”terangnya.

Menurutnya nanti penilaian-penilaian Tim yang menentukan, direkomendasikan ke perangkat daerah yang sesuai.

Selanjutnya akan disampaikan pada bupati sebagai pejabat pembina kepegawaian atau PPK.

“Pak Bupati tentunya yang memutuskan setelah nanti juga akan dikirim ke BKN untuk proses selanjutnya,” katanya.

Pihaknya berharap mudah-mudahan dari hasil uji kompetensi ini nanti bisa menempatkan teman-teman semua itu benar-benar sesuai dengan kompetensinya.

“Artinya tidak semata-mata dari background pendidikannya, tapi juga bisa dievaluasi kinerjanya, dan lain-lain,” tuturnya.

Pria yang juga menjabat sebagai PLT Asisten I ini juga berharap “the right man on the right place, the right man on the right job”
benar-benar bisa menjadi pijakan dalam penataan birokrasi.

Selain itu keyakinan pihaknya bahwa Ujikom dilaksanakan secara
Objektif karena 4 tim penilaian memang sudah berpengalaman dan satu lagi tim penilainya adalah Sekda sebagai pimpinan tertinggi ASN di Bondowoso.

 

1744129950993

KPK Rinci Empat Sektor Rawan Korupsi di Bondowoso,Bupati Prioritaskan Pencegahan

IMG-20250408-WA0090

Bondowoso – Bupati Bondowoso
KH.Abdul Hamid Wahid berkomitmen memperbaiki tata kelola pemerintahan.

“Kami berupaya menjadikan Bondowoso sebagai daerah yang bersih, transparan,dan akuntabel. Pencegahan korupsi adalah
prioritas,” jelasnya ,Kamis 28/08/2025.

Dikatakan bahwa rekomendasi perbaikan yang harus ditindaklanjuti Pemkab Bondowoso, di antaranya perbaikan verifikasi hibah, konsolidasi PBJ, hingga probity audit untuk proyekstrategis.

Pernyataan tersebut menyusul dari kegiatan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) yang menyoroti tata kelola Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Bondowoso.

Dari hasil pendampingan dan pemantauan, lembaga antirasuah itu menemukan empat titik rawan korupsi yang dinilai perlu segera dibenahi.

Hal ini disampaikan Kepala Satuan Tugas Wilayah IlII KPK, Wahyudi dalam Rapat Koordinasi Pencegahan Korupsi bersama
Pemkab Bondowoso di Gedung MerahPutih KPK, Selasa (26/8/2025).

Sebagaimana dikutip dari laman kpk.co.id bahwa potensi kerawanan itu meliputi pengelolaan dana hibah,pelaksanaan pokok pikiran (pokir) DPRD, pengelolaan aset daerah, serta sistem pengadaan barang dan jasa (PBJ).

“Bondowoso memiliki APBD cukup besar,Rp2,162 triliun pada 2025,” kata Wahyudi,Kamis (28/8/2025).

Dengan anggaran sebesar itu,
diperlukan tata kelola yang akuntabel dan berintegritas agar benar-benar bermanfaat
bagi masyarakat.

“Apalagi pernah terjadi operasi tangkap tangan di BondowOso pada 2023, itu harus jadi alarm bersama” kata Wahyudi.

KPK merinci temuan empat sektor rawan korupsi di Bondowoso:

1. Dana Hibah-terindikasi penyalahgunaan kewenangan, proposal tidak tepat waktu
namun tetap disetujui, hingga lemahnya verifikasi penerima.

2. Pokok Pikiran DPRD -pengajuan tidak sesuai regulasi, rawan penjatahan, hingga adanya pokir lintas daerah pemilihan yang
tak tepat sasaran.

3. Aset Mangkrak-sejumlah aset daerah seperti Pasar Hewan Terpadu Curahdami, RS Paru Pancoran, dan gudang pertanian di
kecamatan tidak dimanfaatkan optimal.

4. Pengadaan Barang/Jasa -dominasi metode pengadaan langsung dan e- purchasing ditemukan bermasalah, mulai
dari anomali waktu, harga tidak standar, hingga perusahaan yang “multi talenta”mengerjakan banyak proyek.

Selain itu, laporan masyarakat terkait dugaan korupsi di Pemkab Bondowoso juga terus masuk tiap tahun, rata-rata lima aduan.

 

 

 

1744129950993

Sekda Pastikan Mutasi dari Eslon Hingga Staf Perhatikan i-Mut

IMG-20250408-WA0090

Bondowoso – Sekda Bondowoso Fathur Rozi memastikan bahwa proses mutasi pejabat eselon III hingga staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso dilakukan secara transparan, bebas biaya, dan berbasis kompetensi.

Dikatakan bahwa dalam proses akan melakukan mutasi pihaknya akan mengodok bersama Tim Penilai Kinerja (TPK) guna memastikan kapabilitas dan integritas mereka benar-benar teruji.

“Proses mutasi tidak didasarkan pada kedekatan personal dengan pimpinan, melainkan pada kemampuan dan kompetensi masing-masing ,saya selalu bertanya ,ini siapa mengapa harus ditempat ini,” ujarnya, paparnya ,Kamis28/08/2025

Ditegaskan bahwa, langkah tersebut sejalan dengan aturan terbaru Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui aplikasi Integrated Mutasi (i-Mut) yang mengawasi pelaksanaan mutasi di seluruh daerah.

“Itu artinya orang-orang yang punya kompetensi dan kapabilitas, bukan karena kedekatan. Semua kita bahas di TPK,” tegasnya.

Pihaknya juga memastikan, mutasi pejabat di Bondowoso tidak dipungut biaya apa pun.
Bahkan, ia menantang semua untuk ikut mengawasi proses mutasi.

“Kalau ada yang menemukan ada permainan uang dalam mutasi jabatan, laporkan langsung ke saya. ,” pintanya.

Lebih-lebih untuk tenaga pendidik atau guru SD pihaknya sudah mulai melakukan pembahasan bersama dinas terkait dan TPK.

“Guru-guru tidak usah kawatir ,kami tidak asal-asalan melakukan mutasi, semua melalui proses,” katanya.

Untuk saat ini, fokus dulu pada Ujikom eselon II karena jumlahnya banyak. Insyaallah dua Minggu kedepan kita sidah bisa melakukan penataan ,tinggal menunggu hasil Ujikom yang akan juga disampaikan ke BKN,”terangnya.

Menurutnya semua mutasi pasti akan memperhatikan aplikasi Integrated Mutasi (i-Mut) .Ia mengaku sejak menjadi PJ sudah memperhatikan i-Mut

1744129950993

20 Orang Esselon II Ikuti Uji Kompetensi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemkab Bondowoso

IMG-20250408-WA0090

Bondowoso – 20 Orang Esselon II mengikuti Uji Kompetensi (Ujikom) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten ( Pemkab) Bondowoso.

Sekda Bondowoso Fathur Rozi sebagai ketua panitia seleksi menyampaikan bahwa menempatkan JPT Pratama sesuai dengan kemampuan, maka mutasi rotasi akan didahului dengan Uji Kompetensi di lingkup eselon II (dua).

Dikatakan bahwa proses seleksi dan evaluasi untuk memetakan potensi, kemampuan, serta kinerja para pejabat eselon II (pejabat tinggi pratama) guna dasar penempatan pada jabatan yang tepat melalui mutasi atau rotasi.

“Uji kompetensi ini meliputi kompetensi teknis, manajerial, dan sosial kultural, serta ,pembuatan makalah yang on the spot,”jelasnya.

Dikatakan bahwa alat yang digunakan telah disiapkan panitia seperti laptop mengunakan punya panitia dan pelaksanaan Ujikom sela.dua hari.

“Ya besok dihari kedua akan memaparkan makalah yang dibuat,dan pemaparan kinerja atau gagasan inovasi dan melibatkan tim panitia seleksi dari unsur akademisi, praktisi,sesuai makalah yang dibuat hari ini,”paparnya,Kamis 28/08/2025

Menurut Sekda makalah yang dibuat boleh terkait dinas yng ingin dituju tau dinas yang saat ini sedang dipimpinnya.

Pihaknya menjamin bahwa Uji kompetensi kali ini bukan hanya formalitas persyaratan namun nantinya benar-benar akan dinilai dan hasilnya akan disampaikan ke BKN.

Kendati demikian tidak serta merta menghilangkan hak prerogratif bupati.

“Tetap bupati punya hak mengusulkan,”tegasnya.

Pada hari pertama pelaksanaan uji kompetensi diikuti oleh Pejabat JPT Pratama terdiri dari :

1.dr.M.Imron Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM

2.Abdurahman Asisten II

3.Dr.Hari Cahyono Asisten III

4.Taufan Restuanto Staf Ahli Bidang perekonomian , pembangunan dan keuangan .

5.Mahfud Junedi Kepala BKPSDM

6.Anizatul Hamidah Kepala Dinsos P3AKB

7.Haeriah Yuliati Kepala Dinas Pendidikan

8.Agung Tri Handono Kepala Dispenduk

9.Aris Agung Sungkowo Kepala DLH

10. Nunung Styaningsih Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu
( DPMPTSP ) dan Tenaga Kerja

11. Mulyadi Kepala Disparbudpora

12. Hendri Widotono Kepala DPKP

13. Sigit Purnomo Kalaksa BPBD

14.Gozal Rawan Kepala Diskominfo

15. Dodik Siregar Kepala Bapenda

16. Ahmad Kepala Inspektorat

17.dr Yus Priatna Direktur RSUD dr Koesnadi

18.Solikin Sekretaris DPRD

19.Dadan Kurniawan Kepala Dinas Perkim Ciptaru

20.Slamet Yantoko Kepala Satpol PP

1744129950993

Bupati Kukuhkan Perpanjangan Masa Jabatan 17 Kepala Desa se – Bondowoso

IMG-20250408-WA0090

Bondowoso – Bupati KH.Abdul Hamid Wahid mengukuhkan Perpanjangan Masa Jabatan 17 Kepala Desa (Kades) se-Bondowoso,Kamis 28/08/2025 di Pendopo Bagus Asra Kironggo.

Prosesi pengukuhan tersebut langsung dipimpin Bupati ,Ia mengatakan , momentum ini menjadi titik awal dalam perjalanan pemerintahan desa.

Menurutnya,bahwa pengukuhan ini merupakan tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Selain itu ,juga diperkuat dengan putusan Mahkamah Konstitusi, rekomendasi DPR RI, serta laporan Ombudsman RI.

“Dengan dasar hukum tersebut, kepala desa yang sebelumnya telah berakhir masa jabatannya kini kembali dikukuhkan,” jelasnya saat dikonfirmasi.

Dikatakan bahwa ,pengukuhan ini tidak semata-mata soal perpanjangan masa jabatan, tetapi lebih pada perpanjangan amanah.

” Kepala desa adalah wajah pemerintahan yang paling dekat dengan rakyat; tempat harapan dititipkan, tempat keluh kesah disampaikan, dan teladan yang memberi arah bagi kehidupan masyarakat desa,”paparnya.

Karena itu,menurut Bupati , jabatan kepala desa adalah jabatan yang sangat mulia, tetapi sekaligus berat.

Ia juga mengajak para kepala desa untuk menjadikan momentum tersebut sebagai tekad baru dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.

Tak lupa ditekankan pentingnya pelayanan yang lebih baik, transparansi dalam tata kelola desa, serta kepemimpinan yang merangkul seluruh elemen masyarakat.

“Saya yakin, dengan pengalaman dan komitmen yang dimiliki, Bapak/Ibu semua akan mampu menjalankan kembali tugas mulia ini dengan lebih baik dan lebih bermanfaat bagi masyarakat,” terangnya.

Adapun daftar kepala desa yang masa jabatannya habis dan dikukuhkan kembali diantaranya adalah Kades Gayam Kecamatan Botolinggo, Kades GayamIor Kecamatan Botolinggo; Kades Penang Kecamatan Botolinggo; Kades Cindogo Kecamatan Tapen; Kades Mrawan Kecamatan Tapen; Kades Ardisaeng Kecamatan Pakem; Kades Patemon Kecamatan Pakem; Kades Tegal Pasir Kecamatan Jambesari Darussholah; Kades Mangli Kecamatan Pujer; Kades Sukowono Kecamatan Pujer; Kades Sumbersuko Curahdami; Kades Locare Curahdami; Kades Jatisari Wringin; Kades Banyuwulu Wringin; Kades Sumberkalong Wonosari; Kades Pecalongan Sukosari; dan Kades Kerang Kecamatan Sukosari.

 

1744129950993

Sandi Iqromah Aulia Mochtar Berangkatkan Tim Sepak Bola Putri Megaloman Ini Pesanya

IMG-20250408-WA0090

Bondowoso – Anggota Komisi II Sandi Iqromah Aulia Mochtar memberangkatkan kontingen sepak bola putri Megaloman Koncer Bondowoso ,Senin 25/08/2025.

Ia mengatakan bahwa sangat terharu melihat persiapan para atlit sepak bola putri dan semangat para pelatih ditengah keterbatasan.

“Saya merasa terharu karena biasanya sepak bola identik dengan kaum laki-laki ,tapi sepak bola putri Megaloman ini luar biasa sudah berani bertanding di Pasuruan dan Banyuwangi ,bahkan memperoleh kemenangan , semoga kali ini ke Kediri juga akan pulang membawa kemenangan ,”harapnya.

Dikatakan bahwa pihaknya tidak akan berjanji,tapi akan terus mengawal sepak bola putri saat ini masih satu-satunya di Bondowoso.

“Tolong jaga nama baik pribadi, nama baik Megaloman dan tentunya nama baik Bondowoso,”pesanya.

Sandi berharap pemain tetap menjaga kesehatan ,kekompakan dan sportivitas dalam bertanding.

“Juara,piala itu nomer sekian , tapi semangat sudah luar biasa ,bawa pulang kemenangan ,”harapnya.

Politisi muda Golkar ini juga menyampaikan terimakasih kepada orang tua Atlit ,pelatih dan atlit sepak bola putri Megaloman yang begitu semangat untuk mengikuti turnamen di Kediri.

Untuk diketahui dihari pertama tim Megaloman akan berhadapan dengan Tim sepak bola putri dari Bandung.

1744129950993

Ani Farmadiani Serahkan Tongkat Komando PAC Fatayat NU Tapen pada Samsiati

IMG-20250408-WA0090

BONDOWOSO – Ani Farmadiani menyerahkan Tongkat komanda PAC Fatayat NU Tapen pada Samsiati ,Minggu 24 /08/2025. .

Penyerahan tersebut dilakukan setelah melakukan konrensi anak cabang PAC Fatayat NU Tapen Di LPJ PP.Al Fatih Desa Mangli Wetan Kecamatan Tapen.

Ani menyampaikan bahwa ia sudah menjabat selama dua periode Sebagai Ketua Pimpinan Anak Cabang Fatayat Tapen Periode pertama Th.2014 -2019 dan Periode kedua Th.2019 – 2025.

“Visi misi Fatayat NU yang sudah dicanangkan hendaknya dilaksanakan berkelanjutan pada periode ini,” terangnya.

Terpenting kata Ani adalah kaderisasi, di mana untuk menjadi Fatayat, ruhnya Fatayat dan relnya organisasi pondasinya harus kuat di kaderisasi organisasi.

“Jadi Fatayat harus bisa memberikan kemaslahatan umat, bisa menebar kemanfaatan di seluruh masyarakat,” jelasnya.

Ia meminta kadernya untuk meningkatkan sinergi. Selain itu, ia juga mengingatkan supaya pengurus Fatayat NU tertib dalam hal administrasi.

“Saya berharap kepengurusan saat ini mampu menjalankan administrasi dengan tertib, aktif, berdaya, berkarya, serta akseleratif,” katanya saat dikonfirmasi.

“Dinamika organisasi yang beragam saya kira bukanlah alasan untuk tidak bergerak. Maka dari itu, Fatayat NU harus melakukan sinergi secara optimal,” ujarnya.

Dirinya juga menegaskan, bahwa pengembangan program-program tersebut merupakan kunci utama aktifnya roda organisasi. Tentu, hal itu harus diimbangi dengan komitmen dan kokohnya manajemen organisasi.

“Hal tersebut guna terciptanya kader-kader yang unggul dan mampu menghadapi tantangan zaman, utamanya di era resonansi digital ini,” tegasnya.

Tak cukup itu, ia mengajak kepada kader Fatayat NU agar terus meneguhkan ukhuwah nahdliyah dalam pengabdian.

“Mari kita bangun organisasi Fatayat NU yang kuat, hebat, riligius, bersinergi, dan berkarakter,” ucapnya.

Pihakmya optimis, upayanya dalam menjadikan organisasi yang unggul dan kompeten dapat direalisasikan dengan dikukuhkanya pengurus baru.

“Terakhir saya sampaikan selamat kepada pengurus yang sudah terpilih ,Kesalahan bukan untuk diperbicangkan tetapi untuk diperbaiki karena Tak Layak kita menghakimi org lain sedang diri kita sendiri banyak dosa,”pungkasnya.

 

 

 

 

1744129950993

Diiringi Doa Restu Bupati Bondowoso, Tim SSB Megaloman Siap Berlaga di Skala Nasional

IMG-20250408-WA0090

Bondowoso – Tim Sepak Bola Putri SSB Megaloman Koncer Kidul siap berlaga dikejuaraan walikota Kediri yang berskala Nasional.

Ketua tim pengawas Sandi Iqromah Aulia Mochtar Anggota Komisi III DRRD Bondowoso mengajak segenap pengurus SSB dan perwakilan pemain Megaloman menghadap bupati Bondowoso KH.Abdul Hamid Wahid.

“Terimakasih kepada Bupati Bondowoso, ditengah kesibukan yang padat masih berkenan menerima kami,”ungkap Sandi.

Pihaknya berharap agar Tim sepak bola putri Megaloman ini bisa diakui oleh Bondowoso mengingat sepak bola perempuan satu-satunya saat ini.

Pihaknya tak menampik bahwa keberadaan sepak bola perempuan di Bondowoso memang belum begitu dikenal.

“Kehadiran kami disini meminta doa restu bupati karena mereka akan berangkat ke Kediri ,”tegasnya.

Bupati Bondowoso KH.Abdul Hamid Wahid menerima dengan senang hati di ruang Paringgitan Pendopo Raden Bagus Asra ,Minggu 24/08/2025.

Dikatan bahwa keberadaan tim putri ini menunjukkan bahwa perempuan bisa berperan dan berprestasi di dalam bidang olahraga, pemerintahan.

“Saya sangat mendukung dan memberikan apresiasi moga-moga semakin baik untuk melakukan apa pembinaan maupun apresiasi atlet ke depan,” kata orang nomor satu di Bondowoso ini.

Dikatakan harapan untuk peserta nanti ketika bertanding dengan baik dengan semangat dana sportifitas.

“Kemenangan itu bukan tujuan tetapi hasil dari proses yang baik, kita berharap bahwa olahraga dimulai dengan proses dalam sebuah aktivitas yang baik dan kemudian melahirkan dan mengeluarkan prestasi,” paparnya.

Kemenangan itu kata Bupati , penting ,namun ada yang lebih penting lagi yaitu berproses dengan baik.

“Saya doakan kita bisa mendapatkan prestasi saya titip Bondowoso ,nama Bondowoso ini sekaligus juga bagian dari ikhtiar untuk menginarkan Bondowoso di panggung regional ,provinsi , maupun dimasyarakat,”pungkasnya.

Untuk diketahui Tim Putri SSB Megaloman sempat meraih kejuaraan di kabupaten Pasuruan dan Banyuwangi.

Untuk kali pertama dalam perebutan juara wali kota Kediri nantinya tim SSB Megaloman akan berhadapan dengan Tim dari Bandung.

 

1744129950993

Gemerlap Fashion Show Festival Batik Bondowoso Bupati Bersama Istri Kenakan Batik Lumbung Sumbersari

IMG-20250408-WA0090

BONDOWOSO – Bupati Bondowoso KH.Abdul Hamid Wahid bersama istri Khodijatul Qodriyah turut serta memeriahkan Fashion Show Festival Batik Bondowoso di depan Pendopo Raden Bagus Asra ,Senin 23/08/2025.

Motif-motif batik yang dihasilkan oleh masyarakat Bondowoso memiliki ciri khas yang berbeda dari batik di kota lain.Para seniman batik Bondowoso terinspirasi dari bentuk daun singkong dan daun tembakau.

Seperti yang dikenakan Bupati Bondowoso bersama istri adalah batik Lumbung Sumbersari, Kecamatan Maesan Bondowoso.

Motif senada yang dikenakan terlihat nyaman dipakai ,tak ayal Bupati bersama istripun santai melangkah di Catwalk, menikmati gemerlap Fashion Show Festival Batik Bondowoso.

Bupati mengatakan ,dalam rangka penyelenggaraan festival batik Bondowoso 2025 atas nama pemerintah daerah menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berperan dan berpartisipasi dalam terselenggaranya kegiatan festival batik Bondowoso .

“Bukan hanya sebuah perhelatan seni dan budaya tapi juga sekaligus momentum penting dalam mengangkat potensi ekonomi kreatif di mana kita tahu fashion termasuk bagian dari ekonomi kreatif dan sekaligus memperkuat kecintaan kita terhadap batik sebagai warisan budaya bangsa,”paparnya.

Diharpakan festival batik 2025 bisa meneguhkan kembali rasa bangga terhadap produk dalam negeri khususnya batik Bondowoso yang memiliki ciri khas keunikan dan nilai seni yang tinggi.

“Semoga mampu menumbuhkan inspirasi menggali kreatifitas serta mendorong pengembangan seni budaya nusantara yang pada akhirnya juga mendukung sektor pariwisata dan meningkatkan perekonomian masyarakat ,”harapnya.

Lebih-lebih bupati berharap festival batik Bondowoso 2025 diharapkan dapat menarik minat wisatawan domestik maupun internasional dan investor .

“Semoga bisa menciptakan peluang kerja sama ,memperluas jajaran pemasaran serta menghadirkan iklim ekonomi yang kondusif,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini jadikan batik sebagai simbol percintaan kebanggaan terhadap identitas bangsa.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus mencintai dan melestarikan batik sekaligus memberikan dukungan nyata kepada para pengrajin para pelaku usaha agar batik Bondowoso semakin dikenal dan diakui secara luas,” harapnya.

Ditempat yang sama Mulyadi ,Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan berkaitan dengan HUT ke 80 RI juga hari jadi Bondowoso yang ke 206 dan juga mendukung event provinsi yaitu even Dewi Cemara yang kebetulan memang berlangsung pada tanggal 22 sampai 24.

” Semua kita jadikan satu rangkaian dalam rangka memeriahkan ketiga agenda kenegaraan tersebut yang tidak kalah pentingnya pada hari, ini yang pertama kita juga bisa membuat tersenyum para pengrajin batik dan bahkan pesan dari teman-teman pengrajin batik kalau bisa dilaksanakan setiap bulan,” paparnya.

Uang kedua kata Mulyadi, juga bisa meningkatkan ekonomi khususnya UMKM karena pada kegiatan ini kita menyerahkan UMKM binaan kurang lebih sekitar 300 yang berada di dalam alun-alun ditambah di luar alun-alun kanan kiri sebelah barat dan sebelah timur kurang lebih juga 200 jadi secara keseluruhan ada 500 UMKM.

 

1744129950993
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts

error: Content is protected !! silahkan di menghubungi admin jika ingin copy conten ini ... terima kasih