Beranda blog Halaman 16

Disdik Bondowoso Gelar “Pagi Ceria” Awali Semester Genap 2025–2026

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso menggelar kegiatan Pagi Ceria secara serentak di seluruh satuan pendidikan pada awal semester genap tahun pelajaran 2025–2026, Senin (5/1/2026).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto, mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 2 Tahun 2026 tentang pelaksanaan Pagi Ceria dan upacara bendera pada hari pertama semester genap.

“Seluruh satuan pendidikan, baik jenjang SD maupun SMP di Kabupaten Bondowoso, melaksanakan kegiatan Pagi Ceria secara bersama-sama mulai pukul 07.00 WIB,” ujar Taufan.

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan diawali dengan senam Anak Indonesia Hebat, dilanjutkan dengan upacara bendera, doa bersama, serta menyanyikan lagu Hari Baru.

FB_IMG_1773966750014

Setelah itu, para siswa masuk ke kelas masing-masing untuk mengikuti kegiatan refleksi diri yang dipimpin oleh wali kelas.

Menurut Taufan, refleksi diri menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Melalui refleksi, siswa diajak untuk memikirkan dan menyampaikan harapan serta target yang ingin dicapai selama semester genap ini.

“Kegiatan refleksi diri bertujuan menumbuhkan kesadaran dan motivasi belajar siswa sejak awal semester, agar mereka memiliki tujuan yang jelas dan semangat baru dalam mengikuti proses pembelajaran,” katanya.

Dinas Pendidikan Bondowoso berharap melalui kegiatan Pagi Ceria ini, suasana awal semester dapat berlangsung lebih positif, menyenangkan, dan membangun karakter peserta didik sesuai dengan semangat Merdeka Belajar.

images (15)

Muhasabah Akhir Tahun, Bupati Bondowoso Paparkan Capaian Pembangunan dan Optimisme Sambut 2026

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso menggelar Muhasabah Akhir Tahun 2025 dalam suasana khidmat dan penuh keberkahan sebagai refleksi bersama menyambut Tahun Baru 2026.

Kegiatan tersebut menjadi momentum evaluasi kinerja pemerintahan sekaligus ajakan memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun Bondowoso yang lebih maju.

Bupati Bondowoso KH.Abdul Hamid Wahid menyampaikan rasa syukur ke hadirat Allah SWT serta apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat, Forkopimda, perangkat daerah, instansi, lembaga, dan seluruh pemangku kepentingan yang telah berkontribusi dalam pembangunan daerah selama hampir satu tahun terakhir.

Bupati menyampaikan bahwa sejak dilantik bersama Wakil Bupati pada 20 Februari 2025, Pemerintah Kabupaten Bondowoso langsung melakukan percepatan pembangunan sejalan dengan visi pembangunan daerah 2025–2030, yakni “Mewujudkan Bondowoso Tangguh, Unggul, Berdaya Saing Global, dan Berbudaya dalam Bingkai Keimanan dan Ketakwaan.”

“Fokus kami adalah memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, pembangunan infrastruktur, pendidikan, serta layanan publik yang inklusif, sekaligus mendorong ekonomi lokal melalui sektor pertanian, industri kreatif, dan pariwisata berbasis kearifan lokal,” ujarnya.

Dalam upaya percepatan pembangunan, Pemkab Bondowoso merumuskan 50 Program Unggulan. Hingga akhir 2025, lebih dari 30 program telah terealisasi. Di antaranya Program RANTAS (Infrastruktur Jalan Tuntas) di lebih dari 200 titik, Bondowoso Menyala, pupuk gratis bagi 4.366 petani tembakau, serta ASTANI (Asuransi Tani) yang menjangkau 592 petani dengan luas lahan 245 hektare.

Selain itu, terdapat Program 1 Desa 1 Klinik Pertanian, DIGISATA (Digitalisasi Situs Pariwisata), BIROKRASI Merdeka, serta Program Permata (Perempuan Mandiri Tangguh) untuk peningkatan kapasitas dan keterampilan perempuan.

Di bidang pelayanan dasar, pemerintah memastikan akses Jaminan Kesehatan Gratis melalui program UHC, pemberian Beasiswa Bondowoso Unggul kepada 291 mahasiswa, pengoperasian Mall Pelayanan Publik melalui program SATU PADU, serta layanan kesehatan ternak gratis bagi 600 ekor sapi.

FB_IMG_1773966750014

Sejumlah bantuan sosial dan keagamaan juga telah disalurkan, antara lain BISARAH untuk hafidz Al-Qur’an, BPJS Ketenagakerjaan gratis bagi 23.000 buruh tani, bantuan guru ngaji, buruh pabrik, bantuan alat pertanian (BELATI), listrik gratis bagi sekitar 3.000 kepala keluarga, rehabilitasi rumah tidak layak huni, BOSDA Madin selama 12 bulan, serta layanan isbat nikah gratis melalui program BUPATI MANTU.

Pemkab juga menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi untuk optimalisasi inovasi dan penguatan tridharma.

Bupati menegaskan bahwa berbagai program tersebut turut mendorong raihan lebih dari 75 penghargaan di tingkat regional maupun nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Bondowoso pada Triwulan III 2025 mencapai 6,46 persen, tertinggi se-Tapal Kuda dan peringkat kedua di Jawa Timur.

Angka kemiskinan turun menjadi 12,20 persen, Tingkat Pengangguran Terbuka menurun dari 3,63 persen menjadi 2,55 persen, prevalensi stunting turun dari 17 persen menjadi 11,2 persen, serta angka dispensasi kawin anak turun 48 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Capaian ini patut disyukuri, namun tidak boleh membuat kita terlena. Kami akan terus berpacu mengejar ketertinggalan dengan tetap mengedepankan kolaborasi dan partisipasi masyarakat,” tegasnya.

Di tengah keterbatasan akibat kebijakan efisiensi anggaran nasional, Bupati optimistis Bondowoso dapat terus bergerak maju dengan dukungan seluruh elemen masyarakat.

Melalui slogan Berkah, Berkualitas, Akseleratif, dan Holistik, ia mengajak masyarakat untuk bermuhasabah, memperkuat semangat, dan bersama-sama membangun Bondowoso.

Kegiatan muhasabah ditutup dengan doa bersama dan ucapan selamat menyambut Tahun Baru 2026, dengan harapan Bondowoso senantiasa diberkahi, sehat, dan semakin berkemajuan.

images (15)

Staf Ahli Jadi Jabatan Favorit dalam Seleksi JPTP Bondowoso, 25 Peserta Mendaftar

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso, Fathur Rozi, mengungkapkan bahwa jabatan staf ahli menjadi salah satu formasi paling diminati dalam seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemkab Bondowoso.

Menurut Fathur Rozi, sebanyak 25 orang peserta mendaftar untuk formasi staf ahli. Dari jumlah tersebut, nantinya akan ditetapkan tiga besar terbaik sesuai hasil penilaian panitia seleksi.

“Untuk penetapan tiga besar, tidak ada bocoran apa pun. Secara umum, teman-teman yang mengikuti seleksi ini nilainya rata-rata baik, bahkan ada yang sangat baik,” ujar Fathur Rozi, Selasa (30/12/2025).

Ia menegaskan, seluruh proses seleksi dilakukan secara objektif dan profesional. Dari total 11 formasi jabatan JPTP yang dibuka, Sekda optimistis semuanya akan terisi.

“Insyaallah, 11 formasi jabatan ini akan terisi semua dan kita betul-betul objektif dalam melakukan penilaian,” tegasnya.

Fathur Rozi juga menyebutkan, salah satu formasi yang cukup diminati adalah jabatan Sekretaris DPRD Kabupaten Bondowoso. Formasi tersebut diikuti oleh 17 peserta. Selain itu, beberapa formasi lain juga diminati dengan jumlah pendaftar bervariasi.

FB_IMG_1773966750014

“Pada prinsipnya, silakan bagi teman-teman yang memenuhi syarat dan memiliki passion sesuai dengan kompetensi dan kualifikasinya untuk mengikuti seleksi ini,” katanya.

Lebih lanjut, Fathur Rozi menjelaskan bahwa jabatan staf ahli kerap dipersepsikan sebagai zona nyaman. Namun menurutnya, anggapan tersebut kurang tepat karena staf ahli justru memegang peran yang sangat strategis.

“Staf ahli itu jabatan yang sangat strategis karena membantu bupati dengan memberikan analisa, kajian, dan masukan berdasarkan kondisi masyarakat serta isu-isu strategis yang berkembang,” jelasnya.

Ia menambahkan, strategis atau tidaknya sebuah jabatan tidak ditentukan oleh besar kecilnya anggaran, melainkan oleh sejauh mana peran jabatan tersebut dalam pembangunan daerah.

“Kalau masukannya objektif dan valid, itu akan digunakan oleh Bupati dalam mengambil keputusan-keputusan strategis. Jadi sebenarnya jabatan staf ahli ini sangat strategis dalam membangun Kabupaten Bondowoso,” pungkasnya.

images (15)

Kemiskinan di Bondowoso Masih 12,2 Persen, Sekda Tekankan Strategi Terpadu Tahun 2026

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso, Fathur Rozi, menyatakan angka kemiskinan di Bondowoso masih tergolong cukup tinggi, yakni sebesar 12,2 persen pada tahun 2025.

Jika dibulatkan, jumlah tersebut setara dengan sekitar 90.000 jiwa yang masuk dalam kategori miskin, khususnya pada desil 1 hingga desil 5.
Menurut Fathur Rozi, kondisi tersebut menuntut adanya langkah-langkah strategis dan terukur untuk menekan angka kemiskinan secara berkelanjutan.

Ia menegaskan, pengentasan kemiskinan menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Kabupaten Bondowoso pada tahun 2026.
“Angka kemiskinan kita masih 12,2 persen atau kurang lebih sekitar 90.000 jiwa. Ini tentu membutuhkan langkah-langkah strategis melalui berbagai program yang jelas dan terarah,” ujar Fathur Rozi.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah telah merumuskan tiga strategi utama dalam upaya pengentasan kemiskinan. Strategi pertama adalah pengurangan beban pengeluaran masyarakat, yang diwujudkan melalui pemberian bantuan sosial, jaminan sosial, serta perlindungan sosial lainnya.

FB_IMG_1773966750014

Strategi kedua adalah peningkatan pendapatan masyarakat, melalui berbagai kegiatan pemberdayaan ekonomi, peningkatan keterampilan, serta dukungan terhadap usaha masyarakat. Sementara strategi ketiga adalah penurunan kantong-kantong kemiskinan, yang dilakukan melalui pembangunan infrastruktur pendukung seperti konektivitas jaringan, pembangunan jembatan, dan sarana dasar lainnya.

“Dari tiga strategi itu, kemudian kita petakan perangkat daerah mana berbuat apa, dengan langkah dan strategi yang jelas. Ini sesuai arahan Bupati, bahwa pada tahun 2026 angka kemiskinan wajib diturunkan,” tegasnya.
Fathur Rozi juga mengungkapkan, meski penurunan angka kemiskinan dari 12,60 persen pada tahun sebelumnya menjadi 12,20 persen pada tahun 2025 telah menunjukkan tren positif, namun penurunannya masih belum signifikan.

“Memang ada penurunan, tapi belum terlalu besar. Salah satu penyebab utamanya adalah pengurangan anggaran, yang berdampak langsung pada tiga strategi tadi, baik pengurangan beban pengeluaran, peningkatan pendapatan, maupun penurunan kantong-kantong kemiskinan,” jelasnya.

Meski demikian, Pemkab Bondowoso tetap optimistis melalui sinergi lintas perangkat daerah dan perencanaan yang lebih terarah, upaya pengentasan kemiskinan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

images (15)

Pernak-Pernik Jelang Penyerahan SK PPPK Paruh Waktu , Seragam KORPRI ASN Pemkab Bondowoso Raib

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Menjelang upacara penyerahan Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu, sebuah peristiwa unik dialami salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso.

ASN berinisial TY mengaku kebingungan ketika mendapati seragam KORPRI miliknya tidak berada di tempat jemuran.

Padahal, seragam tersebut telah dipersiapkan khusus untuk upacara penyerahan SK PPPK Paruh Waktu.

“Sabtu itu saya cuci dan jemur karena Senin akan saya gunakan untuk upacara penyerahan SK PPPK Paruh Waktu. Tapi saat hendak diambil, seragam KORPRI yang dijemur sudah tidak ada, tinggal hangernya saja,” ujar TY sambil tertawa, Selasa (30/12/2025).

FB_IMG_1773966750014

Menurutnya tidak ada satu benda lainpun yang hilang selain seragam KORPRI.

Ia menjelaskan, seragam KORPRI tersebut masih tergolong baru dan dibeli dengan harga sekitar Rp365 ribu. Karena tidak ditemukan, TY terpaksa mencari alternatif lain dengan membongkar tumpukan pakaian lama.

“Ya akhirnya saya pakai seragam lama yang sudah lama tidak saya gunakan,” tuturnya.

Meski sempat membuat panik, peristiwa tersebut disikapi TY dengan santai dan menjadi cerita ringan di tengah kesibukan ASN menjelang momen penting penyerahan SK PPPK Paruh Waktu di Kabupaten Bondowoso.

images (15)

Pemkab Bondowoso Perkuat Layanan Darurat, Sepuluh Puskesmas Terima Ambulans Baru

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Kali ini, Pemkab menyalurkan 10 unit ambulans baru ke sejumlah puskesmas guna mempercepat penanganan pasien, khususnya dalam kondisi kegawatdaruratan.

Penyerahan armada kesehatan tersebut berlangsung di Pendopo Ki Ronggo Bagus Asra, Senin (29/12/2025).

Bupati Bondowoso, KH. Abdul Hamid Wahid, secara langsung menyerahkan simbolis kunci ambulans kepada perwakilan tenaga kesehatan puskesmas penerima.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, dr. Arief Sudibyo, menjelaskan bahwa pengadaan ambulans ini menjadi solusi atas keterbatasan armada yang selama ini kerap memengaruhi kecepatan layanan.

“Dengan tambahan ini, puskesmas tidak lagi bergantung pada satu kendaraan. Ketika satu unit digunakan untuk rujukan pasien, unit lainnya tetap siap melayani kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

FB_IMG_1773966750014

Ia menambahkan, ambulans yang disalurkan juga menggantikan kendaraan operasional lama yang dinilai sudah kurang optimal dan rawan mengalami gangguan teknis.

“Peremajaan armada sangat penting agar pelayanan kesehatan berjalan lancar dan aman, terutama pada situasi darurat yang membutuhkan respons cepat,” ujarnya.

Seluruh ambulans dilengkapi fasilitas medis standar dan akan difungsikan sebagai kendaraan rujukan pasien serta mendukung pelayanan kesehatan keliling di wilayah kerja masing-masing puskesmas.

Sepuluh puskesmas yang menerima bantuan ambulans tersebut yakni Puskesmas Tapen, Kademangan, Sukosari, Nangkaan, Pakem, Binakal, Pujer, Grujugan, Taman Krocok, dan Tlogosari.
Pengadaan ambulans dibiayai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) Dana Alokasi Umum (DAU), serta DAU Kesehatan.

Melalui penambahan armada ini, Pemkab Bondowoso menargetkan layanan kesehatan semakin sigap, merata, dan mampu menjangkau masyarakat hingga ke wilayah terpencil saat dibutuhkan.

images (15)

Bupati Bondowoso Launching Beras Sintanur Wangi Lembah Raung Berstatus Indikasi Geografis

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Bupati Bondowoso KH. Abdul Hamid Wahid secara resmi melaunching Beras Sintanur Wangi Lembah Raung Bondowoso yang telah memperoleh status Indikasi Geografis (IG).

Peluncuran tersebut menandai pengakuan negara atas keunikan kualitas dan reputasi beras unggulan khas Bondowoso yang lahir dari kondisi alam serta kearifan lokal masyarakat Lembah Raung.

Bupati Abdul Hamid Wahid menyampaikan bahwa indikasi geografis merupakan bentuk perlindungan negara terhadap produk yang memiliki karakteristik khas dan tidak dimiliki daerah lain. Diraihnya status IG oleh Beras Sintanur Wangi Lembah Raung menegaskan bahwa sektor pertanian Bondowoso memiliki nilai strategis serta daya saing tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Beras Sintanur Wangi Lembah Raung memiliki kualitas unggul dengan aroma dan cita rasa khas. Keunggulan ini dihasilkan dari kesuburan alam Lembah Raung serta keahlian petani yang diwariskan secara turun-temurun. Perlindungan indikasi geografis memastikan mutu dan keaslian produk tetap terjaga sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar,” ujar Bupati.

Bupati juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para petani Sintanur, pengurus dan anggota Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG), serta seluruh pihak yang telah bersinergi hingga terwujudnya pengakuan IG tersebut. Ia juga mengapresiasi PT Samodra Indo Pangan atas komitmennya dalam mendukung hilirisasi dan pemasaran Beras Sintanur Wangi Lembah Raung di tingkat nasional dan internasional.

“Pemerintah Kabupaten Bondowoso memandang pencapaian ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah pertanian, kesejahteraan petani, memperluas akses pasar, serta memperkuat identitas daerah berbasis potensi lokal. Ke depan, kami berkomitmen mendukung pengembangan produk unggulan ini secara berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Bondowoso, Mulyadi, menjelaskan bahwa saat ini luas areal tanam padi Sintanur Wangi Lembah Raung mencapai sekitar 2.000 hektare dengan jumlah petani sebanyak 494 orang.

FB_IMG_1773966750014

Luasan tersebut terus mengalami peningkatan signifikan dari tahun ke tahun berkat kerja sama dengan PT Samodra Indo Pangan dalam penyerapan hasil panen.

“Beras Sintanur Wangi memiliki pangsa pasar khusus, yaitu kelas menengah ke atas, sehingga tidak semua penggilingan beras dapat menampungnya. Alhamdulillah, produk ini sudah diterima pasar, salah satunya melalui jaringan ritel modern Indomaret di dua provinsi,” jelas Mulyadi.

Ia menambahkan, sertifikat Indikasi Geografis Beras Sintanur Wangi Lembah Raung telah disahkan melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. Namun demikian, sektor pertanian Bondowoso masih membutuhkan dukungan, khususnya terkait perluasan areal tanam dan penguatan infrastruktur irigasi guna meningkatkan produksi padi secara keseluruhan.

“Hari ini juga dilakukan launching merek Beras Sintanur Wangi. Alhamdulillah, ini menjadi salah satu produk beras di Indonesia yang berhasil memperoleh pengakuan Indikasi Geografis. Kami berharap adanya arahan dan dukungan Bapak Bupati agar pembinaan kelompok tani dapat terus dilakukan sehingga produksi dan luasan tanam dapat ditingkatkan secara konsisten,” imbuhnya.

Direktur PT Samodra Indo Pangan menyampaikan bahwa potensi pertanian Bondowoso telah dibuktikan melalui kolaborasi antara MPIG Beras Sintanur Wangi Lembah Raung, DPKP Bondowoso, dan berbagai pihak terkait. Sertifikat IG secara resmi diserahkan pada Maret lalu oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual kepada Pemerintah Kabupaten Bondowoso.

“Beras Sintanur Wangi berasal dari varietas padi yang telah lama dibudidayakan di Bondowoso, didukung agroklimat dan irigasi yang tersedia sepanjang musim. Produk ini memiliki mutu tinggi, baik dari tampilan visual maupun rasa, dengan ciri khas aroma pandan, kandungan protein tinggi, dan kadar amilosa rendah,” jelasnya.

Melalui launching ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat menjaga mutu produk secara konsisten, memperkuat sinergi, serta menjadikan Indikasi Geografis sebagai perlindungan produk sekaligus peluang ekonomi nyata bagi masyarakat Bondowoso.

images (15)

Simbolis Bupati Bondowoso Serahkan 4.502 Petikan SK Pengangkatan PPPK Paruh Waktu Formasi

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Bupati Bondowoso KH. Abdul Hamid Wahid secara resmi menyerahkan petikan Surat Keputusan (SK) Bupati tentang pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu Formasi Tahun 2025

Penyerahan secara simbolis tersebut dilaksanakan dalam sebuah apel yang berlangsung khidmat di lingkungan

Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada para PPPK paruh waktu yang terdiri dari guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis yang telah resmi diangkat dan bergabung sebagai bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Bondowoso.

“Momentum ini tentu menjadi hari yang membahagiakan. Setelah melalui proses yang panjang dan tidak mudah, hari ini Bapak dan Ibu resmi menjadi keluarga besar ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Kita patut bersyukur atas capaian ini,” ujar Bupati, Senin 29/12/2025.

Bupati menjelaskan, pengangkatan PPPK paruh waktu merupakan bagian dari kebijakan transisi pemerintah dalam rangka penataan dan penyelesaian tenaga non-ASN secara bertahap, sebagaimana amanat peraturan perundang-undangan.

Kebijakan tersebut bertujuan memberikan kepastian status kerja, menjaga kesinambungan pelayanan publik, serta tetap mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.

Meski telah resmi diangkat, Bupati menegaskan bahwa perpanjangan perjanjian kerja PPPK paruh waktu tidak bersifat otomatis.

Perpanjangan akan ditentukan berdasarkan penilaian kinerja, kedisiplinan, dan integritas dalam melaksanakan tugas.

“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh PPPK paruh waktu untuk bekerja dengan sungguh-sungguh, meningkatkan kompetensi, serta menunjukkan etos kerja dan tanggung jawab sebagai aparatur negara dan pelayan masyarakat. Kinerja hari ini akan menentukan masa depan saudara,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga memberikan penegasan kepada seluruh kepala perangkat daerah agar patuh dan tunduk sepenuhnya pada ketentuan peraturan perundang-undangan, khususnya Undang-Undang ASN yang secara tegas melarang pengangkatan tenaga honorer atau non-ASN dengan sebutan apa pun.

FB_IMG_1773966750014

“Pengelolaan kepegawaian ke depan harus dilakukan secara profesional, transparan, akuntabel, dan berbasis sistem, bukan berdasarkan kebiasaan lama yang tidak sesuai dengan hukum,” katanya.

Bupati KH. Abdul Hamid Wahid berpesan kepada para PPPK paruh waktu agar tidak putus asa. Status yang diperoleh saat ini merupakan bagian dari proses, bukan akhir dari perjuangan. Ia mendorong para PPPK yang memenuhi syarat untuk mengikuti seleksi CPNS atau PPPK jalur normal secara terbuka dan adil.

“Teruslah belajar, tingkatkan kemampuan, jaga integritas, dan buktikan bahwa saudara layak menjadi bagian dari aparatur negara yang profesional. Pemerintah Kabupaten Bondowoso mendukung penuh peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur,” tegasnya.

Sementara itu dalam laporanya PLT Kepala PLT BKPSDM Bondowoso Anizatul Hamidah menyampaikan
Peserta Kegiatan pada hari ini adalah seluruh PPPK Formasi 2025 dengan jumlah total 4.502 orang yang terdiri dari Jabatan Teknis :
Penata Layanan Operasional : 715 orang.

“Pengelola Layanan Operasional 72 orang dan Oprator Layanan Operasional : 2.387 orang,’paparnya.

“Sedangkan Pengelola Umum Operasional 134 orang
Total Jabatan Teknis 3.308 orang
Jabatan Tenaga Kesehatan 546 orang dan Jabatan Guru 648 orang,” paparnya.

Menurutnya, Bupati mengambil keputusan yang tidak ringan, namun sangat berarti. Keputusan ini bukan hanya memberikan status, tetapi juga memulihkan harapan, meneguhkan martabat, dan menghadirkan rasa aman bagi ribuan tenaga honorer beserta keluarganya.

“Kami juga mengucapkan terimakasih Kepada Bapak Ketua DPRD Kabupaten Bondowoso, dimana dalam proses pengambilan keputusan tentang kepegawaian senantiasa memberikan masukan dan arahan, bahkan memberikan pendampingan pada saat kami berkonsultasi kepada BKN dan Kemenpan RB,” imbuh ya.

Pihaknya berharap kebijakan ini menjadi amal kebajikan yang bernilai ibadah, menjadi catatan pengabdian yang baik, dan menjadi bukti bahwa pemerintahan hadir tidak hanya melalui aturan, tetapi juga melalui empati dan keberpihakan.

“Selanjutnya mari kita terus bersemangat untuk menyongsong masa depan, memberikan karya dan kulitas kinerja terbaik untuk pelayanan masyarakat menuju Bondowoso Berkah,’ pungkasnya.

images (15)

SDN Pakisan 5 Tlogosari Ukir Prestasi, Wakili Bondowoso Raih Penghargaan Adiwiyata Jatim 2025

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – SDN Pakisan 5, Kecamatan Tlogosari, mengharumkan nama Kabupaten Bondowoso setelah menjadi satu-satunya sekolah dasar dari daerah tersebut yang menerima Penghargaan Sekolah Adiwiyata Provinsi Jawa Timur Tahun 2025.

Sekolah yang dinakhodai oleh Suhartono menerima penghargaan dalam acara Penganugerahan Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur yang digelar pada Rabu (24/12/2025).

Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada satuan pendidikan yang dinilai berhasil menerapkan prinsip pelestarian lingkungan hidup secara berkelanjutan.

Kepala SDN Pakisan 5 melalui Ketua Tim Adiwiyata Bondowoso, Nur Fawaidul Ihsan, menjelaskan bahwa penghargaan Adiwiyata diberikan kepada sekolah-sekolah yang mampu mengintegrasikan kepedulian lingkungan dalam tata kelola sekolah, proses pembelajaran, serta budaya keseharian warga sekolah.

“Penghargaan Adiwiyata ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen sekolah. Komitmen bersama menjadi kunci utama dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, hijau, dan nyaman,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (27/12/2025).

FB_IMG_1773966750014

Ia menambahkan, capaian tersebut tidak lepas dari peran aktif para guru, siswa, tenaga kependidikan, serta dukungan orang tua dan masyarakat sekitar yang bersama-sama menumbuhkan dan membudayakan kepedulian terhadap lingkungan hidup di lingkungan sekolah.

“Pada tahun 2024, sekolah kami meraih peringkat di tingkat Kabupaten Bondowoso dan kemudian mewakili ke tingkat Provinsi Jawa Timur. Alhamdulillah, berhasil meraih penghargaan,” ungkapnya.

Penganugerahan Sekolah Adiwiyata ini merupakan bagian dari rangkaian Jatim Environment Community Award 2025, yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai bentuk apresiasi kepada sekolah, komunitas, dan individu yang berkontribusi aktif dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup.

Melalui penghargaan tersebut, pihak sekolah berharap SDN Pakisan 5 dapat menjadi contoh sekaligus inspirasi bagi satuan pendidikan lain, khususnya di Bondowoso, dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan sejak dini kepada peserta didik.

images (15)

Aspirasi PPPK dan Honorer Mengalir, Golkar Bondowoso Gandeng DPR RI dan BKPSDM

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

 

Bondowoso – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Bondowoso menegaskan komitmennya membuka ruang seluas-luasnya bagi aspirasi masyarakat, khususnya tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan honorer. Komitmen tersebut diwujudkan melalui dialog aspiratif bertajuk “Tumpahkan Aspirasi PPPK dan Tenaga Honorer”.

Kegiatan yang digelar di Rumah Aspirasi Aulia Beringin Golkar Bondowoso, Jumat (26/12/2025) siang itu, menghadirkan Wakil Ketua Komisi II DPR RI Zulfikar Arse Sadikin serta Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKPSDM Bondowoso, Anisatul Hamidah, sebagai narasumber utama.

Ketua DPD Partai Golkar Bondowoso, Ady Kriesna, mengatakan dialog tersebut merupakan bagian dari komitmen Golkar menjadikan kantor DPD sebagai rumah aspirasi masyarakat Bondowoso.

“Rumah aspirasi ini kami launching pada November lalu. Ke depan, minimal dua bulan sekali kami akan menggelar forum dialog dengan menghadirkan narasumber yang kompeten. Setiap hari kami juga membuka ruang aspirasi, baik secara langsung maupun melalui media sosial,” jelas Ady Kriesna.

Menurutnya, forum dialog tidak sekadar menjadi wadah penyampaian aspirasi, tetapi juga ruang perjuangan bagi tenaga non-PNS yang hingga kini masih dihadapkan pada ketidakpastian status dan masa depan.

FB_IMG_1773966750014

Ady Kriesna juga mengapresiasi kehadiran pemerintah daerah yang bersedia duduk bersama dan mendengarkan langsung aspirasi tenaga PPPK dan honorer.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah, khususnya BKPSDM, yang berkenan hadir, mendengar, dan semoga bisa mengakomodasi aspirasi teman-teman PPPK dan honorer,” katanya.

Antusiasme peserta, lanjut Ady, melampaui perkiraan panitia. Dari estimasi awal kurang dari 50 orang, jumlah pendaftar mencapai 118 peserta, bahkan berasal dari luar daerah seperti Situbondo, Jember, dan Lumajang.

“Ini menunjukkan semangat luar biasa teman-teman non-PNS dalam memperjuangkan masa depannya,” tegasnya.

Sementara itu, kehadiran Wakil Ketua Komisi II DPR RI Zulfikar Arse Sadikin dinilai menjadi momentum penting untuk menjembatani aspirasi daerah dengan kebijakan di tingkat nasional, khususnya terkait pengelolaan aparatur sipil negara (ASN), PPPK, dan tenaga honorer.

Dialog aspiratif tersebut juga dihadiri jajaran Fraksi Partai Golkar DPRD Bondowoso serta Sekretaris BKPSDM Bondowoso, Muhammad Munir, yang mewakili Sekda Bondowoso , sebagai wujud sinergi antara legislatif, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Melalui forum ini, Partai Golkar berharap aspirasi PPPK dan tenaga honorer dapat tersampaikan secara utuh dan menjadi bahan perjuangan bersama, baik di tingkat daerah maupun pusat.(*)

images (15)
error: Content is protected !! silahkan di menghubungi admin jika ingin copy conten ini ... terima kasih