Beranda Lensa Nusantara Bidik Potensi Rp4,8 Miliar Setahun, Baznas Bondowoso Perluas Gerakan Zakat hingga Sekolah

Bidik Potensi Rp4,8 Miliar Setahun, Baznas Bondowoso Perluas Gerakan Zakat hingga Sekolah

1784696982808

BONDOWOSO – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bondowoso mulai memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penyaluran 154 paket bantuan alat usaha produktif. Di saat yang sama, penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari kalangan aparatur sipil negara (ASN) menunjukkan peningkatan signifikan, dari sebelumnya hanya Rp800 ribu menjadi Rp105 juta per bulan.

Ketua Baznas Bondowoso, KH. Ahmadi, mengatakan bantuan alat usaha tersebut disalurkan secara merata dengan melibatkan penerima manfaat dari berbagai kecamatan.

Langkah ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan dukungan modal dan sarana usaha.

Menurutnya, bantuan yang disalurkan mencakup beragam peralatan sesuai kebutuhan usaha penerima, mulai dari mesin jahit, mesin obras, peralatan pertukangan, kompresor, alat cukur, perlengkapan memasak, etalase hingga rombong untuk berjualan.

“Penyaluran alat-alat produktif ini kami upayakan seadil-adilnya. Setiap kecamatan mendapatkan alokasi agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat secara lebih merata,” ungkap KH. Ahmadi di Pendopo Bagus Asra , Selasa, 3/11/2026.

Ia berharap penghimpunan Baznas pada 2026 dan 2027 terus meningkat sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat menerima manfaat program pemberdayaan.

KH. Ahmadi juga mengingatkan para muzaki bahwa zakat dan sedekah tidak akan mengurangi harta, sebagaimana sabda Rasulullah SAW bahwa harta yang disedekahkan tidak akan berkurang, melainkan bertambah keberkahannya.

Sementara itu, peningkatan penghimpunan ZIS dari ASN menjadi salah satu perkembangan yang mendapat perhatian. Berdasarkan keterangan Bupati Bondowoso dalam sesi wawancara, penerimaan yang sebelumnya berkisar Rp800 ribu per bulan kini meningkat menjadi Rp105 juta sejak Oktober 2026.
Meski demikian, capaian tersebut masih jauh dari potensi yang dapat dihimpun.

Dengan asumsi sekitar 8.000 ASN menyisihkan Rp50 ribu setiap bulan, potensi penghimpunan diperkirakan mencapai Rp400 juta per bulan atau Rp4,8 miliar dalam setahun.

1791899701721

“Potensi kita sebenarnya bisa Rp400 juta per bulan. Kalau dikalikan 12 bulan, bisa mencapai Rp4,8 miliar. Namun, realisasinya masih jauh dari potensi tersebut,” jelasnya

Untuk mengoptimalkan penghimpunan, Baznas berencana melakukan pendekatan langsung kepada ASN yang belum menunaikan zakat, infak, dan sedekah. Upaya serupa juga akan diperluas ke tingkat desa melalui koordinasi dengan para camat dan kepala desa.

Ditegaskan gerakan tersebut tidak dilakukan dengan paksaan. Partisipasi masyarakat tetap didasarkan pada kesadaran dan keikhlasan dalam menjalankan kewajiban serta berbagi kepada sesama.

Tak hanya menyasar ASN dan perangkat desa, Baznas juga merencanakan gerakan sedekah di lingkungan sekolah, mulai dari SD hingga SMP. Program tersebut diarahkan untuk menanamkan kepedulian sosial sejak dini sekaligus mendukung pemberian beasiswa kepada siswa yang membutuhkan.

Skema yang direncanakan berupa pengumpulan sedekah secara sukarela dari lingkungan sekolah, kemudian dana yang terkumpul dikembalikan kepada masyarakat melalui program bantuan pendidikan.

Besaran beasiswa yang direncanakan mencapai Rp500 ribu untuk siswa SD dan Rp750 ribu untuk siswa SMP.
“Anak-anak juga perlu diajarkan bersedekah. Dana yang terkumpul nantinya dikembalikan lagi kepada masyarakat, salah satunya dalam bentuk beasiswa,” demikian penjelasan dalam sesi wawancara tersebut.

Adapun masyarakat yang ingin mengakses bantuan alat usaha produktif dapat mengajukan permohonan kepada Baznas. Pengajuan selanjutnya dikoordinasikan melalui camat agar distribusi bantuan lebih merata.

Persyaratan administrasi yang disampaikan meliputi KTP, kartu keluarga (KK), dan surat keterangan tidak mampu (SKTM). Program ini juga terbuka bagi perempuan kepala keluarga, termasuk janda yang dinilai membutuhkan dukungan dan memiliki potensi untuk mengembangkan usaha.

Melalui program bantuan produktif dan perluasan penghimpunan ZIS, Baznas Bondowoso diharapkan tidak hanya hadir sebagai lembaga penghimpun dana umat, tetapi juga menjadi penggerak pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.

ilustrasi-stop-pungli