BONDOWOSO – Kualitas pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Bondowoso kembali mendapat sorotan tajam dari anggota DPRD Bondowoso. Anggota Komisi III DPRD Bondowoso, H. Samsul Hadi, mengungkapkan adanya pekerjaan infrastruktur yang diduga tidak dikerjakan dengan kualitas memadai.
Bahkan, ia menyinggung temuan pekerjaan infrastruktur yang baru saja selesai diperbaiki, tetapi dalam kurun waktu sekitar satu minggu sudah kembali mengalami kerusakan.
“Kondisi tersebut menjadi persoalan serius yang tidak boleh dianggap sebagai hal biasa. Sebab, pembangunan infrastruktur yang dibiayai menggunakan anggaran daerah seharusnya mampu memberikan manfaat dalam jangka waktu yang layak, bukan justru cepat rusak setelah pekerjaan dinyatakan selesai,”tegasnya ,Selasa 3/11/2026.
Anggota Komisi III DPRD Bondowoso itu juga mengaku memiliki bukti terkait persoalan tersebut. Bukti tersebut, menurutnya, dapat menjadi bahan untuk menelusuri sekaligus mengevaluasi kualitas pelaksanaan pekerjaan infrastruktur di lapangan.
Ia menilai, persoalan kualitas pekerjaan harus menjadi perhatian serius, mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan. Jangan sampai anggaran pembangunan yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat justru terbuang akibat pekerjaan yang tidak bertahan lama.
Samsul Hadi menegaskan, evaluasi terhadap kualitas pekerjaan infrastruktur penting dilakukan agar setiap proyek benar-benar memenuhi standar teknis dan spesifikasi yang telah ditetapkan.
“Dengan demikian, penggunaan anggaran daerah tidak sekadar berorientasi pada penyelesaian proyek, tetapi juga harus menjamin mutu, ketahanan, dan manfaat pembangunan bagi masyarakat,”ungkapnya
“Pembangunan tidak cukup hanya selesai dikerjakan. Kualitas hasil pekerjaan harus bisa dipertanggungjawabkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,”pungkasnya.











