FeaturedLensa NusantaraPolitik & Pemerintahan

Berkas Bacakada ABA Dikembalikan KPU Bondowoso

Screenshot_2024-04-05-09-17-02-02_99c04817c0de5652397fc8b56c3b3817

BONDOWOSO – Berkas bakal calon kepala daerah (bacakada) perseorangan atau independen dikembalikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bondowoso .

Pengembalian bacakada independen tersebut dilakukan KPU Bondowoso pada hari terakhir pendaftaran, Minggu (12/5/2024) malam.

6728ecd88ab74cb1b023609657811a20
IMG-20240425-WA0040

Ketua Komisioner KPU Bondowoso, Junaidi, mengatakan pengembalian itu dilakukan karena paslon independen ABA tidak memenuhi syarat dukungan.

Kendati menjadi satu-satunya pendaftar pasangan bacakada independen KH. Abuya Hasan dan Baidawi, S.Pd. (ABA) namun tidak memenuhi syarat maka harus dikembalikan.

“Syarat dukungan untuk paslon Independen yakni berjumlah 45.595 yang tersebar di 12 kecamatan,”tegasnya.

Sedangkan menurut Junaedi , paslon independen ABA ini ternyata setelah dilakukan pencermatan dan penghitungan tak memenuhi syarat yang seharusnya.

“Untuk Pak Abu Hasan ini mencalonkan diri di jalur perseorangan, hanya 300 berapalah yang tersebar di delapan kecamatan,” ungkapnya.

Dikatakan bahwa setelah berkas dikembalikan, paslon independen ABA ini menolak untuk menandatangani berita acara. Karena, mereka meminta waktu hingga 13/5/2024 untuk memenuhi kekurangan syarat dukungan.

Kendati demikian ,hasil pleno seluruh komisioner KPU dan petuah dari komisioner Bawaslu, sebagaimana aturan maka pihaknya mengembalikan berkas pendaftar.

“Bukan ditolak, tapi dikembalikan. Jadi nihil calon independen,” ungkapnya.

iklan dalam

Menurutnya ,sejak pertama dibuka pendaftaran calon independen pada 8 Mei 2024, tak ada LO (Liaison Officer) dari bakal paslon independen ABA yang berkoordinasi ke KPU.

Sementara , pendaftar bakal calon bupati independen, KH. Abuya Hasan, mengatakan keberatan karena waktu yang diberikan untuk pendaftaran independen sangatlah singkat.

“Saya mohon kepada KPU bisa dipertimbangkan waktu tersebut. Agar kami bisa melakukan perbaikan KTP dan komunikasi,” jelasnya.

Dikatakan bahwa saat mendaftar pihaknya melampirkan sejumlah berkas. Mulai dari berkas kesiapan menjadi calon bupati dan dokumentasi KTP dukungan perseorangan.

“Sebagian diserahkan (dokumentasi KTP, red), sebagian masih ada di kantor sedang dilakukan prosesi oleh teman-teman,” ungkapnya.

Menurutnya, dia bersama wakilnya berani maju di jalur perseorangan ini untuk masyarakat.

“Karena ingin, saya dengan wakil, Pak Baidawi, perubahan,” tuturnya.

Baidawi-pendaftar bakal calon wakil bupati jalur independen mengaku ingin maju karena dirinya sebagai masyarakat yang paling bawah sudah merasakan tangisan-tangisan masyarakat.

“Jadi masyarakat miskin kita berdayakan,” ujarnya.

Adapun, pihaknya sendiri hingga pendaftaran terakhir baru mengumpul sekitar 4.600an KTP dukungan.

Pendaftar bakal Paslon independen ABA itu datang ke Kantor KPU sekitar pukul 22.30 WIB. Mereka tak hanya berdua, namun turut didampingi oleh tiga orang timnya.

Kedatangan dua lelaki ini disambut oleh seluruh komisioner KPU, dan seorang Komisioner Bawaslu. Namun begitu, terjadi perdebatan lantaran berkas syarat dukungan dikembalikan.

Hingga akhirnya, bakal Paslon ABA ini meninggalkan kantor KPU sekitar pukul 23.40 WIB dengan perasaan berat hari karena berkas mereka dikembalikan.(*)

IMG-20240429-WA0000
67f1cfdb785348099fb80d095209944c

Related posts

Kado Indah Awal Bulan Kemerdekaan dari Pemkab Bondowoso 811 PPPK Terima SK dari Bupati

Pencegahan Stunting Menggunakan Dana DAK non Fisik

Razia Pekat, Polres Situbondo Sita Ratusan Botol Minuman Keras

error: Content is protected !! silahkan di menghubungi admin jika ingin copy conten ini ... terima kasih