Sekolah yang Belum Mencukupi Dapodik Masih Bisa Menerima Murid Baru

BONDOWOSO – Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Dispendikbud) Bondowoso ,H.Harimas masih memberikan peluang kepada Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk menerima murid baru. Ketentuan itu berlaku bagi sekolah yang kekurangan murid atau tidak mencukupi Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Dijelaskan ruang yang diberikan oleh Dinas Pendidikan untuk memberi kesempatan kepada generasi untuk melanjutkan sekolah.

“Sebetulnya, sesuai aturan setelah waktu pendafaran ditutup, masih dibuka waktu lagi selama 12 hari bagi sekolah yang belum memenuhi Dapodik. Tetapi, setelah waktu yang kami berikan lagi, masih ada sekolah yang belum terpenuhi Dapodiknya. Sehingga, kami masih memberikan kesempatan bagi generasi,” kata Harimas di ruang kerjanya, Kamis (25/7/2019).

Dikatakan, setiap sekolah yang masih belum terpenuhi Dapodiknya, secara berkala memberikan laporan ke Dispendik untuk menerima murid baru. Batas waktu yang diberikan, setidaknya sampai menjelang ujian.

“Sekolah itu harus melaporkan secara berkala kepada kami, bagi yang belum terpenuhi Dapodiknya. Setidaknya, sekolah itu membuka peluang sampai menjelang ujian semester. Meskipun, kami tidak membatasi waktu bagi generasi yang niat bersekolah,” tegasnya.

Disampakan Harimas, ada batasan setiap ruang kelas untuk ditempati murid baru. Untuk sekolah dasar setiap ruang kelas diisi 28 siswa. Sedangkan, untuk sekolah menengah pertama setiap ruang diisi murid baru sebanyak 32 orang.

“Sesuai Dapodik, batas ruang kelas untuk SD diisi 28 siswa, dan SMP sebanyak 32 siswa,” ujar Harimas.

Menurut Harimas, data yang dihimpun Dispendik dari 48 SMP Negeri se Kabupaten Bondowoso masih kurang sekira 600 siswa, dari jumlah pagu kebutuhan siswa sekira 5800 siswa. Sedangkan untuk SD, pihak Dispendik belum rampung menerima laporan dari jumlah sekolah keseluruhan.

Menurutnya, ada beberapa permasalahan sehingga kebutuhan murid belum bisa tercukupi, terutama di Desa.  Faktor yang paling dominan adalah kesadaran orang tua untuk menyekolahkan anak. Mereka lebih memilih melarikan anaknya kepondok, dari pada sekolah. Hal itu terlihat sampel salah satu SMP di Kecamatan Telogosari. Pagu kebutuhan murid sekira 160 siswa, hanya mampu diisi 81 siswa.

Related posts

Sah ,KPU Bondowoso Tetapkan Perolehan Kursi dan Calon Terpilih Anggota DPRD Pemilu 2024

Peringati Hardiknas ,Forpimda Bondowoso Lakukan Flash Mob ,Pembagian Santunan dan Penyerahan Piagam Pemuda Pelopor

Perjuangkan Kesejahteraan Kaum Buruh  Disnakertrans Banyuwangi Berkomitmen Diperingatan Hari Buruh