Bupati Berharap Diskoperindag Bondowoso Melayani Pengembangan Kampung Kaligrafi

Bondowoso – Bupati Bondowoso KH.Salwa Arifin didamping Sekertaris DPC PPP Bondowoso, Saiful Bahri Husnan mengunjungi Kampung Kaligrafi di RT 4 Desa Penangungan Kecamatan Maesan Bondowoso,Jawa Timur ,Sabtu ,9/03/2019.

“Pemkab Bondowoso akan memberi pintu kepada masyarakat untuk mengembangkan usaha untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,”jelasnya.

Bupati juga menghimbau Dikoperindag untuk melayani kebutuhan guna mengembangkan Kampung Kaligrafi ,”Kampung Kaligrafi ini sangat bagus,saya sangat megapresiasi ,sebagai wahana edukasi dan wisata religi, maka Diskoperindag diharapkan bisa melayani kebutuhan guna meningkatkan Kampung Kaligrafi sehingga bisa menopang perekonomian masyarakat,” harapnya.

Bupati juga meminta agar para orang tua memacu dan memberi semangat kepada kaum muda yang mempunyai potensi,”Saya berharap para orang tua bisa mensuport purta-putrinya, para pemuda yang ada dikampung ini bisa berperan aktif mewujudkan Kampung Kaligrafi sebagai wisata religi yang nantinya akan mampu menopang perekonomian warga,”imbuhnya.

Kunjungan kali ini diakhiri dengan pemberian kaligrafi gratis kepada warga,penyerahan alat serta foto bersama warga yang hadir.

Untuk diketahui bahwa Kampung Kaligrafi Ini merupakan kampung wisata baru yang digagas oleh Ahmad Zubairi bersama masyarakat di Desa Penanggungan, Kecamatan Maesan.Di kampung ini, anda bisa melihat secara langsung mulai dari desain hingga pembuatan kaligrafi tulisan Arab. Bahkan, anda bisa mencoba secara langsung bagaimana membuat kaligrafi sesuai dengan desain yang anda buat sendiri.

Selaian itu di kampung ini disediakan wisata edukasinya, yakni mendesain sendiri kaligrafi, dan membuatnya sendiri secara langsung. Jadi, wisatawan biar mengetahui bagaimana cara dan tingkat kesulitan membuat kaligrafi ini Bahan yang digunakan untuk pembuatan kaligrafi tersebut berasal dari limbah bekas. Seperti pelepah pohon pisang, kulit kacang tanah hingga kayu yang sudah dimakan rayap.

Ide pembuatan Kampung Kaligrafi itu muncul, saat Ahmad Zubairi kembali ke kampung halamannya tersebut setelah lama tinggal di Yogyakarta, dan akhirnya memutuskan pulang kampung pada bulan Juli tahun 2018 lalu.

Untuk harga satu kerajinan kaligrafi cukup bervariatif, tergantung ukuran dan tingkat kesulitan pembuatan. Ada yang Rp 100 ribu bahkan ada yang Rp 6 juta, tergantung tingkat kesulitannya.

Related posts

Sah ,KPU Bondowoso Tetapkan Perolehan Kursi dan Calon Terpilih Anggota DPRD Pemilu 2024

Peringati Hardiknas ,Forpimda Bondowoso Lakukan Flash Mob ,Pembagian Santunan dan Penyerahan Piagam Pemuda Pelopor

Perjuangkan Kesejahteraan Kaum Buruh  Disnakertrans Banyuwangi Berkomitmen Diperingatan Hari Buruh