Beranda Ekonomi & Teknologi Sampah Plastik Disulap Jadi Rupiah, Baznas dan Diskoperindag Bondowoso Turun Tangan Dukung...

Sampah Plastik Disulap Jadi Rupiah, Baznas dan Diskoperindag Bondowoso Turun Tangan Dukung Usaha Kreatif

1784696982808

BONDOWOSO – Sampah plastik yang selama ini identik dengan persoalan lingkungan justru menjadi sumber kreativitas dan peluang ekonomi di tangan Elli bersama kelompoknya.

Berlokasi di Gang Malabar, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Bondowoso, mereka berhasil menyulap limbah plastik daur ulang menjadi berbagai produk kerajinan bernilai jual.

Bukan sekadar mengurangi tumpukan sampah, kelompok ini mampu menghadirkan karya kreatif yang memiliki daya tarik tersendiri.

Salah satu produk unggulannya adalah buket bunga berbahan plastik daur ulang yang dipasarkan dengan harga Rp15 ribu per tangkai.

Selain buket bunga, Elli dan kelompoknya juga mengembangkan berbagai produk lain, seperti tas hingga busana karnaval yang seluruhnya memanfaatkan bahan bekas, khususnya sampah plastik.

Bahan baku kerajinan tersebut diperoleh dari hasil pengumpulan sampah melalui bank sampah di wilayah tempat tinggal mereka.

“Sampah yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai ekonomis diolah kembali menjadi produk kreatif yang dapat dimanfaatkan sekaligus dipasarkan,”ujarnya

Kreativitas Elli bersama kelompoknya ini mendapat perhatian dan dukungan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) serta Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bondowoso.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan alat usaha produktif yang berlangsung di Pendopo Raden Bagus Asra Bondowoso, Selasa (3/11/2026).

Dalam kesempatan itu, Asisten I Pemerintah Kabupaten Bondowoso bersama Kepala Diskoperindag turut melakukan pendataan langsung terhadap keberadaan usaha Elli.

1791899701721

Langkah tersebut dilakukan untuk melihat potensi usaha yang dikembangkan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan pengembangan agar dapat memperoleh tindak lanjut pembinaan.

Sementara itu, Wakil Ketua I Baznas Bondowoso, Gugah Eko Saputro, S.E., mengatakan pihaknya memberikan bantuan sejumlah peralatan untuk menunjang aktivitas produksi kelompok Elli.

Bantuan tersebut meliputi mesin jahit, setrika, gunting, dan perlengkapan pendukung lainnya. Peralatan itu diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi, terutama dalam pembuatan tas dan busana karnaval berbahan daur ulang.

Menurut Eko, bantuan mesin jahit tersebut menjadi catatan tersendiri bagi Baznas Bondowoso. Pasalnya, selama delapan tahun perjalanan lembaga tersebut, baru kali ini Baznas memberikan bantuan berupa mesin jahit untuk mendukung usaha kreatif masyarakat.

“Selama delapan tahun Baznas berdiri, baru kali ini kami memberikan bantuan mesin jahit. Harapannya, bantuan ini bisa menunjang usaha kreatif yang dikembangkan kelompok Elli sehingga semakin produktif dan berkembang,” ungkapnya.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya Baznas dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui bantuan peralatan produktif, bukan hanya bantuan yang bersifat konsumtif.

Kisah Elli membuktikan bahwa kreativitas dapat membuka peluang ekonomi dari sesuatu yang kerap dianggap tidak berguna. Melalui pengolahan sampah plastik, mereka tidak hanya menghasilkan produk bernilai jual, tetapi juga ikut berkontribusi mengurangi limbah dan membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya daur ulang.

Dengan dukungan peralatan usaha dan pendampingan dari pemerintah daerah, usaha kreatif berbasis sampah daur ulang ini diharapkan semakin berkembang, memiliki jangkauan pasar lebih luas, serta mampu memberikan tambahan penghasilan bagi para anggotanya.

 

ilustrasi-stop-pungli