BONDOWOSO, TAPALKUDA POST – Minuman khas Bondowoso, E-Kotap (Es Kopi Tape), menjadi salah satu sajian yang menarik perhatian dalam kunjungan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H., beserta rombongan di Pendopo Raden Bagus Asra, Kabupaten Bondowoso, Jum’at 23/10/2026.
Minuman yang memadukan kopi dengan tape singkong tersebut diperkenalkan sebagai inovasi kuliner lokal yang menggabungkan dua identitas unggulan Bondowoso, yakni daerah penghasil tape dan kawasan yang dikenal dengan sebutan Bondowoso Republik Kopi.
Perpaduan kopi dan tape singkong menghadirkan karakter rasa yang khas. Manisnya tape, sentuhan rasa asam dari proses fermentasi, serta aroma kopi menciptakan sensasi berbeda dari sajian kopi pada umumnya.
Kehadiran E-Kotap tidak sekadar menawarkan variasi minuman, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi kuliner daerah melalui kreativitas dan inovasi.
Produk berbasis bahan lokal ini berpeluang menjangkau konsumen yang lebih luas, termasuk kalangan anak muda yang gemar mencoba sajian kekinian.
Bupati Bondowoso, KH. Abdul Hamid Wahid, (AHW)menyampaikan bahwa E-Kotap layak dikembangkan sebagai salah satu kekhasan kuliner Kabupaten Bondowoso.
Menurutnya, perkembangan kebudayaan daerah juga dapat dilihat melalui tumbuhnya kreativitas masyarakat dalam mengolah dan memperkenalkan makanan maupun minuman khas.
“E-Kotap layak dikembangkan sebagai kekhasan kuliner Kabupaten Bondowoso. Salah satu indikator berkembangnya kebudayaan adalah berkembangnya kekhasan kuliner,” ujar Abdul Hamid Wahid.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kuliner memiliki keterkaitan dengan identitas dan kebudayaan daerah. Kekhasan makanan dan minuman tidak hanya menjadi bagian dari tradisi masyarakat, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.
Kepala BKN Sarankan Sertifikasi Keamanan Pangan
Sementara itu, Kepala BKN Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh memberikan saran agar produk E-Kotap dapat memenuhi persyaratan sertifikasi keamanan pangan melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Saran tersebut menjadi perhatian penting bagi pengembangan E-Kotap agar inovasi kuliner lokal tidak hanya menarik dari segi rasa dan penyajian, tetapi juga memperhatikan aspek keamanan serta kesehatan konsumen.
Sertifikasi dan pemenuhan persyaratan keamanan pangan perlu disesuaikan dengan kategori produk, bahan yang digunakan, proses pengolahan, serta bentuk peredarannya.
Karena itu, produsen perlu memastikan jalur perizinan yang tepat melalui instansi berwenang sebelum memperluas pemasaran produk.
Langkah tersebut juga penting untuk membangun kepercayaan konsumen. Produk yang diproses secara higienis, memiliki standar mutu yang konsisten, serta memenuhi ketentuan perizinan akan memiliki landasan lebih kuat untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
Terlebih, E-Kotap menggunakan tape singkong yang merupakan produk fermentasi dan dipadukan dengan kopi. Pengolahan, penyimpanan, kebersihan peralatan, serta konsistensi bahan perlu diperhatikan agar kualitas minuman tetap terjaga.
Peluang Memperkuat Identitas Kuliner Bondowoso
Pengembangan E-Kotap membuka peluang bagi pelaku usaha kuliner untuk menghadirkan produk kreatif berbasis potensi lokal. Jika dikelola secara konsisten, minuman ini dapat menjadi salah satu pilihan untuk memperkenalkan kekayaan kuliner Bondowoso kepada masyarakat di luar daerah.
Namun, pengembangan produk tidak cukup hanya mengandalkan popularitas. Kualitas rasa, kebersihan proses produksi, kemasan, strategi pemasaran, serta kepatuhan terhadap ketentuan keamanan pangan perlu menjadi perhatian agar produk dapat bertahan dalam persaingan pasar.
Dukungan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat juga berpotensi memperkuat pengembangan kuliner berbahan lokal. Inovasi seperti E-Kotap dapat menjadi bagian dari upaya memperluas nilai tambah kopi dan tape singkong, sekaligus memperkenalkan identitas Bondowoso melalui produk yang lebih dekat dengan selera konsumen masa kini.
Kunjungan Kepala BKN di Pendopo Raden Bagus Asra tersebut pun menjadi momentum untuk memperkenalkan E-Kotap sebagai salah satu inovasi kuliner daerah. Tantangan berikutnya adalah memastikan produk tersebut berkembang dengan tetap mengutamakan kualitas, keamanan pangan, dan keberlanjutan usaha.
Dengan demikian, E-Kotap berpeluang tidak hanya dikenal sebagai minuman kekinian, tetapi juga sebagai representasi kreativitas kuliner Bondowoso yang menghubungkan potensi lokal dengan kebutuhan pasar modern.
Untuk diketahui Komunitas Barista Class Bondowoso salah satunya diketuai oleh Ahmad Sofyan yang menggagas dengan menggabungkan kopi dan tape singkong, E-Kotap menawarkan pendekatan baru dalam memperkenalkan dua komoditas yang telah lekat dengan citra Bondowoso. Inovasi semacam ini dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas pemanfaatan produk lokal sekaligus memperkuat daya tarik kuliner daerah.











