JAWA TIMUR — Pemerintah menargetkan antrean panjang pembelian bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah Jawa Timur, termasuk Malang, Jember, dan Blitar, dapat teratasi dalam satu hingga dua hari. Percepatan distribusi dilakukan untuk memulihkan kelancaran pasokan dan mencegah antrean di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) terus berlanjut.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman, menegaskan pemerintah tengah mempercepat penanganan persoalan tersebut.
“Intinya, kami dalam satu-dua hari ini sudah harus tuntas masalah di Jatim,” ujar Laode di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Pernyataan itu disampaikan setelah Laode bertemu dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak. Pertemuan tersebut membahas kondisi pasokan serta kelancaran distribusi BBM di wilayah Jawa Timur.
Pemerintah berharap gangguan distribusi yang sebelumnya memicu antrean di Bali tidak kembali terjadi di daerah lain, termasuk Jawa Timur.
Laode juga membantah dugaan bahwa pasokan BBM dari Jawa Timur dialihkan ke Bali ketika wilayah tersebut mengalami gangguan pasokan. Menurutnya, distribusi harus dikelola agar kebutuhan BBM di Jawa Timur tetap terpenuhi.
“Oh, nggak. Jawa Timur ini kan masuk MOR V (Marketing Operation Region V), Jatimbalinus. Jangan sampai dikirim ke tempat-tempat lain dari sana, tetapi Jatimnya sendiri tidak terpasok dengan baik,” kata Laode, seperti dilansir Antara.
Distribusi Dipercepat, Depo Beroperasi 24 Jam
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ahmad Erani Yustika, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) serta Pertamina untuk memastikan ketersediaan BBM hingga tingkat SPBU.
Sejumlah langkah percepatan disiapkan, mulai dari penambahan pasokan menggunakan kapal ke sejumlah depo di Jawa Timur hingga pengerahan 21 unit mobil tangki tambahan melalui skema spot charter atau penyewaan untuk kebutuhan tertentu.
Selain menambah armada pengangkut, pemerintah juga memperpanjang jam operasional depo menjadi 24 jam. Langkah ini diharapkan mempercepat proses pengisian dan penyaluran BBM sehingga pasokan dapat lebih cepat menjangkau SPBU yang membutuhkan.
Koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pertamina akan terus dilakukan untuk memulihkan distribusi serta memastikan ketersediaan BBM di SPBU kembali aman.
Target penyelesaian dalam satu hingga dua hari tersebut menjadi tenggat percepatan penanganan yang disampaikan Kementerian ESDM. Realisasi di lapangan tetap bergantung pada kelancaran penambahan pasokan dan distribusi ke masing-masing wilayah.
Masyarakat diharapkan memperoleh kepastian layanan seiring langkah percepatan tersebut, sementara perkembangan kondisi antrean dan ketersediaan BBM di Malang, Jember, Blitar, serta daerah lainnya perlu terus dipantau.











