BONDOWOSO – Prestasi bukan satu-satunya hal yang membuat Rafandra Aufaa Ryadie, siswa SDN Kota Kulon 1 Bondowoso, mencuri perhatian.
Di hadapan Bupati Bondowoso, KH. Abdul Hamid Wahid, bocah yang akrab disapa Rey itu tampil percaya diri menyampaikan usulan agar tim marching band mendapat tempat latihan yang lebih luas.
Momen menarik tersebut terjadi saat Marching Band Gita Citra Melati dari SDN Kota Kulon 1 Bondowoso menunjukkan kebolehannya di Pendopo Bagus Asra, Rabu (21/10/2026).
Penampilan itu menjadi bagian dari momentum apresiasi atas prestasi mereka dalam ajang Ijen Marching Festival (IMF) IV di Banyuwangi pada 17–18 Oktober 2026.
Dalam kompetisi tersebut, Gita Citra Melati berhasil membawa pulang 17 penghargaan. Capaian itu menjadi bukti kerja keras para siswa dan pembina dalam mengembangkan kemampuan di bidang marching band.
Namun, perhatian hadirin tak hanya tertuju pada prestasi tersebut. Rey justru menghadirkan momen tersendiri ketika dengan bahasa yang sopan dan runtut, ia menyampaikan langsung persoalan yang dihadapi timnya saat berlatih.
“Izin menyampaikan, Bapak Bupati. Saya ingin mengusulkan, karena halaman sekolah untuk latihan sempit. Mohon menjadi perhatian agar kami bisa mendapatkan tempat yang lebih luas,” ujar Rey.
Usulan sederhana itu disampaikan dengan penuh percaya diri. Di usia sekolah dasar, Rey telah menunjukkan keberanian mengutarakan kebutuhan timnya sekaligus menyampaikan harapan secara santun kepada kepala daerah.
Bupati Bondowoso KH. Abdul Hamid Wahid pun merespons langsung usulan tersebut. Ia menawarkan Alun-Alun Bondowoso sebagai alternatif lokasi latihan yang dinilai lebih luas.
“Kalau latihan di alun-alun, mau tidak? Kan lebih luas, biar juga bisa menjadi contoh pada yang lain,” jawab Bupati.
Mendapat tawaran tersebut, Rey langsung memberikan jawaban singkat yang disambut tepuk tangan hadirin.
“Siap, terima kasih, Bapak Bupati,” jawab Rey.
Percakapan itu menjadi salah satu momen menarik dalam pertemuan tersebut. Selain memperlihatkan semangat anak-anak dalam mengembangkan bakat, kejadian itu juga menunjukkan pentingnya ruang latihan yang memadai untuk menunjang kegiatan seni dan prestasi pelajar.
Bakat Rey di bidang seni mendapat dukungan penuh dari keluarganya. Sang ayah, Dwi Hariyadi, S.P., M.M., menjabat Kepala Bidang Perdagangan Diskoperindag Bondowoso. Sementara ibunya, Sofie Adie Kurniawati, S.P., M.Tr.P., menjabat Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Bondowoso.
Keduanya turut mendukung minat dan bakat putranya, baik dalam bidang musik maupun bela diri, yang telah mengantarkannya meraih berbagai prestasi.
Kisah Rey menjadi gambaran bahwa keberanian menyampaikan gagasan dapat tumbuh sejak usia dini. Dengan prestasi, sikap santun, dan kemampuan mengutarakan kebutuhan secara jelas, ia menunjukkan bahwa suara seorang pelajar pun layak didengar.
Kini, tawaran penggunaan Alun-Alun Bondowoso menjadi hal yang menarik untuk ditindaklanjuti agar kegiatan latihan marching band dapat berlangsung lebih leluasa dan mendukung lahirnya prestasi berikutnya.











