BONDOWOSO — Kirab ancak agung dan pawai obor mewarnai pembukaan Festival Maulid Curahdami 2026, Sabtu (29/8/2026).
Camat Curahdami Guruh Purnama Putra menyampaikan ,Kirab Obor dan Ancak Agung tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian festival yang menggabungkan nilai keagamaan, pembinaan generasi muda, seni, dan pelestarian budaya masyarakat.
Festival Maulid Curahdami 2026 mengusung tema “Menanam Iman, Merawat Cinta, Melestarikan Budaya.” Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung hingga 4 September 2026 dengan melibatkan masyarakat dari 11 desa dan 1 kelurahan di Kecamatan Curahdami.
Kirab ancak agung dan pawai obor menjadi salah satu daya tarik pembukaan. Masing-masing desa turut menampilkan gunungan sebagai simbol kebersamaan sekaligus bentuk partisipasi masyarakat dalam menghidupkan tradisi lokal.
Guruh mengajak masyarakat menjadikan Festival Maulid bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi momentum memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus menanamkan nilai keimanan kepada generasi muda.
“Iman tidak cukup hanya diucapkan. Iman harus ditanam di dalam hati anak-anak, keluarga, dan lingkungan masyarakat. Kemudian dirawat melalui keteladanan, pendidikan, kegiatan keagamaan, serta kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Pesan tersebut menekankan pentingnya membangun generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki iman, akhlak, kepedulian sosial, dan kecintaan terhadap lingkungan serta daerahnya.
Selain menanamkan iman, Festival Maulid Curahdami juga diarahkan menjadi ruang untuk merawat kecintaan kepada Rasulullah SAW. Peringatan Maulid Nabi dipandang bukan sekadar mengenang kelahiran Rasulullah, melainkan kesempatan untuk menghidupkan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai kasih sayang, persaudaraan, kepedulian terhadap sesama, penghormatan kepada orang yang lebih tua, serta menyayangi generasi yang lebih muda menjadi pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.
“Jika kita benar-benar mencintai Rasulullah, maka kita hidupkan akhlak beliau dalam kehidupan kita,” ungkapnya.
Libatkan 11 Desa dan satu Kelurahan
Festival Maulid Curahdami 2026 tidak berhenti pada kirab dan pawai obor. Sejumlah kegiatan telah disiapkan selama sepekan, mulai dari kegiatan bernuansa Islami, musik zapin, kreativitas anak negeri, hingga lomba mendongeng.
Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memberikan ruang kepada anak-anak dan generasi muda agar dapat mengekspresikan kreativitas sekaligus memperoleh pengalaman dalam kegiatan seni dan budaya.
Sebanyak 11 desa dan kelurahan di wilayah Curahdami dilibatkan dalam rangkaian kegiatan. Setiap desa didorong menampilkan gunungan serta obor sebagai bagian dari kirab.
Keterlibatan masyarakat tersebut menjadi salah satu kekuatan utama festival. Tradisi tidak hanya ditampilkan sebagai tontonan, tetapi diharapkan menjadi sarana memperkuat gotong royong dan rasa memiliki terhadap budaya lokal.
Panitia juga menyiapkan berbagai perlombaan yang berlangsung selama rangkaian festival. Hasil perlombaan akan diumumkan pada acara penutupan pada 4 September 2026.
Ditutup dengan Curahdami Bersholawat
Rangkaian Festival Maulid Curahdami 2026 dijadwalkan ditutup dengan Curahdami Bersholawat. Acara tersebut akan menghadirkan Majelis Mustofa dari Kecamatan Jetis sebagai pengisi mimbar sholawat.
Dengan rangkaian kegiatan tersebut, Festival Maulid Curahdami diharapkan tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi mampu menjadi ruang pertemuan antara nilai keagamaan, kreativitas generasi muda, seni, dan budaya masyarakat.
“Menanam Iman, Merawat Cinta, Melestarikan Budaya” pun menjadi pesan utama agar semangat Maulid Nabi tidak berhenti di atas panggung. Nilai yang disampaikan diharapkan dapat dibawa pulang dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Festival akhirnya bukan hanya tentang merayakan sebuah tradisi, tetapi tentang bagaimana masyarakat menjaga nilai, membangun generasi, dan merawat identitas budaya Curahdami di tengah perubahan zaman.














