Beranda Kesehatan Usai Sabet 4 Penghargaan KB, Bondowoso Kembali Berebut dengan 5 Kabupaten /Kota...

Usai Sabet 4 Penghargaan KB, Bondowoso Kembali Berebut dengan 5 Kabupaten /Kota Penghargaan Parasamya Karya Kencana 2026

1784696982808

BONDOWOSO, TAPALKUDA POST — Prestasi Kabupaten Bondowoso di bidang keluarga berencana dan keluarga sejahtera kembali diuji.

Setelah sebelumnya meraih empat penghargaan di bidang tersebut, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Bondowoso kini kembali membidik penghargaan tingkat Jawa Timur melalui ajang Parasamya Karya Kencana Tahun 2026.

Penghargaan tersebut digelar oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.

Tidak sekadar mengejar penghargaan, ajang tersebut menjadi panggung untuk menguji sejauh mana kebijakan, anggaran, sumber daya manusia, inovasi, serta kualitas pelayanan program Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) benar-benar berjalan di daerah.

Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso, dr. M. Imron, mengatakan proses menuju penilaian Parasamya Karya Kencana 2026 telah berlangsung sejak akhir Juni 2026.

Menurutnya, tahapan diawali dengan sosialisasi mekanisme dan kriteria penilaian. Selanjutnya, pemerintah daerah diminta menyusun profil organisasi perangkat daerah (OPD) bidang KB sekaligus melengkapi berbagai dokumen pendukung dan data capaian program.

“Prosesnya diawali dengan sosialisasi pada akhir Juni, kemudian dilanjutkan penyusunan dan pengumpulan profil OPD KB kabupaten/kota hingga 29 Juli 2026, termasuk sesi presentasi secara virtual,” ujar Imron,”Rabu 5/08/2026.

Enam Daerah Berebut Tiga Besar
Persaingan tahun ini dipastikan tidak ringan. Bondowoso harus berhadapan dengan lima daerah lain di Jawa Timur yang sama-sama masuk dalam tahapan penilaian.

Kelima daerah tersebut yakni Kota Kediri, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Magetan.

Dengan demikian, terdapat enam kabupaten/kota yang akan mengikuti tahapan paparan. Dari enam peserta tersebut, nantinya akan dipilih tiga besar.

Persaingan tidak hanya ditentukan oleh capaian angka program KB. Peserta harus mampu menunjukkan bagaimana kebijakan daerah diterjemahkan menjadi pelayanan yang nyata, inovatif, berkelanjutan, dan berdampak terhadap masyarakat.

1785517338444

Bukan Sekadar Administrasi
Dalam tahapan presentasi, masing-masing daerah dituntut menyajikan paparan melalui PowerPoint maksimal 10 slide.
Materi yang dipaparkan mencakup sejumlah aspek strategis, mulai dari kebijakan dan regulasi daerah, dukungan anggaran, sarana dan prasarana, kualitas sumber daya manusia, strategi peningkatan MIl dan IKP, permasalahan dan solusi, hingga inovasi yang telah dilakukan serta dampaknya terhadap kualitas pelayanan.

Aspek penilaian juga mencakup kinerja pelayanan KB, terutama efektivitas pemerintah daerah dalam meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kontrasepsi.
Selain itu, unsur inovasi dan kreativitas menjadi perhatian penting. Terobosan program dan strategi yang mampu memberikan dampak terhadap pelayanan masyarakat akan menjadi bagian dari penilaian.

Tidak kalah penting adalah tata kelola dan keberlanjutan program. Komitmen pemerintah daerah dalam memastikan program KB berjalan secara konsisten dan berkelanjutan menjadi salah satu indikator yang diperhitungkan.

Artinya, penghargaan tersebut tidak semata-mata menjadi kompetisi administratif. Daerah harus mampu membuktikan bahwa program yang dijalankan memiliki pijakan kebijakan, dukungan sumber daya, inovasi, sekaligus memberikan dampak terhadap kualitas pelayanan keluarga berencana dan kesehatan reproduksi.

Jadwal Penilaian Tahapan Parasamya Karya Kencana 2026 telah disusun secara bertahap. Sosialisasi mekanisme dan kriteria kepada daerah peserta berlangsung secara virtual pada akhir Juni hingga awal Juli 2026.

Selanjutnya, penyusunan profil OPD KB dan kelengkapan dokumen pendukung berlangsung pada 16–29 Juli 2026. Dalam tahap ini, daerah diminta menyampaikan data capaian program KBKR sekaligus praktik inovasi yang telah diterapkan.
Tahapan berikutnya adalah presentasi dan evaluasi kinerja yang dilaksanakan secara virtual pada 29 Juli 2026.

Dalam sesi tersebut, masing-masing kabupaten/kota memaparkan strategi, capaian, permasalahan, solusi, serta inovasi yang menjadi unggulan daerah.
Sementara itu, puncak penganugerahan Parasamya Karya Kencana 2026 direncanakan bertepatan dengan momentum Hari Kontrasepsi Sedunia 2026.

Bagi Bondowoso, kesempatan tersebut menjadi ujian lanjutan setelah sebelumnya mengantongi empat penghargaan di bidang keluarga berencana dan keluarga sejahtera.

Kini, tantangannya bukan hanya mempertahankan capaian, tetapi membuktikan bahwa berbagai kebijakan dan inovasi yang dijalankan Dinsos P3AKB mampu bersaing dengan daerah lain di Jawa Timur.

Enam daerah masuk arena. Tiga besar akan dipilih. Bondowoso kini harus membuktikan apakah capaian dan inovasinya cukup kuat untuk kembali berdiri di panggung penghargaan tingkat Jawa Timur.

 

1784091984781
file_00000000d4ac720b8315be53dad5e2f1
file_00000000f3dc71f699615aa3d7e15c43
Screenshot_20260730-221521