Beranda Ekonomi & Teknologi Topeng Kona, Warisan Budaya yang Mampu Menguatkan Identitas Ijen Geopark Menuju Revalidasi...

Topeng Kona, Warisan Budaya yang Mampu Menguatkan Identitas Ijen Geopark Menuju Revalidasi UNESCO

1784696982808

Bondowoso – Di balik bentang alam Ijen Geopark yang memukau, tersimpan kekayaan budaya yang menjadi identitas masyarakat lokal.

Salah satunya adalah Topeng Kona, kesenian tradisional khas Desa Blimbing, Kecamatan Klabang, Kabupaten Bondowoso, yang kini menjadi salah satu aset budaya penting dalam mendukung proses revalidasi UNESCO Global Geopark (UGGp) Ijen Geopark.

Topeng Kona bukan sekadar seni pertunjukan. Tarian tunggal yang menggunakan topeng kayu ini menyimpan nilai sejarah, filosofi kepemimpinan, hingga spiritualitas yang diwariskan secara turun-temurun.

Keberadaannya menjadi bukti bahwa kekuatan Ijen Geopark tidak hanya bertumpu pada keunikan geologi, tetapi juga pada kekayaan budaya yang hidup dan terus dijaga oleh masyarakat.

Topeng Kona berasal dari Desa Blimbing. Kata “Kona” dalam bahasa Madura berarti kuno atau tua, merujuk pada jenis topeng tertua yang berkembang di desa tersebut.

Menurut sejarah tutur masyarakat, kesenian ini pertama kali dimainkan oleh tokoh leluhur Desa Blimbing, Juk Jasiman, dan hingga kini tetap dipertahankan sebagai bagian dari tradisi adat.

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal Sektor Pariwisata Berbasis Budaya ,Bupati Bondowoso Usulkan Musium Megalitikum

Menelusuri Jejak Peradaban Ribuan Tahun di Museum Terbuka Megalitik Bondowoso

Gerakan dalam tarian Topeng Kona menggambarkan sosok pemimpin yang arif, bijaksana, tegas, gagah, dan berani. Nilai-nilai tersebut menjadi pesan moral yang diwariskan kepada generasi muda agar mampu memimpin dengan kebijaksanaan dan mengutamakan kepentingan masyarakat.

Sejak dahulu, Topeng Kona menjadi bagian penting dalam ritual Rokat Dhisa atau bersih desa yang dipercaya sebagai bentuk ikhtiar masyarakat memohon keselamatan serta menolak bala.

1785517338444

Seiring perkembangan zaman, sejak sekitar tahun 1957 kesenian ini juga mulai dipentaskan dalam berbagai kegiatan masyarakat, seperti pernikahan, khitanan, hingga festival budaya, tanpa menghilangkan nilai sakral yang melekat di dalamnya.

Keunikan lainnya terletak pada topeng kayu yang digunakan penari. Topeng tersebut dibuat dari kayu pilihan melalui proses yang tidak hanya mengandalkan keterampilan, tetapi juga disertai ritual spiritual sesuai tradisi leluhur. Hingga kini, proses pembuatannya masih dijaga secara turun-temurun sehingga nilai autentiknya tetap terpelihara.

Pengakuan terhadap nilai budaya Topeng Kona semakin kuat setelah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI).

Bersama Tape Bondowoso dan tradisi Selamatan Gugur Gunung, Topeng Kona menerima sertifikat WBTbI yang diserahkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai bentuk pengakuan negara atas budaya yang tumbuh dari akar masyarakat.

Pengakuan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Bondowoso, tetapi juga membawa tanggung jawab besar untuk menjaga kelestarian tradisi agar tetap hidup, berkembang, dan relevan di tengah perubahan zaman.

Dalam konteks revalidasi UNESCO Global Geopark, keberadaan Topeng Kona menjadi salah satu bukti nyata keterpaduan antara warisan geologi, budaya, dan pemberdayaan masyarakat.

Desa Blimbing sendiri merupakan salah satu culture site dalam kawasan Ijen Geopark yang menunjukkan bagaimana masyarakat mampu mempertahankan tradisi sekaligus menjadikannya bagian dari pengembangan pariwisata berbasis budaya.

Pelestarian Topeng Kona juga terus diperkuat melalui keterlibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan seni dan budaya. Upaya tersebut menjadi langkah strategis agar warisan leluhur tidak berhenti sebagai peninggalan sejarah, melainkan terus diwariskan sebagai identitas daerah sekaligus daya tarik wisata budaya.

Dengan kekayaan budaya yang masih lestari dan mendapat pengakuan nasional, Topeng Kona menjadi salah satu modal penting Bondowoso dalam memperkuat posisi Ijen Geopark di tingkat dunia.

Sinergi antara pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan pariwisata berkelanjutan diharapkan mampu menjadi nilai tambah dalam proses revalidasi UNESCO, sekaligus mempertegas bahwa Ijen Geopark adalah kawasan yang tidak hanya kaya akan keajaiban alam, tetapi juga memiliki warisan budaya yang hidup, autentik, dan terus dijaga oleh masyarakatnya.

1784091984781
file_00000000d4ac720b8315be53dad5e2f1
file_00000000f3dc71f699615aa3d7e15c43
Screenshot_20260730-221521