Bondowoso – Turnamen Gobak Sodor Kriesna Cup 2026 di Lapangan Kriesna Desa Tegalampel, Kecamatan Tegalampel, Kabupaten Bondowoso, tak sekadar menjadi ajang olahraga tradisional.
Selama hampir dua bulan penyelenggaraan, turnamen ini berhasil menghimpun pendapatan kotor Rp167.549.000, dengan dana bersih sekitar Rp85 juta hingga Rp90 juta yang seluruhnya akan disalurkan untuk pembangunan Masjid Nurul Yakin.
Turnamen yang berlangsung sejak 6 Juni hingga 25 Juli 2026 tersebut menjadi bukti bahwa olahraga tradisional mampu menjadi sarana pelestarian budaya sekaligus menggerakkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial.
Ketua Panitia Kriesna Cup 2026, Husen atau yang akrab disapa Mas Zen, mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan turnamen berkat dukungan seluruh elemen masyarakat.
“Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar berkat kerja sama semua pihak. Kami mengucapkan terima kasih kepada peserta, KORMI Bondowoso, para wasit, aparat keamanan, sponsor, panitia, dan masyarakat yang telah mendukung kegiatan ini,” ujarnya.
Menurut Husen, pendapatan turnamen diperoleh dari berbagai sumber, antara lain penjualan tiket, parkir, lapak UMKM, dan sponsor. Setelah dikurangi biaya operasional, hadiah, serta kebutuhan penyelenggaraan, dana bersih yang terkumpul diperkirakan mencapai Rp85 juta hingga Rp90 juta.
Ia menegaskan seluruh panitia bekerja secara sukarela tanpa menerima honor selama hampir dua bulan.
“Seluruh panitia bekerja secara swadaya. Ini murni bentuk gotong royong masyarakat untuk membantu percepatan pembangunan Masjid Nurul Yakin,” katanya.
Husen juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama pelaksanaan turnamen.
“Kritik dan saran dari masyarakat akan menjadi bahan evaluasi agar penyelenggaraan ke depan semakin baik,” tambahnya.
Penasihat Kriesna Cup 2026 yang juga Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Ady Kriesna, mengatakan capaian turnamen tersebut jauh melampaui target awal panitia.
Menurutnya, pada tahap perencanaan panitia hanya menargetkan pendapatan sekitar Rp50 juta. Namun tingginya antusiasme masyarakat membuat pendapatan kotor menembus Rp167,5 juta.
“Alhamdulillah hasilnya di luar ekspektasi. Ini menunjukkan besarnya dukungan masyarakat terhadap olahraga tradisional yang memiliki tujuan sosial,” ujar Kriesna.
Ia menegaskan seluruh dana bersih akan dialokasikan untuk pembangunan Masjid Nurul Yakin setelah dikurangi hadiah, biaya operasional, dan kebutuhan penyelenggaraan.
Kriesna juga mengapresiasi dedikasi panitia yang bekerja tanpa imbalan selama turnamen berlangsung.
“Kegiatan ini berlangsung hampir setiap malam, kecuali malam Jumat. Dibutuhkan komitmen dan pengorbanan yang luar biasa. Semangat gotong royong seperti inilah yang harus terus dijaga,” katanya.
Selain membantu pembangunan rumah ibadah, Kriesna Cup 2026 juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Puluhan pelaku UMKM, khususnya warga Desa Tegalampel, memanfaatkan momentum turnamen untuk membuka lapak.
Ramainya penonton setiap malam turut meningkatkan omzet pedagang dan menggerakkan roda ekonomi desa.
“Kami bersyukur bukan hanya pembangunan masjid yang terbantu, tetapi UMKM juga ikut merasakan manfaatnya. Inilah yang kami harapkan, sebuah kegiatan olahraga mampu memberikan dampak sosial dan ekonomi sekaligus,” tutur Kriesna.
Sementara itu, Kepala Desa Tegalampel, Sugianto, mengapresiasi seluruh panitia, jajaran Muspika, tokoh masyarakat, sponsor, serta warga yang bergotong royong menyukseskan Kriesna Cup 2026.
Menurutnya, keberhasilan menghimpun dana pembangunan masjid melalui turnamen menjadi bukti kuatnya solidaritas masyarakat.
“Seluruh panitia bekerja secara sukarela tanpa menerima bayaran. Dana yang berhasil dihimpun sepenuhnya kami alokasikan untuk pembangunan Masjid Nurul Yakin. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga dan membawa manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat, panitia berencana kembali menggelar Kriesna Cup 2 pada masa mendatang. Turnamen tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang pelestarian olahraga tradisional, tetapi juga terus menjadi penggerak gotong royong, pemberdayaan UMKM, dan pembangunan masyarakat.














