Beranda Lensa Nusantara Buka Layanan Pengaduan, BPBD Bondowoso Imbau Warga Waspada Karhutla dan Kekeringan

Buka Layanan Pengaduan, BPBD Bondowoso Imbau Warga Waspada Karhutla dan Kekeringan

1784696982808

Bondowoso – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso menghimbau warga terkait Bencana Kekeringan Tahun 2026. Selain itu, BPBD mitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sebagai langkah antisipasi menghadapi puncak musim kemarau yang berpotensi memperparah krisis air bersih dan meningkatkan risiko kebakaran di sejumlah wilayah.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bondowoso, Kristanto Putro Prasojo, mengatakan musim kemarau tahun ini telah memberikan dampak signifikan terhadap ketersediaan air bersih.

Hingga pertengahan Juli 2026, Bondowoso menjadi salah satu daerah di Jawa Timur yang paling banyak mengajukan sekaligus menerima bantuan dropping air bersih.

Berdasarkan data BPBD, potensi dampak kekeringan diperkirakan menyasar 1.784 hingga 3.238 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 20 dusun, 13 desa, dan 9 kecamatan.

Sembilan kecamatan yang berpotensi terdampak meliputi Botolinggo, Klabang, Tegalampel, Taman Krocok, Maesan, Tlogosari, Wringin, Curahdami, dan Prajekan.

Pihaknya berupaya mempercepat penanganan kekeringan, mempermudah koordinasi lintas instansi, serta memastikan distribusi bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak dapat berjalan lebih efektif.

BPBD mengimbau masyarakat agar menggunakan air bersih secara hemat dan memprioritaskannya untuk kebutuhan pokok sehari-hari.

1785517338444

Warga juga diminta menyiapkan tandon atau tempat penampungan air guna mendukung kelancaran distribusi bantuan air bersih.

Selain itu, pemerintah desa diminta aktif mendata warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih agar bantuan dapat disalurkan sesuai kebutuhan di lapangan.

Di sisi lain, cuaca panas, kelembapan rendah, dan angin kencang selama musim kemarau meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Oleh karena itu, BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok yang masih menyala di kawasan hutan maupun lahan kering, serta menghindari pembakaran sampah tanpa pengawasan di lokasi yang mudah terbakar.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada aparat atau BPBD apabila menemukan titik api maupun kepulan asap agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin sehingga kebakaran tidak meluas.

“Keberhasilan menghadapi musim kemarau tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat dalam menghemat penggunaan air serta mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” ujar Kristanto,Jum’at ,24/07/2026.

BPBD Bondowoso juga membuka layanan pengaduan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan dropping air bersih maupun ingin melaporkan kejadian kebencanaan melalui Telepon (0332) 432550 dan WhatsApp 0823-3179-2373. Masyarakat diimbau segera menghubungi layanan tersebut agar penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

1784091984781
file_00000000d4ac720b8315be53dad5e2f1
file_00000000f3dc71f699615aa3d7e15c43
Screenshot_20260730-221521