Beranda Kesehatan Rangkaian Harganas ,10  Pendaftar Lolos  Skrining, Bondowoso Gelar Bakti Sosial MOP

Rangkaian Harganas ,10  Pendaftar Lolos  Skrining, Bondowoso Gelar Bakti Sosial MOP

1784696982808

Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Sosial P3AKB menggelar bakti sosial Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi dalam rangka mendukung  peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026.

Kepala Dinas Sosial P3AKB Bondowoso, dr. M. Imron, mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya memperluas pilihan metode kontrasepsi bagi pria sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga.

“Awalnya terdapat 13 calon akseptor yang mendaftar. Namun setelah melalui proses skrining kesehatan, tiga orang dinyatakan belum memenuhi syarat sehingga peserta yang dapat mengikuti tindakan vasektomi sebanyak 10 orang,” ujar dr. Imron,Rabu 8/7/2026.

Ia menjelaskan, selain peserta yang tidak lolos skrining, terdapat calon peserta yang berhalangan hadir karena keperluan keluarga sehingga tidak dapat mengikuti tindakan pada hari pelaksanaan di Puskesmas Grujugan.

Menurutnya, jumlah peserta dari Bondowoso memang tidak besar, namun pelaksanaan bakti sosial tersebut tetap menjadi bagian dari kontribusi daerah dalam menyukseskan target nasional pelayanan vasektomi pada momentum Harganas.

“Kami berharap MOP atau vasektomi menjadi salah satu pilihan kontrasepsi yang semakin diminati masyarakat, khususnya pasangan yang telah memiliki jumlah anak sesuai rencana dan telah memenuhi persyaratan medis,” katanya.

1785517338444

Kontrasepsi Permanen bagi Pria
Vasektomi merupakan metode kontrasepsi permanen pada pria yang dilakukan dengan memutus atau menutup saluran sperma (vas deferens), sehingga sperma tidak bercampur dengan air mani saat ejakulasi. Prosedur ini tergolong operasi kecil yang umumnya menggunakan anestesi lokal, aman, efektif, serta memiliki masa pemulihan relatif singkat.

Meski memiliki tingkat efektivitas lebih dari 99 persen dalam mencegah kehamilan setelah hasil pemeriksaan memastikan tidak ada lagi sperma dalam air mani, vasektomi tidak memberikan perlindungan terhadap infeksi menular seksual. Karena itu, penggunaan kondom tetap dianjurkan pada hubungan seksual yang berisiko.

Harapan Tingkatkan Partisipasi Pria
Dr. Imron menilai keterlibatan pria dalam program keluarga berencana masih perlu ditingkatkan. Selama ini, mayoritas peserta KB masih didominasi perempuan, sementara partisipasi pria melalui MOP masih relatif rendah.

Ia berharap edukasi yang terus dilakukan dapat mengubah persepsi masyarakat mengenai vasektomi sehingga lebih banyak pasangan yang mempertimbangkan metode tersebut sebagai solusi kontrasepsi jangka panjang.

“Ke depan kami berharap target akseptor MOP di Bondowoso dapat terus meningkat. Antusiasme masyarakat sebenarnya cukup baik, sehingga melalui edukasi yang berkelanjutan kami optimistis partisipasi pria dalam program KB akan semakin besar,” pungkasnya.

1784091984781
file_00000000d4ac720b8315be53dad5e2f1
file_00000000f3dc71f699615aa3d7e15c43
Screenshot_20260730-221521