Bondowoso — Minat masyarakat mengikuti pelatihan kerja yang diselenggarakan UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Bondowoso tahun ini terbilang tinggi. Dari 330 orang yang mendaftar, sebanyak 258 peserta hadir mengikuti proses seleksi, namun hanya 160 orang yang dinyatakan lolos karena keterbatasan kuota.
Kepala UPTD BLK Bondowoso, Laeli Riswantini, SH, mengatakan setiap kelas pelatihan hanya menampung 16 peserta. Kondisi itu membuat pihaknya tidak dapat menerima seluruh pendaftar yang antusias mengikuti program tersebut.
“Setiap kelas hanya berkapasitas 16 peserta sehingga kami tidak bisa menerima lebih banyak. Tingginya minat masyarakat menunjukkan kebutuhan terhadap pelatihan keterampilan masih sangat besar,dan 80 persen dinyatakan kompeten,” ujarnya,Rabu 8/7/2026.
Laeli menjelaskan, pelatihan tersebut dibiayai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dengan total anggaran sekitar Rp750 juta. Awalnya, program hanya dirancang untuk tujuh jenis pelatihan. Namun, melihat tingginya jumlah peminat, jumlah program akhirnya ditambah menjadi 10 pelatihan.
Sepuluh pelatihan yang dibuka meliputi barista, desain grafis muda, hidroponik, menjahit, Practical Office Advance (POA), Pengelolaan Administrasi Perkantoran (PAP), pembuatan roti dan kue, teknik las, teknik listrik, serta teknisi sepeda motor.
Durasi pelatihan disesuaikan dengan kompetensi masing-masing bidang, mulai 14 hari hingga 34 hari. Setelah itu, peserta akan mengikuti uji kompetensi sebagai syarat memperoleh sertifikat keahlian.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Tenaga Kerja Kabupaten Bondowoso, Hari Cahyono, menyebut program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menekan angka pengangguran.
“Tujuan pelatihan ini adalah memberikan keterampilan kepada masyarakat yang belum memiliki keahlian agar menjadi kompeten dan mampu mengaplikasikan ilmunya di dunia kerja maupun berwirausaha,” katanya.
Hari menambahkan, peserta yang dinyatakan kompeten akan memperoleh sertifikat keahlian yang dapat digunakan sebagai salah satu syarat saat melamar pekerjaan. Ia berharap pelatihan ini tidak berhenti pada peningkatan kemampuan teknis semata, tetapi juga menjadi bekal bagi peserta untuk meningkatkan kesejahteraan dan membuka peluang usaha baru di Bondowoso.














