Bondowoso – Sebanyak 48 peserta mengikuti Wisuda Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) di Pendopo Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, Selasa (30/6/2026).
Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi atas semangat para lanjut usia (lansia) yang terus belajar demi meningkatkan kualitas hidup di usia senja.
Mewakili Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Bondowoso, Kepala Bidang KSPPKB, Ani Farmadiani, S.ST., Bdn., M.M., menyampaikan permohonan maaf karena Kepala Dinsos P3AKB tidak dapat hadir secara langsung. Saat bersamaan, yang bersangkutan tengah mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan di Jakarta.
Ani mengungkapkan rasa bangga atas semangat para lansia yang tetap memilih menimba ilmu meski telah memasuki usia lanjut.
“Di usia yang seharusnya Bapak dan Ibu beristirahat, justru memilih untuk terus belajar. Ini menjadi bukti bahwa belajar tidak mengenal usia. Setelah bertahun-tahun mengabdi kepada keluarga, kini saatnya Bapak dan Ibu mengembangkan diri,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan laporan Tim Penggerak PKK Kecamatan Tenggarang, seluruh desa telah melaksanakan program Sekolah Lansia Tangguh. Namun, untuk wisuda tahap pertama ini, peserta yang dinyatakan lulus berasal dari Kelurahan Tenggarang.
Pada kesempatan tersebut, Ani menyampaikan tiga pesan dari Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso kepada para wisudawan.
Pesan pertama, para lansia diminta menjaga dan mengamalkan ilmu yang telah diperoleh selama mengikuti Sekolah Lansia Tangguh. Menurutnya, wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal untuk terus meningkatkan pengetahuan serta mempererat silaturahmi antar sesama lansia.
Pesan kedua, para wisudawan diharapkan tetap menjadi teladan di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Selain itu, mereka juga diminta mengajak rekan-rekan seusianya untuk mengikuti Sekolah Lansia Tangguh yang akan terus dikembangkan.
Ani menjelaskan, program Sekolah Lansia Tangguh memiliki jenjang pembelajaran yang berkelanjutan, yakni setara S1, S2, hingga S3, sehingga para peserta dapat terus mengikuti proses pembelajaran pada tahap berikutnya.
“Semoga para wisudawan tetap semangat melanjutkan ke jenjang berikutnya sehingga semakin mandiri, sehat, dan berdaya,” katanya.
Pesan ketiga, lanjut Ani, para lansia diharapkan tetap produktif dan menjalani kehidupan dengan bahagia. Menurutnya, semangat hidup yang positif akan menjadi teladan bagi anak, cucu, serta masyarakat sekitar.
“Wisuda ini menjadi hadiah terbaik bagi keluarga, sekaligus bukti bahwa lansia mampu tetap sehat, aktif, produktif, dan bahagia,” tuturnya.
Program Sekolah Lansia Tangguh merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup lansia melalui pendidikan nonformal yang menitikberatkan pada aspek kesehatan, kemandirian, sosial, dan kesejahteraan. Diharapkan, para lulusan dapat menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang lebih ramah terhadap lansia di Kabupaten Bondowoso.














