Beranda Lensa Nusantara Bondowoso Siapkan Baksos Kesehatan Kolaboratif, Target Layani 2.250 Warga

Bondowoso Siapkan Baksos Kesehatan Kolaboratif, Target Layani 2.250 Warga

1784696982808

 

Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus mematangkan persiapan pelaksanaan bakti sosial (baksos) kesehatan kolaboratif yang ditargetkan mampu melayani sekitar 2.250 warga.

Kegiatan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Fathur Rozi, di Aula Sabha Bina Praja Sekretariat Pemkab Bondowoso, Selasa (19/5/2026).

Dalam rapat tersebut, Sekda menegaskan pentingnya sinergi seluruh pihak agar target pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat tercapai secara optimal.

Meski demikian, ia menyebut apabila jumlah peserta tidak mencapai target, hal itu justru dapat menjadi indikator positif terhadap kondisi kesehatan masyarakat Bondowoso.

“Targetnya kurang lebih 2.250 peserta. Tentu kita upayakan tercapai semaksimal mungkin. Namun kalau nantinya tidak mencapai target, berarti masyarakat Bondowoso tidak banyak yang sakit, dan itu juga hal yang baik,” ujar Fathur Rozi usai rapat.

1785517338444

Ia menjelaskan, kegiatan bakti sosial kesehatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, NGO, organisasi masyarakat, serta berbagai elemen sosial lainnya dalam misi kemanusiaan dan pelayanan kesehatan masyarakat.

Menurut Fathur Rozi, kegiatan serupa bersama John Fawcett Foundation
(JFF) telah delapan kali dilaksanakan di Bondowoso. Sebelumnya, kegiatan rutin digelar di Klinik NU, sementara untuk tahun ini direncanakan berlangsung di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

“Ini bentuk kerja kolaboratif. Selama ini kegiatan bersama JFF sudah delapan kali dilaksanakan di Bondowoso. Biasanya di Klinik NU, dan kali ini rencananya akan digelar di SKB,” jelasnya.

Sekda juga memastikan seluruh instansi terkait telah mendapatkan pembagian tugas dan kuota peserta masing-masing guna mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan. Dinas Kesehatan Bondowoso, kata dia, turut mendapat alokasi pelayanan kesehatan dalam jumlah tertentu.

“Semua sudah terbagi habis. Dinas Kesehatan mendapat kuota sekitar 250 peserta, sementara instansi lainnya juga sudah mendapatkan pembagian sesuai kapasitas masing-masing,” imbuhnya.

Ia berharap pelaksanaan bakti sosial kesehatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh unsur masyarakat dalam meningkatkan pelayanan kemanusiaan di Bondowoso.

1784091984781
file_00000000d4ac720b8315be53dad5e2f1
file_00000000f3dc71f699615aa3d7e15c43
Screenshot_20260730-221521