Bondowoso — Bupati Bondowoso melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Fathur Rozi, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Pekan Pendidikan Berkah 2026 yang dinilai memberikan dampak positif bagi perkembangan peserta didik.
Kegiatan tersebut diharapkan terus dikembangkan karena tidak hanya berorientasi pada perlombaan, tetapi juga menjadi ruang ekspresi bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.
Menurut Fathur Rozi, kegiatan ini mencerminkan pendekatan pendidikan berbasis multiple intelligences atau kecerdasan majemuk.
Ia menegaskan bahwa setiap anak memiliki potensi dan kecerdasan yang berbeda, sehingga perlu diberikan ruang yang sama untuk berkembang.
“Lomba yang dilaksanakan tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga menyentuh aspek karakter dan kinestetik. Ini penting karena pada prinsipnya tidak ada satu kecerdasan yang lebih baik dari yang lain, semuanya memiliki nilai yang sama dan harus didukung,” ujarnya,Selasa ,28 /04/2026
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat dalam memajukan sektor pendidikan.
Menurutnya, tanggung jawab terhadap pendidikan tidak hanya berada di pundak pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama.
Ia berharap kegiatan Pekan Pendidikan Berkah mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi siswa, sehingga mereka dapat mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki.
Kedepan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan dengan melibatkan lebih banyak pihak.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto, menjelaskan bahwa Pekan Pendidikan Berkah 2026 dilaksanakan dalam dua tahap.
Tahap pertama untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) digelar pada 7–16 April 2026 dengan melibatkan 13 jenis lomba dan 18 kategori kejuaraan.
“Beberapa lomba yang digelar antara lain murid teladan, cerdas cermat, olimpiade Matematika, IPA, IPS, mendongeng, menggambar ekspresi, pidato cilik, membaca puisi, menyanyi solo, senam Anak Indonesia Hebat, gobak sodor, bola voli mini, atletik, hingga bulutangkis,” jelasnya.
Tahap kedua dimulai pada 27 April 2026 dengan berbagai lomba tambahan, seperti lomba cerpen yang rencananya akan diterbitkan, lomba atletik di Stadion Magenda, lomba vlog, serta lomba poster digital bertema pariwisata dan budaya Bondowoso.
“Untuk lomba poster digital, kami berharap karya terbaik dapat dicetak dan dipamerkan sebagai bentuk apresiasi sekaligus promosi potensi daerah,” ujarnya.
Selain itu, pada rangkaian kegiatan berikutnya juga digelar lomba membaca puisi, tari remo, bahasa Inggris, pendidikan Pancasila, hingga penampilan kolosal tari remo yang akan melibatkan sekitar 400 siswa pada peringatan Hari Pendidikan Nasional.
Taufan juga menjelaskan bahwa pembiayaan kegiatan sebagian besar berasal dari partisipasi dan semangat insan pendidikan di Bondowoso.
“Sekitar 70 persen kegiatan ini didukung oleh semangat dan partisipasi insan pendidikan. Sementara 15 persen berasal dari DPA Dinas Pendidikan, dan sisanya didukung oleh mitra, termasuk Komunitas Duta Sekolah , serta pihak penerbit,” paparnya.
Ia berharap Pekan Pendidikan Berkah dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang sebagai wadah pengembangan potensi siswa.
“Kami berharap kegiatan ini dapat dicanangkan secara berkelanjutan, tidak hanya pada tahun 2026, tetapi juga menjadi agenda rutin di tahun-tahun berikutnya,” pungkasnya.











