Beranda Lensa Nusantara Komisi IV Minta Dispendik Lebih Inovatif dalam Pengelolaan Program

Komisi IV Minta Dispendik Lebih Inovatif dalam Pengelolaan Program

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso — Sekretaris Komisi IV DPRD Bondowoso, Abdul Majid, meminta Dinas Pendidikan setempat untuk lebih inovatif dalam mengelola program, sekaligus mampu memilah skala prioritas di tengah keterbatasan anggaran tahun 2026.

Permintaan tersebut disampaikan menyusul adanya koreksi signifikan pada anggaran sektor pendidikan dalam APBD 2026.

Salah satu yang paling terdampak adalah Dana Alokasi Khusus (DAK) yang mengalami pengurangan sekitar Rp52 miliar.

Politisi Gerindra ini juga mengatakan ,Kondisi ini dipastikan berimbas pada menurunnya kegiatan pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur pendidikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Majid menegaskan, situasi ini harus dijawab dengan strategi yang tepat agar layanan pendidikan tetap berjalan optimal.

“Kami meminta Dinas Pendidikan tidak menjalankan program secara umum, tetapi benar-benar selektif dan berbasis prioritas. Fokuskan pada kebutuhan yang paling mendesak dan berdampak langsung,” ujarnya saat dikonfirmasi ,Selasa ,28/04/2026.

FB_IMG_1773966750014

Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan stagnasi. Justru, lanjut Majid, diperlukan terobosan dan inovasi agar program yang dijalankan tetap efektif meski dengan sumber daya terbatas.
Ia juga menekankan pentingnya memilih kegiatan yang tidak membutuhkan biaya pemeliharaan besar, sehingga tidak membebani anggaran di tahun-tahun berikutnya.

“Dengan anggaran yang ada saat ini, harus dimaksimalkan. Program yang dipilih sebaiknya efisien, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Meski demikian, peluang penambahan anggaran masih terbuka melalui Perubahan APBD yang dijadwalkan sekitar Juli 2026. Hal ini mengingat sejumlah komponen pendapatan daerah, baik dari pemerintah pusat maupun transfer provinsi, masih bersifat dinamis saat penyusunan anggaran berlangsung.

Di sisi lain, sempat muncul wacana pemangkasan anggaran hingga 20 persen akibat faktor eksternal, termasuk dinamika geopolitik global yang berpotensi memengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional dan pendapatan negara.

Namun hingga saat ini, kebijakan tersebut belum direalisasikan.
DPRD berharap, dengan langkah inovatif dan penentuan prioritas yang tepat, sektor pendidikan di Bondowoso tetap mampu memberikan layanan maksimal bagi masyarakat meski di tengah tekanan fiskal.

images (15)