Beranda Lensa Nusantara Dari Keluhan Jadi Solusi, RANTAS Targetkan Perbaikan Jalan Secara Tuntas Secara Bertahap

Dari Keluhan Jadi Solusi, RANTAS Targetkan Perbaikan Jalan Secara Tuntas Secara Bertahap

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso menggulirkan program Ruas Infrastruktur Jalan Tuntas (RANTAS) sebagai upaya menjawab keluhan masyarakat terkait kondisi jalan yang rusak.

Program ini mulai dilaksanakan secara bertahap, menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.

Bupati Bondowoso, KH. Abdul Hamid Wahid, menyampaikan bahwa program RANTAS lahir dari kebutuhan nyata masyarakat serta menjadi bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.

“Infrastruktur merupakan fondasi utama pelayanan publik dan pertumbuhan ekonomi. RANTAS hadir bukan sekadar memperbaiki jalan, tetapi memastikan konektivitas antarwilayah berfungsi optimal,” ujarnya,Senin 27/04/2026.

Data yang ada menunjukkan kondisi jalan di Bondowoso masih memerlukan perhatian serius. Hanya sekitar 17 persen jalan dalam kondisi baik, sementara 27 persen mengalami kerusakan berat.

Di tengah keterbatasan anggaran, Pemkab menerapkan pendekatan pembangunan berbasis dampak (impact-based development), dengan memprioritaskan ruas jalan yang menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan dasar.

Bupati menegaskan bahwa pembangunan dilakukan secara bertahap mengingat keterbatasan anggaran.

Wilayah yang belum masuk dalam program tahun ini telah dipetakan untuk penanganan pada tahun berikutnya.

“Kami memahami harapan masyarakat sangat besar. Namun pembangunan harus dilakukan secara bertahap agar hasilnya maksimal dan tidak setengah-setengah,” katanya.

Dari sisi manfaat, Pemkab berharap program ini mampu menurunkan biaya logistik, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta membuka akses ekonomi baru di wilayah pedesaan.

Infrastruktur yang baik juga diyakini dapat meningkatkan investasi dan kesejahteraan masyarakat.

Untuk menjamin kualitas pekerjaan, pemerintah menerapkan pengawasan berlapis, mulai dari konsultan pengawas hingga tim teknis dinas, serta uji material di lapangan.

Kontraktor juga diwajibkan memenuhi spesifikasi teknis dan masa pemeliharaan.
Pemkab Bondowoso turut membuka ruang partisipasi masyarakat dalam pengawasan program ini.

FB_IMG_1773966750014

Warga dapat menyampaikan laporan atau pengaduan melalui kanal resmi pemerintah daerah yang akan ditindaklanjuti dengan verifikasi lapangan.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga infrastruktur yang telah dibangun. Ini adalah aset bersama yang harus dirawat demi manfaat jangka panjang,” papar Bupati.

Program RANTAS diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperbaiki kualitas infrastruktur jalan di Bondowoso, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Ditempat yang sama Kepala Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Bina Konstruksi (BSBK) Bondowoso, Ansori, menjelaskan bahwa program RANTAS memiliki perbedaan mendasar dibandingkan pemeliharaan jalan sebelumnya.

“Pendekatan yang digunakan berbasis ruas tuntas, bukan tambal sulam. Penanganan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari struktur jalan, lapisan permukaan, hingga sistem drainase dalam satu paket pekerjaan,” jelasnya.

Pada tahun 2026, Pemkab Bondowoso menargetkan perbaikan di 134 titik jalan dengan total anggaran sekitar Rp50 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Hal ini dilakukan menyusul tidak adanya alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dari pemerintah pusat untuk sektor jalan,juga keterbatasan dana Desa ,padahal kata dia ada 5 kelas jalan .

Ansori menambahkan, penentuan prioritas didasarkan pada tingkat kerusakan jalan, volume lalu lintas, serta fungsi strategis ruas jalan, seperti akses menuju sentra ekonomi, fasilitas pendidikan, dan layanan kesehatan.

Selain itu, program RANTAS juga mengintegrasikan perbaikan drainase sebagai bagian penting dari pembangunan jalan.

“Kerusakan jalan sering kali disebabkan oleh air. Karena itu, penanganan drainase menjadi bagian integral, bukan tambahan,” tegasnya.

Meski sempat menghadapi kendala administratif di awal pelaksanaan, Pemkab Bondowoso optimistis target 134 titik dapat diselesaikan tepat waktu melalui percepatan perencanaan dan pengadaan serta koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

 

images (15)