Beranda Lensa Nusantara Sinergi Lintas Sektor Diperkuat, Dinsos P3AKB Bondowoso Tegaskan Komitmen Lindungi Anak dari...

Sinergi Lintas Sektor Diperkuat, Dinsos P3AKB Bondowoso Tegaskan Komitmen Lindungi Anak dari Kekerasan

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso dr M.K mengatakan bahwa pihaknya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mencegah keterlibatan anak dalam proses hukum serta memperkuat pendekatan berbasis keluarga dan komunitas.

Hal ini kata Imron sejalan dengan upaya mewujudkan Bondowoso sebagai Kabupaten Layak Anak.

Pernyataan tersebut disampaikan dr Imron usai mengikuti pres rilis di polres Bondowoso terkait adanyabpelecehan seksual yang dilakukan seorang ipar kepada anak berusia dibawah umur (16 tahun) di Bondowoso .

” Pentingnya koordinasi semua pihak dalam upaya preventif. Pencegahan anak berhadapan dengan hukum tidak bisa dilakukan secara sektoral. Diperlukan sinergi dan koordinasi antarinstansi, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten, agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran. Upaya preventif di masyarakat dan keluarga harus diperkuat sebagai garda terdepan perlindungan anak,” ujarnya.

Selain itu kata Imron Kasus kekerasan seksual menjadi potret keprihatinan yang tidak bisa diabaikan. Meningkatnya intensitas dan dampak kekerasan ini, bahkan hingga menimbulkan korban, menegaskan pentingnya perhatian serius dari semua pihak. Inilah alasan mengapa koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam membangun ekosistem perlindungan anak yang lebih responsif, preventif, dan berkelanjutan.

“Anak-anak yang berhadapan dengan hukum sering kali terdorong oleh berbagai faktor, mulai dari lingkungan keluarga, pengaruh digital, hingga pergaulan.Untuk itu pendampingan orang tua ataupun dinas sangat diperlukan,”

Ia juga menekankan pentingnya empati terhadap kondisi anak. Anak yang bermasalah adalah anak yang sedang patah hati. Kita tidak bisa menilai mereka hanya dari apa yang tampak di permukaan.

Lihatlah latar belakangnya setiap anak punya cerita. Bondowoso harus menjadi tempat yang layak dan ramah untuk semua anak.

“Kita tidak bisa menutup mata terhadap kenyataan yang terjadi di sekitar kita, pentingnya keterlibatan semua sektor untuk menciptakan generasi anak yang berkarakter. Salah satu upaya konkret yang harus diperkuat adalah pengasuhan positif dalam lingkungan keluarga dan masyarakat.

Menurutnya jangan hanya hadir saat anak berhadapan dengan hukum, tetapi mendampingi juga berkewajiban melakukan pengawasan dan pembimbingan untuk memastikan anak bisa kembali ke masyarakat dengan baik

FB_IMG_1773966750014

Seperti kasus saat ini , pertama menimpa seorang anak berusia 12 tahun yang merupakan anak berkebutuhan khusus (ABK) kemusian kasus kedua terjadi pada seorang remaja berusia 16 tahun, di mana pelaku diketahui merupakan kakak ipar korban sendiri.

“Kedua peristiwa ini menambah daftar panjang kasus kekerasan terhadap anak yang
memerlukan perhatian serius dari
semua pihak.Lebih-lebih Dinsos P3AKB harus mempunyai langkah kongrit dalam penanganan kasus tersebut,”jelasnya ,Jum’at 17/04/2026.

Pertama kata Imron ,Respon Cepat Pengaduan ,jadi Laporan masyarakat langsung
ditindaklanjuti secara cepat dan tepat

Kemudian yang kedua Pendampingan Korban
Anak korban mendapat pendampingan
psikologis dan hukum.

Sementara tidak kalah pentingnya adalah Koordinasi Lintas Sektor
Bersinergi dengan kepolisian,
tenaga medis, dan lembaga terkait

Selain itu Imron menyampaikan bahwa Edukasi dan Pencegahan Sosialisasi ke sekolah dan masyarakat untuk mencegah kasus serupa.

Sangat penting adalah Perlindungan ldentitas
Korban ini untuk nenjaga privasi anak demi keamanan dan pemulihan

 

 

images (15)