Beranda Kesehatan 82 Akseptor MOW, Dukung Terwujudnya Keluarga Berkualitas di Bondowoso

82 Akseptor MOW, Dukung Terwujudnya Keluarga Berkualitas di Bondowoso

1784696982808

Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) terus mendorong program Keluarga Berencana (KB) guna mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pelayanan Metode Operasi Wanita (MOW) yang tahun ini menargetkan 82 akseptor.

Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso, dr. M. Imron, mengatakan jumlah peserta MOW tahun 2026 mencapai 82 akseptor yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Bondowoso.

“Awalnya target yang diberikan sebanyak 70 akseptor. Namun, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan tambahan kuota sehingga total menjadi 82 peserta. Alhamdulillah, seluruh kuota tersebut dapat terpenuhi,” ujar dr. Imron.

Menurutnya, pembiayaan program tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang disalurkan melalui program Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) bersama BKKBN, serta didukung oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso.

Sebelum mengikuti tindakan MOW, seluruh calon akseptor menjalani proses seleksi dan pemeriksaan kesehatan di 25 puskesmas yang tersebar di wilayah Bondowoso.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan peserta tidak memiliki penyakit penyerta yang dapat memengaruhi proses tindakan medis.

“Yang terpenting adalah peserta masih berada pada usia reproduktif dan secara medis memenuhi syarat untuk mengikuti program MOW,” katanya,Sabtu 20/06/2025/6 di RSUD Bondowoso

Ia menjelaskan, program MOW merupakan bagian dari upaya pengendalian pertumbuhan penduduk sekaligus mendukung terwujudnya keluarga berkualitas. Program ini dianjurkan bagi pasangan yang merasa jumlah anak sudah cukup dan tidak berencana menambah keturunan.

Selain MOW, pemerintah juga memiliki program Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi. Tahun ini Bondowoso menargetkan 10 peserta MOP yang pelaksanaannya akan dijadwalkan kemudian.

“Minat masyarakat sebenarnya sangat tinggi. Peminat MOW mencapai sekitar 300 orang. Namun, karena keterbatasan kuota yang tersedia tahun ini hanya 82 peserta yang dapat dilayani melalui program tersebut,” ungkapnya.

1785517338444

Meski demikian, peserta yang belum terakomodasi akan tetap mendapatkan pelayanan melalui program keluarga berencana yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bondowoso bekerja sama dengan rumah sakit dan tenaga medis yang kompeten.

Target MOW Bondowoso Capai 100 Persen

Sementara itu, Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur, Sodiqi, mengapresiasi keberhasilan Kabupaten Bondowoso dalam memenuhi target pelayanan MOW tahun ini.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 yang dilaksanakan secara serentak.

“Hari ini target MOW Kabupaten Bondowoso sebanyak 70 peserta ditambah 12 peserta sehingga total menjadi 82 akseptor. Dengan demikian, capaian target pelayanan MOW di Bondowoso telah mencapai 100 persen,” ujarnya.

Sodiqi juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bondowoso atas dukungan dan komitmen yang diberikan terhadap program keluarga berencana. Dukungan tersebut ditunjukkan melalui kehadiran jajaran pemerintah daerah, Tim Penggerak PKK, serta tenaga kesehatan dalam pelaksanaan kegiatan.

Menurutnya, kuota MOW tahun ini memang lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya karena adanya penyesuaian anggaran APBN secara nasional.

“Secara nasional anggaran mengalami pengurangan sekitar 50 persen. Karena itu kuota yang sebelumnya sekitar 125 peserta kini menjadi 82 peserta,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa tingginya minat masyarakat untuk mengikuti program MOW menunjukkan meningkatnya kesadaran keluarga terhadap pentingnya perencanaan keluarga.

Bagi masyarakat yang belum dapat mengikuti MOW, masih tersedia alternatif kontrasepsi jangka panjang seperti Implan dan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) atau IUD.
Sodiqi menegaskan bahwa peserta MOW harus memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya telah memiliki anak, mendapatkan persetujuan pasangan, serta memiliki komitmen bersama untuk tidak menambah keturunan.

“Kami berharap kesadaran masyarakat untuk mengikuti program KB terus meningkat sehingga mampu mendukung terwujudnya keluarga yang sehat, berkualitas, dan sejahtera,” pungkasnya.

1784091984781
file_00000000d4ac720b8315be53dad5e2f1
file_00000000f3dc71f699615aa3d7e15c43
Screenshot_20260730-221521