Beranda Ekonomi & Teknologi 60 Pelaku Seni Tampilkan Atraksi Pada Pencanangan Desa Budaya ke 9 di...

60 Pelaku Seni Tampilkan Atraksi Pada Pencanangan Desa Budaya ke 9 di Bondowoso

1784696982808

Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya daerah dengan mencanangkan Desa Karanganyar sebagai Desa Budaya ke-9 di Kabupaten Bondowoso, Kamis (30/7/2026).

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat identitas budaya lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Pencanangan Desa Budaya Karanganyar tidak hanya menjadi seremoni penetapan status, tetapi juga dirancang sebagai ruang kolaborasi antara pelestarian budaya, pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta peningkatan kualitas layanan publik bagi masyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso, Gede Budiawan, mengatakan Desa Karanganyar merupakan desa budaya kesembilan yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Program tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga eksistensi budaya lokal di tengah perubahan zaman.

“Desa Karanganyar menjadi Desa Budaya ke-9 di Bondowoso. Sebelumnya telah ditetapkan delapan desa budaya lainnya. Melalui program ini kami ingin menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap identitas budaya lokal sekaligus mengembangkan pariwisata berbasis budaya,” ujarnya.

Gede mengungkapkan, Pemkab Bondowoso juga terus memperkuat pengakuan terhadap kekayaan budaya daerah di tingkat nasional. Pada tahun 2026, pemerintah daerah akan kembali mengusulkan satu kesenian tradisional sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Sebelumnya, kesenian Singo Ulung dan tradisi Gugur Gunung telah resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Menurutnya, pencanangan Desa Budaya Karanganyar dikemas dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Sebanyak delapan kelompok kesenian tradisional dengan sekitar 60 pelaku seni turut menampilkan atraksi budaya.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan 10 pelaku UMKM lokal, pasar murah dari Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan Dinas Kesehatan Bondowoso.

Sementara itu, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan bahwa pencanangan Desa Budaya merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah bersama masyarakat dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan kekayaan budaya sebagai identitas daerah.

1785517338444

Menurut Bupati, Desa Karanganyar memiliki kekayaan budaya yang masih hidup dan diwariskan secara turun-temurun selama ratusan tahun. Tradisi yang terus dijaga masyarakat mencerminkan nilai-nilai luhur berupa kebersamaan, penghormatan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta semangat menjaga harmoni kehidupan.

“Desa Karanganyar memiliki kekayaan budaya yang hidup dan diwariskan secara turun-temurun selama ratusan tahun. Tradisi yang dimiliki masyarakat menjadi bukti adanya nilai luhur berupa kebersamaan, penghormatan kepada Sang Pencipta, serta semangat menjaga harmoni kehidupan,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi tidak boleh menggerus keberadaan budaya lokal. Sebaliknya, budaya harus terus dipraktikkan, dipelajari oleh generasi muda, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai dan jati dirinya.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai akar budayanya,” tegasnya.

Bupati berharap Desa Budaya Karanganyar dapat berkembang menjadi pusat pembelajaran budaya, ruang tumbuh kreativitas masyarakat, sekaligus menjadi penggerak ekonomi desa melalui pengembangan pariwisata berbasis budaya, pemberdayaan UMKM, dan penguatan identitas lokal.

Ia juga mendorong agar seluruh tradisi dan kesenian daerah terus diwariskan melalui jalur pendidikan, kegiatan seni budaya, dokumentasi, penelitian, hingga promosi yang lebih luas agar semakin dikenal masyarakat dan memberikan manfaat ekonomi maupun sosial.

“Sejalan dengan semangat Bondowoso Berkah, budaya bukan hanya warisan yang harus dijaga, tetapi juga modal sosial untuk menggerakkan pembangunan daerah yang maju, sejahtera, dan tetap berakar pada nilai-nilai kearifan lokal,” pungkasnya.

 

1784091984781
file_00000000d4ac720b8315be53dad5e2f1
file_00000000f3dc71f699615aa3d7e15c43
Screenshot_20260730-221521