Beranda Lensa Nusantara 18 Tahun Melatih Paskibraka Bondowoso, Pelatih Sebut 2026 Terbaik,Pelatih Tunaikan Janji push-up

18 Tahun Melatih Paskibraka Bondowoso, Pelatih Sebut 2026 Terbaik,Pelatih Tunaikan Janji push-up

1784696982808

BONDOWOSO, TapalkudaPost.com – Dedikasi selama bertahun-tahun dalam membina Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bondowoso membuahkan kebanggaan tersendiri bagi para pelatih.

Salah satunya Nur Rokhib, yang telah mengabdikan diri melatih Paskibraka Bondowoso sejak 2010.

Tahun ini, Nur Rokhib dan pelatih lainya menilai Paskibraka Kabupaten Bondowoso 2026 menjadi salah satu yang terbaik selama dirinya terlibat dalam proses pembinaan.

“Dari tahun ke tahun, Paskibraka ini semakin meningkat. Tahun 2025 sudah terbaik, ternyata tahun 2026 ini lebih baik lagi. Ini yang terbaik dan menjadi kebanggaan kami sebagai pelatih,” ujar Nur Rokhib usai pengibaran Bendera Merah Putih di Alun-alun RBA Kironggo ,17/08/2026.

Ia menjelaskan, proses pembinaan tidak berlangsung instan. Para peserta digembleng sejak awal, termasuk mereka yang sebelumnya belum memahami teknik dasar baris-berbaris, hingga akhirnya mampu menjalankan tugas dengan disiplin dan penuh percaya diri.

“Memang banyak suka dan dukanya. Tetapi Alhamdulillah, semuanya bisa kami atasi dan kami lewati bersama,” katanya.
70 Pelajar, Total Personel Mencapai 75 Orang.

Paskibraka Kabupaten Bondowoso 2026 terdiri atas 70 pelajar, dengan rincian 35 putri dan 35 putra.

Selain anggota inti tersebut, terdapat personel pendukung sehingga keseluruhan kekuatan pasukan mencapai 75 orang, termasuk empat orang pengawal dan unsur pendukung lainnya.
Dalam proses latihan, para peserta tidak hanya ditempa dari sisi kemampuan baris-berbaris, tetapi juga kedisiplinan, kekompakan, mental, tanggung jawab, serta kesiapan menjalankan tugas pengibaran dan penurunan bendera.

Nur Rokhib mengatakan, latihan telah dimulai sejak awal Agustus. Proses latihan secara aktif berlangsung sejak Senin, 3 Agustus 2026.

Untuk tugas pengibaran dan penurunan bendera, terdapat penyesuaian posisi personel. Petugas yang bertugas membawa baki pada saat pengibaran akan mendapat posisi berbeda ketika pelaksanaan penurunan bendera.
Lima Pelatih

Nur Rokhib menyebut, proses pembinaan Paskibraka Bondowoso 2026 dilakukan oleh lima orang pelatih. Tim tersebut terdiri atas unsur TNI dan kepolisian serta pelatih yang memiliki pengalaman dalam pembinaan baris-berbaris.

1785517338444

Dirinya saat ini bertugas di staf teritorial Kodim Bondowoso dan dipercaya menjadi salah satu pelatih Paskibraka.
Selama 17 tahun mengabdikan diri sebagai pelatih di Bondowoso, Nur Rokhib menyaksikan langsung perkembangan kemampuan para peserta dari tahun ke tahun.

Menurutnya, keberhasilan Paskibraka bukan hanya hasil latihan fisik, melainkan buah dari kerja sama antara peserta, pelatih, pembina, orang tua, dan seluruh pihak yang terlibat.

Janji Push-Up Berbuah Tangis Haru
Ada momen mengharukan setelah seluruh rangkaian tugas Paskibraka berhasil dilaksanakan dengan baik.

Sebelumnya, lima orang pelatih membuat sebuah janji sederhana. Jika para anggota Paskibraka mampu menjalankan tugas pengibaran bendera dengan baik, para pelatih akan melakukan push-up sebanyak 10 kali.Janji tersebut akhirnya benar-benar ditunaikan.

Meski para anggota Paskibraka sempat melarang para pelatih melakukan push-up, kelima pelatih tetap menepati janji yang telah mereka ucapkan.

Momen tersebut berubah menjadi suasana haru. Para anggota Paskibraka tak kuasa menahan tangis ketika menyaksikan para pelatih menunaikan janji mereka.

Bagi para pelatih, push-up tersebut bukan sekadar bentuk hukuman atau tantangan. Momen itu menjadi simbol kebersamaan, penghargaan, sekaligus ungkapan rasa bangga setelah menyaksikan anak-anak didiknya berhasil menjalankan tugas dengan baik.

Setelah melewati latihan panjang, disiplin ketat, rasa lelah, serta berbagai tantangan, Paskibraka Bondowoso 2026 akhirnya mampu menunjukkan hasil pembinaan yang membanggakan.

Bagi Nur Rokhib dan para pelatih, keberhasilan tersebut menjadi hadiah atas proses panjang selama bertahun-tahun membina generasi muda Bondowoso.

“Ini kebanggaan kami sebagai pelatih. Melihat anak-anak yang awalnya belum tahu baris-berbaris, kemudian mampu tampil dengan baik, tentu menjadi kebahagiaan tersendiri,” pungkasnya.

1784091984781
file_00000000d4ac720b8315be53dad5e2f1
file_00000000f3dc71f699615aa3d7e15c43
Screenshot_20260730-221521