Bondowoso – Sinung Sudrajad, salah satu keturunan Raden Bagus Asra atau Ki Ronggo Bondowoso menegaskan bahwa pihaknya tidak akan meminta bantuan OPD dalam hal merawat makam The Founding Father (Raden Bagus Asra Kironggo).
Hal itu disampaikan Sinung usai atap makam Ki Ronggo rusak karena diterjang bencana puting beliung benerapa waktu lalu dan Pemkab Bondowoso terkesan tutup mata ,padahal,kerusakan itu telah berbulan-bulan, sampai diputuskan iuran di internal keluarga.
Dikatakan bahwa makam Ki Ronggo telah ditetapkan sebagai destinasi wisata religi dan cagar budaya di Kabupaten Bondowoso, yang mana pemeliharaan seharusnya ditangani oleh Pemkab setempat.
Kendati demikian, pasca diterjang bencana puting beliung pada 24 September 2022 silam, tidak ada tindaklanjut dari Pemkab Bondowoso untuk memperbaikinya.
Dengan keadaan tanpa respon dari Pemkab utamanya OPD terkait, Ikatan Keluarga Besar Ki Ronggo Bondowoso iuran untuk memperbaiki sendiri atap makam Ki Ronggo tersebut dan kini progres sudah 90 persen.
“Karena tidak segera ada tindakan dari pemerintah, banyak sekali hikmah yang kami dapatkan,” kata Sinung Sudrajad yang menjabat sebagai Wakil Ketua Ikatan Keluarga Besar Ki Ronggo Bondowoso, Senin (26/12/2022).
Menurutnya ,3 bulan pembiaran atap yang rusak oleh pemerintah justru membangkitkan kembali kekompakan Ikatan Keluarga Besar Ki Ronggo.
“Bahwa kami mampu menjaga, merawat, melestarikan area pemakaman Ki Ronggo Bondowoso,” yegasnya.
Menurut Sinung ,sebagai cagar budaya dan destinasi wisata religi, Makam Ki Ronggo biasanya didukung oleh beberapa OPD dalam pemeliharaannya dan partisipasi dari sisi operasional.
“Jadi memang wajar kalau kami sedikit kecewa, karena bencana puting beliung yang terjadi 24 september 2022 lalu sampai dengan Desember tidak ada tindakan dari pemerintah,” cerca politisi PDIP ini.
Kendati demikian Sinung enggan mengkambinghitamkan siapapun dalam persoalan ini. Justru ia menilai bahwa pihaknya pun ikut bersalah.
“Kenapa kami juga bersalah? Karena kami terlalu bergantung pada pemerintah,” ungkap Wakil Ketua DPRD Bondowoso ini.
Oleh sebab itu, Sinung menegaskan bahwa ,ke depan Ikatan Keluarga Besar Ki Ronggo Bondowoso tidak akan meminta bantuan kepada OPD untuk merawat Makam Bapak Pendiri Bondowoso tersebut.
“Ke depan monggo kalau pemerintah mau bantu silahkan. Tapi yang jelas kami tidak akan pernah keluar masuk OPD seolah-olah mengemis bantuan, dengan segenap konsekuensi,” tegasnya.
Meskipun Sinung yang merupakan Wakil Ketua DPRD sebenarnya juga memiliki fungsi budgeting atau penganggaran namun dengan peristiwa ini pihaknya sudah sepakat tidak akan bergantung pada pemerinta kabupaten.
Dikatakan bahwa Pemkab Bondowoso melalui salah satu kepala dinas sebelumnya menjanjikan penganggaran perbaikan Makam Ki Ronggo pada tahun 2023.
“Ketika rapat antara badan anggaran dan tim anggaran sempat saya singgung, ternyata saya ke-GR-an. Di tahun 2023 tidak dianggarkan,” katanya.
Fenomena keterbatasan anggaran dan dugaan ketidakpedulian Pemkab pada Makam Ki Ronggo, Sinung menanggapinya dengan ringan.
“Saya sampaikan terima kasih kepada Pemkab Bondowoso atas peran serta selama ini. Ke depan silahkan kalau masih ada kepedulian, monggo. Tidak diperhatikan pun tidak ada persoalan bagi kami,” imbuhnya.
Diakui bahwa kejadian ini melecut semangat untuk kompak dalam rangka nguri-nguri sejarah leluhur yang bernama Raden Bagus Asra .
Untuk diketahui, Makam Ki Ronggo Raden Bagus Asra menjadi destinasi wisata religi ternama di Bondowoso.
Mayoritas pejabat penting berziarah ketika awal bertugas dan lepas pisah di Kabupaten Bondowoso.
Bagi mereka yang akan bekontestasi di percaturan politik juga biasanya berziarah ke Makam Ki Ronggo lebih dulu.
Hal itu juga dilakukan oleh Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin – Irwan Bachtiar Rahmat pada momen Pilkada 2018 lalu.(*)