BONDOWOSO, TAPALKUDA POST – Kebakaran hutan melanda kawasan Pegunungan Hyang Argopuro, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Sejumlah titik api terlihat menyala pada Rabu (14/10/2026) malam dan masih terpantau hingga Kamis (15/10/2026) pagi.
Petugas gabungan Perhutani berjibaku melakukan pemadaman di tengah medan yang sulit dijangkau dan banyaknya vegetasi kering yang mudah terbakar.
Kobaran api yang terlihat dari kejauhan memantik perhatian warga. Sejumlah masyarakat mengabadikan peristiwa tersebut menggunakan kamera ponsel. Rekaman kebakaran pun beredar luas melalui grup WhatsApp, sementara siaran langsung di TikTok turut memperlihatkan titik-titik api yang membara di kawasan pegunungan tersebut.
Seorang warga mengaku sempat mencoba melihat kondisi kebakaran dari depan rumahnya. Namun, pandangannya terhalang bangunan di kawasan perkotaan sehingga tidak dapat mengamati kobaran api secara langsung dengan jelas.
Di balik rekaman yang beredar di media sosial, kebakaran ini menjadi perhatian serius karena terjadi di kawasan hutan lindung. Selain berpotensi memperluas kerusakan vegetasi, penyebaran api juga menjadi tantangan bagi petugas yang harus menjangkau lokasi dengan kondisi medan yang tidak mudah.
Api Sulit Dipadamkan, Petugas Gunakan Peralatan Manual
Administratur Perhutani KPH Bondowoso-Situbondo, Misbakhul Munir, menjelaskan bahwa kebakaran terjadi di kawasan hutan lindung dengan vegetasi berupa semak belukar, ilalang, dan serasah daun kering.
Lokasi kebakaran berada di Petak 23a, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Curahdami, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bondowoso.
Munir mengatakan, laporan awal kebakaran diterima dari masyarakat setempat sekitar pukul 18.07 WIB. Setelah memperoleh informasi tersebut, tim gabungan Perhutani langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal.
“Informasi awal kami terima dari laporan masyarakat setempat sekira pukul 18.07 WIB. Tim gabungan dari Perhutani langsung bergerak menuju titik lokasi untuk melakukan penanganan awal,” ujar Munir saat dikonfirmasi pada Kamis (15/10/2026) pagi.
Dalam upaya mengendalikan kobaran api, petugas menggunakan peralatan manual, di antaranya gepyok dan sabit. Petugas juga membuat sekat bakar atau ilaran untuk menghambat pergerakan api agar tidak merambat ke kawasan hutan lainnya.
Namun, upaya pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Hingga pukul 23.41 WIB pada Rabu malam, api dilaporkan belum sepenuhnya padam. Medan yang sulit dijangkau serta melimpahnya material kering menjadi faktor yang menyulitkan petugas dalam mengendalikan kebakaran.
Kondisi tersebut membuat upaya pelokalisasian api menjadi prioritas agar kobaran tidak semakin meluas.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Hingga Kamis pagi, penyebab pasti munculnya titik api belum diketahui. Perhutani menyatakan masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui sumber awal kebakaran.
Munir menegaskan, petugas di lapangan berfokus mengisolasi kobaran api agar tidak menjalar ke area lain, terutama kawasan yang menjadi bagian dari wilayah pengelolaan hutan tersebut.
“Penyebab pasti munculnya titik api saat ini masih dalam proses penyelidikan. Petugas kami di lapangan fokus pada upaya lokalisir api terlebih dahulu agar tidak meluas ke area baku seluas 722,67 hektare tersebut,” jelasnya.
Perhutani belum dapat memastikan luas kawasan hutan yang terbakar maupun besaran kerugian material akibat peristiwa tersebut. Pendataan akan dilakukan setelah situasi di lapangan dinyatakan kondusif dan api berhasil dipadamkan sepenuhnya.
“Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan menggandeng masyarakat setempat dalam penanggulangan karhutla ini. Laporan berkala akan terus kami perbarui,” terangnya.
Kebakaran Juga Dilaporkan di Wringin dan Pakem
Kebakaran di bentang Pegunungan Hyang Argopuro juga dilaporkan terjadi di kawasan Kecamatan Wringin dan Pakem, tepatnya di Petak 8A-1. Meski demikian, informasi mengenai kondisi terkini, luas area terdampak, serta keterkaitan titik kebakaran tersebut dengan kejadian di Petak 23a masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.
Sejumlah titik api yang terlihat dari kejauhan menunjukkan pentingnya penanganan cepat untuk mencegah kebakaran meluas. Selain mengandalkan upaya pemadaman oleh petugas, kewaspadaan masyarakat di sekitar kawasan hutan juga diperlukan, terutama dengan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Hingga berita ini ditayangkan, penyebab kebakaran, total luas hutan yang terdampak, dan besaran kerugian masih belum dipastikan. Perkembangan penanganan kebakaran di kawasan Pegunungan Hyang Argopuro menunggu laporan lanjutan dari petugas di lapangan.











