Beranda Kesehatan Jambore Posyandu 2026 di Bondowoso: Kader Harus Profesional, Adaptif, dan Melek Teknologi

Jambore Posyandu 2026 di Bondowoso: Kader Harus Profesional, Adaptif, dan Melek Teknologi

1784696982808

BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten Bondowoso mendorong kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) meningkatkan kapasitas, profesionalisme, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.

Dorongan itu mengemuka dalam Jambore Kader Posyandu Kabupaten Bondowoso 2026 yang digelar di Alun-Alun Raden Bagus Asra Kironggo Bondowoso, Selasa (4/8/2026).

Jambore yang diikuti kader Posyandu dari berbagai desa dan kelurahan tersebut tidak hanya menjadi ajang berkumpul dan berkompetisi. Kegiatan ini diarahkan sebagai ruang memperkuat kapasitas kader, bertukar pengalaman, membangun jejaring, sekaligus mendorong lahirnya inovasi pelayanan kesehatan berbasis kebutuhan masyarakat.

Ketua Pembina Posyandu Bondowoso, Dr. Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah, A.P., S.Ag., M.M.Pub., M.Si., menekankan bahwa perubahan peran Posyandu menuntut kader untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan.

Menurutnya, Posyandu kini memiliki cakupan pelayanan yang jauh lebih luas. Tidak lagi hanya berkutat pada pelayanan ibu dan balita, Posyandu dituntut mampu berkontribusi dalam pelayanan kesehatan sepanjang siklus kehidupan.

“Kader Posyandu harus terus meningkatkan kapasitas, mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta terbuka terhadap inovasi dan pemanfaatan teknologi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,”katanya .

Perubahan tersebut membuat kader tidak cukup hanya memiliki kemampuan teknis pelayanan dasar. Kader juga dituntut memiliki kemampuan komunikasi, edukasi kesehatan, pencatatan dan pemantauan, hingga kemampuan mengenali persoalan kesehatan yang berkembang di lingkungannya.

Peran kader mencakup pendampingan ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita, imunisasi, edukasi gizi, kesehatan remaja, skrining kesehatan kelompok usia produktif, hingga pendampingan kelompok lanjut usia.

Karena itu, keberadaan kader menjadi bagian penting dalam memperkuat akses pelayanan kesehatan hingga tingkat paling dekat dengan masyarakat.

Perempuan yang juga istri Bupati Bondowoso ini menyampaikan bahwa kegiatan tersebut ,Bukan Sekadar Seremonial.

Pemerintah Kabupaten Bondowoso menegaskan Jambore Kader Posyandu 2026 tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial tahunan.

Jambore diharapkan menjadi ruang lahirnya gagasan dan inovasi baru yang dapat diterapkan dalam pelayanan Posyandu di desa dan kelurahan.

1785517338444

Semangat kompetisi dalam berbagai rangkaian kegiatan juga diharapkan tidak menghilangkan nilai utama Posyandu, yakni kebersamaan, pengabdian, integritas, dan kepedulian terhadap masyarakat.

Para kader didorong menjunjung sportivitas, kejujuran, saling menghargai, serta menjadikan setiap kegiatan sebagai kesempatan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman.

Sinergi Lintas Sektor Diperkuat
Penguatan Posyandu juga tidak dapat dilakukan hanya oleh kader. Pemerintah daerah mendorong keterlibatan lintas sektor, mulai dari perangkat daerah, pemerintah desa, Puskesmas, organisasi profesi, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga masyarakat.

Kolaborasi tersebut dinilai penting agar berbagai persoalan kesehatan dan gizi masyarakat dapat ditangani secara lebih terpadu.

“Pembangunan kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Ketika semua pihak bersinergi, saya yakin Bondowoso akan semakin sehat, semakin kuat, maju, dan berkah,” tegas Khodijatul.

Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh kader yang selama ini mencurahkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk memberikan pelayanan serta pendampingan kepada masyarakat.

Dedikasi kader di tingkat desa dan kelurahan dinilai menjadi salah satu kekuatan penting dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat Bondowoso.

Melalui Jambore Kader Posyandu 2026, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap lahir kader-kader yang semakin profesional, kreatif, responsif, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk memperkuat pelayanan.

Dengan transformasi Posyandu yang semakin luas, kader diharapkan tidak sekadar menjadi pelaksana kegiatan, tetapi juga tampil sebagai penggerak kesehatan masyarakat yang mampu membaca persoalan, memberikan edukasi, serta mendorong masyarakat hidup lebih sehat dan mandiri.

Jambore Kader Posyandu Kabupaten Bondowoso 2026 pun dibuka sebagai momentum memperkuat komitmen bersama menjadikan Posyandu semakin berkualitas, adaptif, dan relevan dengan tantangan kesehatan masyarakat di era digital.

 

1784091984781
file_00000000d4ac720b8315be53dad5e2f1
file_00000000f3dc71f699615aa3d7e15c43
Screenshot_20260730-221521