Beranda Lensa Nusantara Ironis ,Telan Anggaran Milyaran Rupiah PHT Locare Terbengkalai

Ironis ,Telan Anggaran Milyaran Rupiah PHT Locare Terbengkalai

IMG-20250408-WA0090

BONDOWOSO, Banyak pihak menyayangkan pembangunan Pasar hewan terpadu (PHT) di Desa Locare, Kecamatan Curahdami, Bondowoso. Betapa tidak, bangunan yang menelan anggaran milyaran rupiah tersebut, sampai saat ini tak terkunjung ditempati.Ironismya, pembangunan pasar hewan Bondowoso yang menghabiskan anggaran milliaran tersebut terbengkalai hingga kini.

Hal tersebut sempat  diungkap oleh Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bahwa relokasi pasar hewan ternak yang direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2017 ditunda sampai dengan tahun 2018 ,hingga saat ini belum juga realisasi.

Sementara itu Laskar Aswaja Bondowoso, Didit Baskariyanto  juga angkat bicara terkait pasar hewan yang disoroti oleh Fraksi PKB tersebut .Menurutnya aktivis yang  notabene selalu mengkritisi instansi pemerintahan yang bekerja tidak profesional ini pandangan umum Fraksi kali ini lebih dinamis.

“ Alhamdulillah, dinamisasi pandangan umum fraksi-fraksi terhadap pelaksanaan APBD semakin terasa dengan munculnya kritik dan usulan perbaikan kinerja. Hal ini menunjukkan akan muncul ruang publik yang sehat, dan juga diharapkan pembangunan yang ada tetap partisipatif dengan melibatkan semua entitas yang ada,” harapnya.

Didit mengatakan bahwa pasar hewan yang terletak di Desa locare kecamatan Curahdami ini terkesan pembangunan asal-asalan tanpa adanya kajian terlebih dahulu. Terbukti, walaupun sudah selesai pembangunannya pihak pemerintah daerah belum memindahkan pasar hewan Kedemangan.

“Saya berharap pemkab meninjau kembali pembagunan pasar hewan tersebut  , Pembangunan pasar hewan yang menelan anggaran miliaran rupiah ini terkesan dipaksakan, walaupun lokasinya tidak tepat. Kendati demikian pemerintah daerah tetep melanjutkan pembangunannya,lantas terbengkalai seperti itu paling tidak skala prioritas, sehingga apa yang menjadi visi dan misi pemerintahan saat ini mampu diterjemahkan dan berdampak positif pada masyarakat,” selotehnya.

Didit sangat menyayangkan atas pembangunan pasar hewan tersebut yang seakan kurangnya penggajian saat hendak melakukan pembangunan . Karena, selain kelas jalan yang tidak memenuhi standard, lokasinya juga kurang strategis.

“Pembangunan pasar hewan yang menelan anggaran miliaran rupiah ini terkesan dipaksakan, walaupun lokasinya tidak tepat dan terbengkalai,masih mau menunggu 2019 , akan semakin parah kerusakan dari bangunan tersebut,”ungkapnya.

Menurutnya Masterplan terancang rapi ,”Dengan membutuhkan luas lahan sekitar 2,5 hektar.  Namun, saat itu, lahan yang tersedia baru seluas sekitar 1,7 hektar lah kok ya masih di bagun saat itu. Sedangkan, kekurangan lahan seluas 0,8 hektar harus direalisasikan pada 2017 dan dapat difungsikan pada 2018,namun tinggal cerita sampai saat ini,” tegasnya.

Untuk diketahui Pasar Hewan Terpadu Locare yang dibangun masa Bupati Amin Said Husni sejak 2015 hingga 2018 dengan anggaran mencapai Rp 7 miliar dari APBD Bondowoso dan APBN (Aanggaran Pendapatan Belanja Negara) .

Proyek pembangunan dimulai 2015 saat masih dibawah Dinas Peternakkan dan Perikanan dengan Kepala Dinas Dwi Wardana. Namun, dalam perjalanan terjadi mutasi pejabat dan Dwi dipindah menjadi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Sejak itu, pembangunan dilanjutkan Disperta dengan Plt Kepala Disperta Karna Suswandi dan diteruskan Kepala Disperta Munandar,Hingga kini kembali Dwi Wardana memegang komando Disperta yang juga bertangung jawab terhadap nasib dari pasar hewan tersebut.

1744129950993