BONDOWOSO – Dua Proyek Strategis Jadi Perhatian Bupati Bondowoso KH.Abdul Hamid Wahid ,diantaranya adalah PLTP dan UNESCO Global Geopark
Keberadaan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Kecamatan Ijen tidak boleh hanya menjadi aktivitas industri energi tanpa memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso kini mendorong agar warga, khususnya di Kecamatan Sempol, mendapatkan akses listrik yang lebih dekat dan merasakan dampak ekonomi dari keberadaan proyek tersebut.
Persoalan manfaat langsung proyek panas bumi itu menjadi salah satu perhatian Bupati Bondowoso KH. Abdul Hamid Wahid saat menghadiri Sosialisasi Agroforestry dan Pupuk Bersubsidi serta Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Agroforestry bersama Perum Perhutani KPH Bondowoso di Kecamatan Sempol/Ijen, Senin (2/11/2026).
Bupati mengungkapkan, terdapat tiga skema manfaat yang berkaitan dengan pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). Ketiganya meliputi Dana Bagi Hasil (DBH), bonus produksi, serta manfaat langsung dan tidak langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, DBH dan bonus produksi telah memiliki ketentuan dan regulasi. Namun, pemerintah daerah masih terus mendorong pembahasan skema ketiga agar masyarakat di sekitar kawasan panas bumi dapat memperoleh manfaat secara lebih nyata.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah akses langsung terhadap energi listrik bagi masyarakat Sempol.
“Yang ketiga ini adalah manfaat langsung dan tidak langsung. Kemarin kita mendapat dorongan dari kementerian untuk membicarakan ini bersama Medco. Salah satu yang dibicarakan adalah manfaat langsung berupa setrum listrik untuk masyarakat,” ungkap Bupati.
Ia menjelaskan, bahkan terdapat tawaran pemberian listrik secara gratis kepada masyarakat apabila kapasitas produksi pembangkit telah mencapai kapasitas penuh. Namun, skema tersebut masih berkaitan dengan pemenuhan kapasitas produksi pembangkit.
Karena itu, untuk tahap awal, pemerintah daerah lebih mendorong agar masyarakat sekitar memperoleh akses langsung terhadap listrik dari keberadaan proyek panas bumi tersebut.
Pemkab Dorong ULP PLN di Bondowoso
Persoalan distribusi listrik juga menjadi perhatian serius. Bupati mengungkapkan, selama ini pihak pengelola proyek panas bumi beralasan bahwa penyaluran listrik harus melalui jaringan distribusi milik PT PLN.
Sementara itu, pembangunan jaringan distribusi merupakan kewenangan PLN. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam upaya menghadirkan akses listrik yang lebih dekat bagi masyarakat Ijen.
Bupati menjelaskan, pelayanan kelistrikan di kawasan tersebut selama ini masih terintegrasi dengan wilayah pelayanan Situbondo. Karena itu, Pemkab Bondowoso telah mengusulkan pembentukan Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN tersendiri di Bondowoso.
Usulan tersebut, menurutnya, telah diproses oleh pihak PLN.
“Kemarin sudah kita usulkan agar di Bondowoso ada ULP sendiri, terpisah dari Situbondo. Dan itu sudah diproses oleh PLN,” jelasnya.
Keberadaan ULP tersendiri diharapkan dapat memperkuat koordinasi pelayanan kelistrikan sekaligus membuka peluang penataan jaringan distribusi yang lebih efektif menuju kawasan Ijen.
Selama ini, pasokan listrik ke kawasan tersebut harus melalui jalur distribusi yang cukup panjang. Kondisi itu menjadi salah satu persoalan ketika terjadi gangguan kelistrikan di wilayah Sempol.
Dengan penanganan khusus dan koordinasi bersama PLN serta pihak pengelola panas bumi, Bupati berharap masyarakat dapat memperoleh manfaat listrik secara langsung.
Diharapkan Ekonomi Masyarakat dan Kelestarian Hutan Harus Seimbang
Selain persoalan energi, Bupati juga menyoroti posisi strategis Kecamatan Ijen sebagai kawasan yang memiliki kepentingan pembangunan energi, konservasi alam, dan pariwisata.
Keberadaan proyek panas bumi serta kawasan UNESCO Global Geopark menjadikan Ijen memiliki potensi besar yang harus dikelola melalui sinergi pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.
Bupati menegaskan, pengembangan ekonomi masyarakat harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian hutan. Kawasan hutan memiliki fungsi ekologis penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan sehingga pemanfaatannya harus tetap memperhatikan prinsip keberlanjutan.
Ia berharap masyarakat sekitar tidak hanya dilibatkan dalam menjaga kelestarian kawasan, tetapi juga mendapatkan ruang untuk mengambil manfaat ekonomi dari berbagai potensi yang berkembang di Ijen.
Melalui penguatan kemitraan agroforestry, pengembangan sektor pertanian, serta optimalisasi manfaat proyek panas bumi, Pemkab Bondowoso berharap masyarakat Ijen semakin memperoleh kepastian dan peluang peningkatan kesejahteraan.
Dengan demikian, pembangunan energi dan pengembangan kawasan wisata Ijen tidak hanya menghadirkan investasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang hidup berdampingan dengan kawasan tersebut.











