Beranda Ekonomi & Teknologi Bukan Sekadar Aplikasi! ,Bondowoso Berkah Jadi Etalase Digital Potensi Daerah

Bukan Sekadar Aplikasi! ,Bondowoso Berkah Jadi Etalase Digital Potensi Daerah

1784696982808

BONDOWOSO, TAPALKUDA POST – Pemerintah Kabupaten Bondowoso meluncurkan aplikasi Bondowoso Berkah sebagai langkah strategis mempercepat transformasi digital sekaligus memperluas promosi potensi daerah.

Platform ini dirancang untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi tentang pariwisata, budaya, produk unggulan, komoditas, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga potensi desa.

Peluncuran aplikasi tersebut dilakukan Bupati Bondowoso KH. Abdul Hamid Wahid dalam rangkaian kegiatan Bondowoso Fest 2026 Digital Creativity Sport Competition di halaman Citiplaza Bondowoso, Sabtu (24/10/2026).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bondowoso, Dwi Wahyudi, mengatakan, kehadiran aplikasi Bondowoso Berkah merupakan upaya mengintegrasikan informasi daerah dalam satu platform digital agar lebih mudah diakses masyarakat.

Menurutnya, aplikasi tersebut diharapkan menjadi sarana promosi produk lokal sekaligus memperkenalkan destinasi wisata Bondowoso kepada khalayak yang lebih luas.

“ Aplikasi ini hadir untuk mempermudah akses informasi yang terintegrasi mengenai potensi daerah, potensi UMKM, dan khususnya pariwisata. Dengan demikian, produk-produk lokal semakin dikenal luas dan tujuan wisata semakin populer,” ujarnya.

Dwi menambahkan, peluncuran aplikasi ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

UMKM Punya Etalase Digital, Wisatawan Lebih Mudah Mengenal Bondowoso

Bupati Bondowoso KH. Abdul Hamid Wahid menegaskan, Bondowoso Berkah tidak sekadar menjadi aplikasi penyedia informasi, tetapi juga sarana untuk mendekatkan potensi daerah kepada masyarakat dan pasar yang lebih luas.

Melalui platform tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengenal lebih jauh kekayaan daerahnya sendiri, mulai dari destinasi wisata, kebudayaan, produk unggulan, komoditas, hingga potensi yang dimiliki setiap desa.

Bagi pelaku UMKM, aplikasi ini dapat dimanfaatkan sebagai etalase digital untuk memperkenalkan produk tanpa harus bergantung sepenuhnya pada promosi konvensional. Sementara itu, bagi wisatawan, platform tersebut diharapkan menjadi sumber informasi untuk merencanakan perjalanan dan menjelajahi berbagai destinasi di Bondowoso.

“Bagi pelaku UMKM, aplikasi ini menjadi etalase gratis untuk memperkenalkan produk ke lebih banyak orang. Bagi wisatawan, aplikasi ini menjadi teman perjalanan untuk menjelajahi Bondowoso,” kata Abdul Hamid Wahid.

Ia mengajak masyarakat memanfaatkan aplikasi tersebut, baik melalui situs web maupun aplikasi Android.

Namun, Bupati mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah platform digital tidak berhenti pada seremoni peluncuran. Keberlanjutan layanan, menurutnya, bergantung pada konsistensi pembaruan informasi dan keterlibatan seluruh perangkat daerah.

1791899701721

“Meluncurkan aplikasi itu mudah. Yang lebih berat adalah merawatnya. Data harus selalu diperbarui, dan perangkat daerah harus bekerja sama,” tegasnya.

Ia meminta Diskominfo mengawal pengelolaan aplikasi secara konsisten serta mendorong seluruh perangkat daerah berperan aktif menyajikan data yang benar dan mutakhir.

103 Karya Video AI dan 128 Peserta PES Meriahkan Bondowoso Fest
Selain peluncuran aplikasi, Bondowoso Fest 2026 Digital Creativity Sport Competition juga menghadirkan lomba kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan kompetisi gim sepak bola Pro Evolution Soccer (PES).

Bupati mengungkapkan, kompetisi tersebut diikuti 103 karya video berbasis AI dan 128 peserta PES. Partisipasi tersebut menjadi salah satu indikasi besarnya minat generasi muda Bondowoso terhadap kreativitas digital dan perkembangan teknologi.

Dwi Wahyudi menegaskan, penyelenggaraan kompetisi itu tidak hanya bertujuan memeriahkan acara, tetapi juga mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, agar mampu memanfaatkan teknologi secara produktif.

Menurutnya, AI tidak semestinya dipandang sebagai ancaman yang akan menggantikan peran manusia. Sebaliknya, teknologi tersebut dapat menjadi alat bantu untuk meningkatkan efisiensi kerja, mengembangkan ide, dan memperluas ruang kreativitas.

Pandangan senada disampaikan Bupati. Ia mengajak para peserta memanfaatkan AI sebagai sarana untuk menghasilkan karya yang lebih baik dan bernilai.

Tantangan Berikutnya: Konsistensi dan Manfaat Nyata

Peluncuran Bondowoso Berkah menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem informasi daerah yang lebih terintegrasi. Tantangan berikutnya adalah memastikan aplikasi tersebut benar-benar digunakan, memiliki informasi yang akurat, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Jika dikelola secara berkelanjutan, platform ini berpeluang memperluas jangkauan pemasaran produk UMKM, memperkenalkan destinasi wisata, dan memperkuat promosi potensi desa.

Karena itu, keterlibatan perangkat daerah, pelaku usaha, pengelola wisata, dan masyarakat menjadi faktor penting agar aplikasi tidak sekadar menjadi produk inovasi digital, tetapi juga berkembang sebagai sarana pendukung aktivitas ekonomi dan promosi daerah.

Bupati Abdul Hamid Wahid menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, ia secara resmi meluncurkan aplikasi Bondowoso Berkah. Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap inovasi ini mampu mempercepat transformasi digital sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memperluas pengenalan potensi Bondowoso kepada masyarakat luas.

 

ilustrasi-stop-pungli