Beranda blog Halaman 870

Polres Pasuruan Sisir Tempat Hiburan Malam

IMG-20250408-WA0090

PASURUAN , tapalkudamedia.com
Upaya jajaran Satresnarkoba Polres Pasuruan dalam pemberantasan peredaran narkoba terus digalakkan. Langkah tersebut untuk mencegah peredaran obat-obat terlarang di wilayah hukum Polres Pasuruan.

Salah satu lokasi yang disisir adalah beberapa Tempat Hiburan Malam (THM). .

Operasi tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba Polres Pasuruan AKP Nanang Sugiyono, SH. Sedikitnya ada tiga tempat hiburan yang menjadi target operasi petugas kali ini.

Bersama anggotanya dari Satresnarkoba dibantu dari anggota Provost dan Urkes Polres Pasuruan, petugas mendatangi tempat hiburan mulai dari tempat Karaoke Resto Bintang, kemudian berlanjut tempat hiburan di Karaoke MOM, dan berakhir di tempat hiburan Karaoke Srikandi, namun tempat hiburan ini tutup.

Dengan seizin pemilik tempat hiburan, petugas memeriksa setiap pengunjung tempat hiburan baik yang sedang berkaraoke ria di dalam room maupun yang duduk di meja hall.

Petugas memeriksa setiap barang bawaan para pengunjung mulai dari tas, saku, dompet hingga bungkus rokok, dan sela-sela tempat duduk yang memungkinkan untuk menyembunyikan barang haram narkoba maupun obat-obatan berbahaya.

Tak hanya pengunjung tempat hiburan yang diperiksa petugas, sejumlah wanita pemandu lagu karaoke pun tak luput dari pemeriksaan petugas Polwan Satresnarkoba. Mulai dari kartu identitas dan tas bawaan para wanita malam tersebut diperiksa secara teliti bilamana ada yang masih di bawah umur atau barang berbahaya.

Satu per satu pengunjung maupun penjaga tempat hiburan tersebut menjalani tes urine dengan anggota urkes, yang dikhawatirkan ada yang mengkonsumsi narkoba. Namun dari dua tempat hiburan yang dirazia, petugas tak mendapat seorang pun pengunjung yang mengonsumsi ataupun membawa narkoba.

“Kalau mau refreshing cari hiburan monggo, tapi jangan sekali-sekali pakai narkoba ya,” imbau Kasat Satresnarkoba Polres Pasuruan, AKP Nanang Sugiyono, SH kepada para pengunjun (red)

1744129950993

Gerbong Mutasi Polri ini Posisi Barunya

IMG-20250408-WA0090

SURABAYA , tapalkudamedia.com

Mutasi di lingkungan Polri kembali terjadi. Dari beberapa pejabat yang tertuang dalam surat Telegram Kapolri tertanggal 8 Maret 2018, ada beberapa diantaranya adalah pejabat di wilayah Polda Jatim.

Wakapolda Jatim Brigjen Pol Awan Samodra berpindah tugas menjadi Karobindiklat Lemdiklat Polri. Posisinya digantikan oleh Brigjen Pol Widodo Eko P yang sebelumnya menjabat sebagai Karo Pal Slog Polri.

Kabid Propam Polda Jatim Kombes Pol Indra Jakfar diangkat sebagai Kapolres Metro Jaksel. Posisinya digantikan oleh AKBP Hendra Wirawan yang sebelumnya sebagai Kabag Binkar RoSDM Polda Jateng.

Kombes Pol Bambang Ramelan Dirpamobvit Polda Jatim melanjutkan tugas ke Baharkam Polri dan posisinya digantikan oleh Kombes Pol Iwan Sonjaya yang sebelumnya sebagai SOPS Polri.

Kapolres Ponorogo AKBP Suryo Sudarmadi menjadi Korbrimob Polri dan posisinya digantikan AKBP Raydiant yang sebelumnya Kasubid I Ditreskrimsus Polda Jatim.

Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto melanjutkan tugas sebagai Kapolres Mimika Polda Papua. Posisinya digantikan oleh AKBP Fadli Widiyanto yang sebelumnya menjabat Kapolres Tangerang Selatan Polda Metro Jaya.

AKBP Selamet Waluyo Kapolres Kabupaten Blitar melanjutkan tugas sebagai Kasubagrenpers Bagren Rojianstra SSDM Polri dan posisinya digantikan oleh AKBP Anissullah M ridha yang sebelumnya Kapolres Bangkalan.

Posisi Kapolres Bangkalan diisi oleh AKBP Boby P. Tambunan yang sebelumnya menjabat Kasubid III Ditreskrimum Polda Jatim (red)

1744129950993

Perempuan Berperan Penting Cegah Upaya Korupsi

IMG-20250408-WA0090

JAKARTA – tapalkudamedia.com

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan kekuatan perempuan sangat luar biasa dalam mencegah sikap dan perilaku koruptif di lingkungan keluarga.

“Kekuatan perempuan ada pada kelembutannya mengajarkan kesadaran kepada seluruh anggota keluarga tentang bahaya korupsi,” kata Menag saat membuka Sosialisasi Program Pencegahan Korupsi Training of Trainer (ToT) di Jakarta,  dikutip dari Antara, Jumat (9/3/2018).

Dalam kegiatan yang mengambil tema “Pencegahan Korupsi Berbasis Keluarga” itu, Menag menggarisbawahi pentingnya memunculkan kesadaran tersebut. Faktor kesadaran adalah modal penting menjauhkan budaya korupsi sejak di lingkungan terkecil, yaitu keluarga.

“Sebab, bagaimanapun korupsi sejatinya mendatangkan kerugian tidak hanya diri sendiri, tetapi juga orang lain. Perkara yang sama sekali dilarang agama mana pun,” jelas Lukman.

Menag sempat berdialog dengan para serta tentang asal mula pemicu korupsi. Dari berbagai paparan argumentatif peserta, Menag menggarisbawahi selain faktor eksternal berupa sistem yang memancing tindak pidana korupsi, faktor internal yang tak kalah penting adalah ketidakmampuan mengendalikan nafsu duniawi yang terlewat batas.

“Hidup untuk membiayai gaya hidup dan gengsi sementara pendapatan tak akan pernah cukup menutupi gaya hidup. Ada gengsi seakan istri pejabat gaul sama sosialita. Ada tuntutan gaya hidup. Masa istri pejabat ngopi di kafe kelas mewah. Kalau tidak punya qanaah pasti akan merasa kurang saja dalam hidup dan ujung-ujungnya pasti korupsi,” katanya.

Ia pun mengajak segenap peserta yang merupakan istri pejabat di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) menjadi garda terdepan melakukan pencegahan tindak pidana korupsi. Peran strategis perempuan diyakini mampu memaksimalkan sektor tersebut, apalagi perannya berbasis keluarga.

“Kita sedang menorehkan sejarah untuk generasi ke depan agar punya kesadaran perangi korupsi. Selaku Menag saya bersyukur dan apresiasi atas inovasi perubahan gerakan antikorupsi,” paparnya.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan mengingatkan perang melawan korupsi hakikatnya bukan saja tugas KPK, melainkan tugas semua pihak, tak terkecuali perempuan dan kaum ibu.

“Tugas KPK hanyalah pendorong dan pemacu semua kementerian, pemerintah provinsi, kabupaten, kota, dan seterusnya. Visi utama kita adalah pencegahan,” katanya.

Dia menjelaskan, para ibu dan perempuan penting dilibatkan memberantas korupsi karena berdasarkan sejumlah hasil riset KPK 2012 di sejumlah daerah terungkap hanya empat persen anak yang diajarkan kejujuran oleh ibu. Sementara sebanyak 80 persen pendidikan diperoleh dari ibu, dan 50 persen lebih penduduk Indonesia adalah perempuan.

“Kita anggap andai seluruh perempuan kita ajak bersama sesuai dengan pekerjaaan masing-masing jaksa, hakim, PNS selalu ingatkan korupsi. Kalau di rumah ingatkan anak, adik, suami, dan di kantor ingatkan teman-teman rasanya pencegahan akan ringan,” katanya sembari mengajak ibu-ibu mengenali, memahami, mengingkatkan, lalu melaporkan tindak pidana korupsi agar bisa melindungi suami dan anak atau keluarga dari perbuatan melanggar hukum tersebut.

Sementara itu, Inspektur Jenderal (Irjen) Kemenag Nurkholis Setiawan mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk upaya melakukan pencegahan korupsi di internal.

Kemenag bekerja sama dengan Gerakan Saya Perempuan Antikorupsi (SPAK), sebuah gerakan antikorupsi hasil kerja sama Australia-Indonesia Partnership for Justice (AIPJ) dan KPK.

Menurut dia, perempuan bisa berpartisipasi melakukan pencegahan korupsi apa pun latarbelakang pendidikan dan pekerjaaannya. Pihaknya menginisiasi mencetak kader perempuan di internal Kemenag melalui kegiatan ini bekerja sama dengan AIPJ dan KPK.

Sebanyak 110 peserta yang terdiri dari istri pejabat eselon I pusat dan istri kepala kantor wilayah kementerian agama berpartisipasi dalam kegiatan ini. Kegiatan serupa juga pernah dihelat dengan jumlah peserta 64 orang.(fmi)

1744129950993

Bawa Rombongan Pengajian, Perahu Angkut 20 Orang di Madura Tenggelam

IMG-20250408-WA0090

SURABAYA – tapalkudamedia.com

Cuaca buruk yang terjadi di perairan pulau sadulang besar/kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Madura, Jatim membawa petaka. Dimana sebuah perahu yang mengangkut 20 orang tenggelam.

Rencananya rombongan ini akan menghadiri acara pengajian di Pulau Tanjung Geok. Namun belum sampai pada tujuan, perahu milik Sariudin ini tenggelam diterjang ombak di perairan Pulau Sadulang besar.

Hingga saat ini, baru 11 penumpang yang ditemukan, dan dua diantaranya ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia. Sedangkan 9 orang penumpang lainnya masih dalam proses pencarian.

“Data kami terima 11 orang dilarikan ke puskesmas setempat usai ditemukan di perairan. Tetapi 2 orang diantaranya meninggal dunia. Peristiwa perahu tenggelam ini terjadi kemarin,” terang Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Abd Mukid, Jumat (9/3/2018).

Menurut Mukid, petugas akan kembali melakukan pencarian terhadap penumpang yang belum ditemukan hari ini. Sebab kemarin sore cuacanya tidak bersahabat lagi, sehingga pencarian dihentikan sementara.

“Sedangkan untuk identitas para korban, kami masih menunggu dari Polsek dan Puskesmas Sapeken. Kami juga mendirikan posko pengaduan terkait musibah ini. Serta melakukan koordinasi dengan TNI, SAR dan Satpolair,” tandasnya.(ulu)

1744129950993

Ketua IWO Sumut Meminta Semua Pihak Menahan Diri Terkait Penangkapan Jurnalis

IMG-20250408-WA0090

MEDAN , tapalkudamedia.com

Ketua IWO Sumut, Mei Leandha meminta semua pihak menahan diri terkait penangkapan jurnalis salah satu media online di Sumatra Utara (Sumut), IWO .

“Upaya hukum damai menjadi pilihan penyelesaian, dengan harapan kasus ini menjadi pembelajaran bersama semua pihak,” jelasnya, Kamis (8/3/2018).

Saat ini IWO Sumut terus melakukan mediasi agar masalah ini diselesaikan dengan baik , lanjut Mei Leandha.

Pernyataan senada juga disampaikan Wakil Kapolda Sumut, Brigjen Pol Agus Andrianto, saat menerima Tim Mediasi Ikatan Wartawan Online (IWO) Sumut dan Kota Medan.

Polda Sumut mengamini niat baik ini, mengingat jalinan kemitraan antara pers dengan polisi selama ini berjalan baik.

Polda Sumut dengan itikad baik memberi kesempatan kepada jurnalis media online yang saat ini diamankan, LS, agar membuat permintaan maaf secara tertulis yang ditujukan kepada Kapoldasu Irjen Paulus Waterpauw.

“Nah, sekarang kita sedang membantu membuat permohonan maaf tersebut,” ujar Mei Leandha.

Wartawati kompas.com tersebut juga menegaskan, hingga saat ini IWO Sumut belum mengeluarkan pernyataan apapun terkait kasus tersebut.

“Kita belum ada mengeluarkan rilis dan statement apapun. Kita masih menunggu niat baik Polda Sumut untuk menyelesaikan kasus ini dengan cara-cara damai. Hal ini sudah disepakati semua anggota IWO Sumut dan IWO Kota Medan,” katanya.

Media-media yang memunculkan berita miring, lanjut Mei Leandha, dipastikan bukan anggota IWO.

Dan sebagai konsekuensi pemberitaan itu, di luar tanggung jawab IWO.

“Prosesnya sedang berjalan, harapannya semua pihak dan kawan-kawan jurnalis yang berempati, mengerti dan tidak memperkeruh suasana dengan menayangkan berita-berita yang menyudutkan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua IWO Kota Medan, Erie Prasetyo, juga berharap semua pihak menahan diri.

“Demi kemanusiaan, kami berharap semua pihak tenang. Saat ini, proses mediasi antara kru sorotdaerah.comdengan Polda Sumut tengah dilakukan,” kata Erie Prasetyo.

Erie yang merupakan salah satu tim mediasi juga berharap agar organisasi serta perusahaan pers bisa memahami proses mediasi yang tengah berlangsung.

“Rekan kita LS masih ditahan di Polda Sumut. Kita sudah melakukan mediasi agar tercapai jalan terbaik. Kita mohon dukungan teman-teman dan tidak memperkeruh suasana. Saat ini IWO dan sorotdaerah.com masih berjuang agar kasus yang dialami LS bisa diselesaikan dengan jalur damai,” ujarnya.

Menurut Erie, Polda Sumut sudah menerima dengan baik mediasi terkait kasus pemberitaan menyangkut dugaan pencemaran nama baik Kapolda Sumut tersebut.

Kronologis, dimana Aparat Polda Sumut menjemput paksa Jon Roi Tua Purba dan Lindung Silaban, terkait dugaan pemberitaan pencemaran nama baik Kapolda Sumut oleh personel Subdit II/Cyber Crime.

Sementara rekannya Lindung Silaban dijemput petugas Polda Sumut pada Selasa 6 Maret 2018 pukul 21.00 WIB diperiksa sebagai Pemimpin Redaksi media online sorotdaerah.com.(tim)

1744129950993

Megawati Dapat Gelar Doktor HC

IMG-20250408-WA0090

BANDUNG – tapalkudamedia.com

Presiden kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, mendapat gelar doktor honoris causa (HC) bidang politik pemerintahan. Pemberian diberikan di Kampus Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Sumedang, Kamis (8/3/2018), langsung oleh Gubernur IPDN Profesor Dr Ermaya Suradinata.

Pemberian tersebut, menurut Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, atas kontribusi dan pemikiran Megawati, termasuk perkembangan otonomi daerah serta desentralisasi, khususnya di Kampus IPDN.

Keputusan senat IPDN dalam memberikan gelar doktor honoris causa bidang politik pemerintahan diambil pada 2 Januari 2018.

Penganugerahan ini ditandai dengan pengalungan samir dan pemberian ijazah. Setelah itu, Megawati yang mengenakan toga hitam dan kuning secara bergantian menyalami tamu undangan yang hadir dalam kesempatan tersebut.

Megawati sudah mengoleksi gelar doktor dari berbagai institusi pendidikan dalam dan luar negeri. Gelar doktor honoris causa juga telah diterima dari Universitas Waseda, Tokyo, Jepang (2001); Moscow State Institute of International Relation, Rusia (2003); serta Korea Maritime and Ocean University, Busan, Korsel (2015).

Lalu juga mendapat dari Universitas Padjadjaran (2016); Universitas Negeri Padang (2017); dan Mokpo National University, Mokpo, Korsel (2017).(han)

1744129950993

Jokowi Serahkan 5.750 Sertifikat Tanah Warga di Lamongan

IMG-20250408-WA0090

JAKARTA –  tapalkudamedia.com

Sebanyak 5.750 sertifikat tanah untuk warga diserahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungan kerjanya di Jawa Timur. Penyerahan sertifikat itu dipusatkan di Alun-alun Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur.

Para warga Jawa Timur tersebut berasal dari lima wilayah yaitu Kabupaten Lamongan, Kabupaten Gresik, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Tuban, dan Kabupaten Sidoarjo.

“Setiap saya ke daerah Sumatera, Sulawesi, Maluku, Jawa, keluhannya sama, sengketa lahan. Sengketa tanah karena rakyat tidak pegang sertifikat,” ucap Presiden Jokowi berdasarkan keterangan resmi Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, Kamis 8 Maret 2018.

Kepala Negara mengatakan, saat ini sebanyak 7.532.200 bidang tanah dari 19.490.182 bidang tanah yang ada di Jawa Timur telah bersertifikat. Sementara sisanya sebanyak 11.957.982 bidang tanah belum bersertifikat dan akan diselesaikan bertahap hingga 2023.

“Tahun 2023 harus selesai,” tegas Presiden Jokowi.

Kepemilikan hak atas tanah memang wajib dibuktikan dengan sertifikat sebagaimana Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria mengamanatkan. Sertifikat menjadi bukti tertulis yang mendapatkan pengakuan hukum sehingga memberikan rasa aman kepada pemiliknya.

“Sudah tidak ada yang bisa mengklaim karena di sertifikat ada nama serta luas,” ujar mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Presiden Jokowi menjelaskan, dari 126 juta bidang tanah yang ada di Tanah Air, hingga 2017 baru 51 juta bidang tanah yang bersertifikat. Hal tersebut lantaran penerbitan sertifikat hak atas tanah sebelumnya hanya menghasilkan 500.000 sertifikat setiap tahunnya di seluruh Indonesia.

Oleh karena itu, pemerintah mempercepat proses sertifikasi tanah dengan target 5 juta sertifikat pada 2017.

“Target tahun ini sejumlah 7 juta sertifikat dan untuk tahun depan sejumlah 9 juta sertifikat,” ungkap Presiden Jokowi.

Dalam kesempatan itu, ia juga berpesan kepada masyarakat penerima sertifikat untuk menjaga dan menyimpan sertifikat yang dimiliki di tempat yang aman. Kemudian Presiden meminta mereka melakukan kalkulasi terlebih dahulu apabila ingin mengagunkan sertifikatnya di bank.

“Hati-hati pinjam di bank. Kalau dapat, gunakan semua untuk kerja, investasi, modal kerja. Jangan dipakai apa-apa dulu. Kalau untuk menabung setelah cukup, beli motor, mobil silakan,” tuturnya.

Turut hadir mendampingi Presiden Jokowi serta Ibu Negara Iriana yakni Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, lalu Gubernur Jawa Timur Soekarwo.(red)

1744129950993

Dewan Pendidikan Harus Bisa Merumuskan Metode yang Efektif

IMG-20250408-WA0090

JABAR – tapalkudamedia.com

Dewan pendidikan diharapkan bisa merumuskan metode pendidikan berkarakter yang efektif .

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan saat melantik dewan pengurus pendidikan periode 2017 – 2022. di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, awal pekan ini.

“Mereka ini orang-orang terpilih yang mempunyai kompetensi dan kepedulian dalam bidang pendidikan dari berbagai latar belakang universitas atau lembaga lainnya,” kata Aher dalam sambutannya.

Saat ini sistem pendidikan di Indonesia khususnya Jabar terlalu memberatkan para murid. Pasalnya, sambung dia, para siswa sejak menginjak kelas 1 SD saja sudah dibebani dengan UTS atau pekerjaan rumah.

Menurutnya, seharusnya untuk tingkatan tersebut tidak perlu dibebani dengan ujian dan pekerjaan rumah. Sehingga, ketika berada di rumah tidak perlu dipusingkan dengan pekerjaan rumah.

“Berbagai negara tidak ada budaya PR tapi belajar. Harusnya diselesaikan sekolah. Di kita mah kelas 1 SD saja sudah ada UTS, ini kan membebani mereka,” paparnya.

“Tidak salah dewan merumuskan kurikulum terbaik di Jabar. Kalau dipandang ketinggian mengapa tidak diturunkan,” menambahkan.

Tidak hanya soal kurikulum yang memberatkan, Aher juga menyoroti soal pendidikan berkarakter. Ia merasa kurikulum pendidikan yang ada saat ini belum optimal dalam membangun budaya atau karakter tertentu.

Ia berharap dewan pendidikan yang baru saja dilantik bisa merumuskan implementasi pendidikan karakter di Jabar. Sehingga, generasi penerus di Jabar tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan tetapi juga memiliki karakter yang baik.

“Saya harap dewan pendidikan mengamati persoalan ini dan memberi masukan kepada pemangku kebijakan untuk memperbaiki metode pembelajaran kalau perlu kurikulumnya,” ujar Aher.(red)

1744129950993

Peran Orang Tua dalam Pendidikan

IMG-20250408-WA0090

Opini – tapalkudamedia.com

Pentingnya layanan pendidikan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat. Namun, sebagai penyuplai pendidikan berkualitas tidak hanya di sekolah. Rumah menjadi perangkat pendidikan pertama yang paling penting sebelum anak-anak bersentuhan dengan sekolah.

Peran keluarga memang sangat penting dalam perkembangan dan pendidikan anak. Bicara tentang pendidikan anak, tentu ini tidak hanya tentang mengajari anak untuk bisa melakukan sesuatu atau memikirkan sesuatu.

Lalu, apa lagi yang harus kita perhatikan dan terapkan sehari-hari untuk mendukung pendidikan anak?

Pendidikan itu juga termasuk membuat anak menjadi individu yang lebih dewasa dan matang, untuk kehidupannya dalam jangka panjang, seumur hidupnya, bukan hanya ketika di usia sekolah. Artinya, peran keluarga menjadi sangat besar, karena terkait dengan semua aspek perkembangan dan pendidikan anak.

Dorongan agar orang tua lebih terlibat dalam pendidikan anak-anak mereka bagaimana kita mewujudkan bahwa dalam mendidik anak bisa lebih menarik, informatif, dan bersahabat.

Pentingnya peran keluarga sebagai penyokong pendidikan anak-anak. Orang tua tidak sekadar diajak untuk lebih terlibat, tidak boleh lagicuek dan menyerahkan urusan pendidikan kepada guru di sekolah saja, tetapi juga menerapkan konsep pendidikan berbasis keluarga.

Anak Bukan Kertas Kosong, menuliskan 3 pemikiran Ki Hadjar Dewantara, yang salah satunya adalah pentingnya peran keluarga dalam pendidikan anak. Keluarga adalah pusat pendidikan.

Orang tua mungkin bisa mendelegasikan pengajaran kepada kaum ahli, tetapi pendidikan anak tetaplah menjadi tanggung jawab orang tua.

Peran orang tua tidak tergantikan oleh sekolah, lembaga pendidikan, ataupun lembaga bakat. “Pokoknya pendidikan harus terletak di dalam pangkuan ibu bapak, karena hanya dua orang inilah yang dapat berhamba pada sang anak dengan semurni-murninya dan se-ikhlas-ikhlasnya, sebab cinta kasihnya kepada anak-anaknya boleh dibilang cinta kasih tak terbatas.” itu sekedar cuplikan kalimat tokoh pahlawan pendidikan kita.

Orang tua harus mengambil peran terbesar dalam menerapkan pendidikan bagi anak-anak mereka, tak peduli seberapa sibuk mereka dengan urusan pekerjaan.

Secara luwes, mereka berbagi porsi atau peran dan saling melengkapi. Suami lebih banyak mengasah motorik kasar anak dengan mengajak anak berolahraga, sementara istri lebih ke motorik halusnya, misalnya.

Tetapi, anak bisa belajar dengan siapa yang dia suka. menekankan pembagian porsi pada urusan ‘software’ anak.Sebagai ibu, porsi terbesar sebagai motivator pembentuk akhlak anak, kasih sayang, serta empati.

Sementara, sebagai Ayah, mempunyai peran membentuk jiwa tanggung jawab, disiplin, role model dalam sikap dan pembentukan karakter kuat dan pemberani, terutama kapada anak laki-laki.

Tugas itu adalah memahami apa yang saat ini berkembang di dunia anak-anak se-usianya. Orang tua harus belajar apa yang diinginkan anak dalam belajar saat ini.

Orang tua tidak harus meninggalkan gaya pendidikan lama yang terjadi di era mereka. Tetapi, penting juga memperhatikan perkembangan zaman dan ketertarikan anak pada kecanggihan sistem saat ini.

Penggunaan alat elektronik, cara berkomunikasi dan keterampilan anak menjadi hal yang harus diperhatikan orang tua. Pendidikan moral juga penting untuk diajarkan orang tua. Pelajaran tersebut, tidak dapat dilakukan hanya setengah jalan jika ingin mendapat hasil yang maksimal. Anak adalah harapan kita, masa depan banga yang kelak akan menjadi pemimpin dk masa yang akan datang, sudahkan sebagai orang tua, kita meletakkan konsep dasar pendkdikan anak kita dengan benar?hanya hati kita yang bisa menjawabnya.(atien a mochtar)

*)direktur tapalkudamedia.com
1744129950993

Wow.. Pedagang Bakso Nyambi Jualan Sabu

IMG-20250408-WA0090

tapalkudamedia.com Surabaya – Nekat nyambi berjualan narkoba jenis sabu-sabu. Choirul (34) warga Tambak Deres Surabaya,dicokok petugas.

Tersangka Choirul mengaku jadi pengedar dan menjual sabu karena penghasilan kurang saat berjualan bakso. Akibat perbuatannya itu tersangka dijebloskan ke tahanan Polrestabes Surabaya.

Penangkapan tersangka ini berdasarkan dari informasi masyarakat yang kemudian ditindak lanjuti oleh upaya penyelidikan, sampai melakukan penangkapan terhadap tersangka di rumahnya.

‘Waktu diamankan, tersangka sedang berada di rumahnya, ketika dilakukan penggeledahan di dapatkan 1,26 gram sabu dan pipet kaca yang masih terdapat sisa sabu seberat 2,53 gram,” kata Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Lily Djafar, Kamis (8/3/2018).

Anggota Unit II Satresnarkoba Polrestabes Surabaya mengamankan barang bukti berupa 1 (satu) poket sabu seberat 1,26 gram beserta bungkusnya; 1 (satu) buah pipet kaca yang masih terdapat sisa sabu seberat 2,53 gram; 10 (sepuluh) buah pipet kosong; 1 (satu) buah sekrop; 3 (tiga) pack plastik klip; 1 (satu) buah timbangan; 2 (dua) buah kotak warna hitam; 1 (satu) buah HP; 1 (satu) lembar potongan isolasi.

Kepada petugas tersangka mengaku bahwa dirinya membeli sabu tersebut dari seseorang yang berinisial SF di Rabesan Madura.

“Sabu saya beli dari SF dan sudah 3 kali beli sebanyak 1 gram dan dihargai Rp 900 ribu, dipakai untuk menunjang tenaganya selama bekerja,” akunya.

Untuk mempertanggung jawab, atas usaha sampingannya, tersangka dikenakan Pasal 112 Ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika, lantaran telah melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan Narkotika Golongan I(ul)

1744129950993
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts

error: Content is protected !! silahkan di menghubungi admin jika ingin copy conten ini ... terima kasih