Beranda blog Halaman 861

Motor Seruduk Sepeda Hingga Pengendara Tewas

IMG-20250408-WA0090

Banyuwangi – tapalkudamedia.com

Seorang pengendara sepeda ontel tewas diseruduk motor di Jalan Raya Dusun Trembelang, Desa/Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, kemarin pagi (14/3/2018).

Korban pengendara sepeda onthel Ramsio (80) warga setempat meninggal sesaat setelah menjalani perawatan di RS Al Rohma, Jajag, Kecamatan Gambiran.

“Korban meninggal karena lukanya cukup parah,” cetus Kanitlantas Polsek Muncar, Iptu Kateno.

Kecelakaan maut itu, terjadi sekitar pukul 05.00. Awalnya, motor Honda Karisma dengan nomor polisi DK 6358 HE yang dinaiki Yabet Dwi Iman Satoto, 27, asal Dusun Krajan, Desa Cluring melaju dari arah timur. “Motor melaju tidak terlalu banter,” terangnya.

Setiba dilokasi kejadian, tiba-tiba sepeda onthel yang dinaiki Ramsio dari arah utara menyeberang. Karena jarak sudah dekat, pengendara sepeda onthel itu langsung ditabrak.
“Pengendara motor tidak sempat mengerem, karena jarak sudah dekat,” terangnya.

Saat ditabrak itu, jelas dia, Ramsio sempat terpental dari sepeda dan jatuh ke pinggir jalan. Kakek itu mengalami luka yang cukup serius di bagian kepala dan badan. Oleh warga sekitar, langsung dilarikan ke RS Al Rahmah Jajag. “Sempat menjalani perawatan, tapi akhirnya meninggal,” ungkapnya.

Untuk pengendara sepeda motor, Yebet, hanya mengalami luka lecet saja. Dan motornya, juga hanya mengalami rusak kaca pada lampu bagian depan. “Motor kita amankan, untuk sepeda onthel rusak parah,” pungkasnya.

1744129950993

Ketahuan Hendak Curi Cabai Kabur Meninggalkan Motornya

IMG-20250408-WA0090

Banyuwangi – tapalkudamedia.com

Harga cabai yang meroket memancing minat para pencuri. Seperti yang terjadi di lahan cabai di Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri.

Penjaga ladang menyatroni tiga orang yang diduga hendak mencuri cabai di lahan seluas satu hektare itu.

Ketika dikejar, ketiga maling itu berhasil melarikan diri sambil meninggalkan hasil curiannya. Tiga maling itu juga meninggalkan dua buah kendaraan yang mereka parkir tidak jauh dari ladang.

“Lokasinya tidak jauh dari Polsek Giri. Setelah menerima laporan, kita langsung meninjau lokasi dan melakukan olah TKP. Ternyata mereka juga meninggalkan tiga pasang sandal,” ujar Kanit Reskrim Polsek Giri Ipda Bambang Suhardiman.

Aksi pencuri cabai ini, jelas dia, sebenarnya sudah kali kedua. Hanya saja yang pertama, pemilik ladang Budi Nur Khoiri gagal menangkap pelaku. Sampai akhirnya sejak Sabtu (10/3) malam, pemilik lahan meminta kepada penjaga untuk mengawasi ladang semalam suntuk.

Benar saja, pada Minggu (11/3) dini hari, penjaga ladang yang bersembunyi di atas pohon Mangga melihat tiga orang pria yang terlihat mencurigakan tengah masuk ke area ladang. Tak mau kecolongan, penjaga ladang langsung mengejar ketiga pelaku setelah sebelumnya menyinari para pencuri itu dengan senter.

“Ada barang bukti lombok (cabai) yang sudah ada di dalam karung siap bawa. Beratnya sekitar 40 kilogram. Dua kendaraan pencuri, Yamaha Mio dan Jupiter, juga kami amankan. Satu kendaraan malah masih menancap kuncinya,” terang Bambang.

Berbekal dua kendaraan itu, Polsek Giri pun mengembangkan penyelidikan dengan Samsat untuk melacak nomor polisi dari barang bukti itu. Dari dugaan sementara, salah satu barang bukti merupakan milik warga Rogojampi.

“Kita masih mengembangkan penyelidikan. Kedua pelaku terancam pasal 363 ayat 1 terkait Pencurian dengan hukuman hingga tujuh tahun kurungan. Untuk kerugian materil dari pemilik ladang ditaksir lebih dari Rp 2,7 juta melihat dari harga cabai merah besar yang dibawa pelaku,” pungkasnya.

1744129950993

Menggali Potensi Tari Gug Gur Untuk Peningkatan Pariwisata Bondowoso

IMG-20250408-WA0090

BONDOWOSO  – tapalkudamedia.com

Menggali dan Mengembangkan Potensi Budaya Untuk Pariwisata di Republik Kopi Bondowoso , Jawa Timur menjadi tangung jawab bersama, pasalnya terdapat sejumlah daerah di  Bondowoso yang memiliki potensi untuk dijadikan tujuan wisata karena budayanya yang khas .Jika peluang tersebut bisa diangkat, hal itu akan berkontribusi bagi peningkatan ekonomi suatu daerah.

Selama ini, daerah yang dikenal publik karena wisata dan budayanya hanya Yogyakarta dan Bali. Padahal, jika dicermati secara mendalam di Bondowoso  akan ditemukan puluhan keunikan budaya .

Kemungkinan itu bisa terlihat faktual, karena selama ini kepedulian pemerintah terhadap optimalisasi kawasan wisata budaya masih terbatas

Bondowoso sebenarnya memiliki bermacam budaya karena variasi topografinya, sehingga bisa melahirkan warisan budaya lokal.

Jika optimalisasi pengembangan budaya diperhatikan secara serius, akomodasi terhadap beragam kebudayaan ini bisa dipromosikan sebagai wisata budaya dan nilai ekonominya bisa berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Untuk itulah perhatian serius ditunjukkan oleh Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bondowoso menyuarakan keindahan alam dan budaya  dalam berbagai event.

Selain itu,kekayaan alam dan budaya Bondowoso  ini prospek ke depannya akan menjadi ikon tersendiri bagi daerah ini sebagai kota wisata budaya. Karena itu, promosi budaya dan keindahan alam  diharapkan akan memberikan dampak positif pada perdagangan, investasi, ekonomi kreatif, dan kesejahteraan masyarakat.

Langkah -langkah tersebut mulai dilakukan oleh Disparpora Bondowoso .Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Pariwisata dan Pemuda Olahraga (Disparpora) Adi Sunaryadi ketika dikonfirmasi , Kamis (15/03/2018) oleh tapalkudamedia.com menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah gencar mengali potensi yang ada di Bondowoso untuk menarik minat wisatawan berkunjung.

“Saat ini kita tengah mengali potensi salah satunya adalah Tari Gug Gur atau tari anak macan,” jelasnya.

Menurut Adi Tari Gug Gur ini adalah tari tradisional yang berasal dari kecamatan Klabang.  “Tari ini menggambarkan permainan anak-anak, yang terinspirasi dari kesenian Singo Ulung. Dimainkan sepuluh orang penari yang tergabung dalam sanggar tari Handayani kecamatan Klabang,”  tukasnya.

Adi mengaku bahwa Kadisparpora  sangat mengapresiasi hal tersebut ,” Pak Kadis dan tentunya kita semua juga berharap tari ini bisa terus dikembangkan,  agar kabupaten Bondowoso makin kaya dg seni tari budayanya.

“Nantinya,  tarian ini akan ditampilkan dibeberapa kegiatan atau event yg diselenggarakan oleh Disparpora Kabupaten Bondowoso ,” tandasnya. (dex)

1744129950993

Utang RI Tembus Rp4.035 Triliun

IMG-20250408-WA0090

JAKARTA – tapalkudamedia.com

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) merilis data jumlah utang pemerintah Indonesia yang hingga akhir Februari 2018 mencapai Rp4.035 triliun. Posisi ini meningkat 13,46% dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar RP3.556 triliun atau 29,24% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Dari data realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2018 periode Februari 2018 yang dikutip, Kamis (15/3/2018) utang pemerintah masih didominasi oleh penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) yang mencapai Rp3.257,26 triliun atau 80,73% dari total utang pemerintah. Penerbitan SBN tersebut mayoritas atau sekitar Rp2.359,47 triliun diterbitkan dalam denominasi rupiah.

Selain itu, utang tersebut juga berasal dari pinjaman luar negeri pemerintah yang mencapai Rp771,76 triliun atau 19,13% dari total utang tersebut.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang didorong melalui pelaksanaan paket-paket kebijakan perekonomian serta reformasi struktural menempatkan PDB Indonesia pada tahun 2018 menjadi sebesar Rp13.798,91 triliun. Jumlah PDB tersebut diyakini dapat menjadi kekuatan perekonomian Indonesia untuk menutup total utang pemerintah yang mencapai 29,24% dari PDB per akhir bulan Februari 2018

“Jumlah utang pemerintah tersebut masih terjaga pada level yang aman dan lebih rendah dari batas yang ditetapkan dalam UU Keuangan Negara Nomor 17 tahun 2003, bahwa total utang pemerintah terhadap PDB paling besar 60%,” demikian seperti dikutip.

Jika dibandingkan dengan negara yang setara, utang Indonesia tersebut masih terbilang kecil. Misalnya, Vietnam tercatat sebesar 63,4%, Thailand 41,8%, Brasil 81,2%, Nikaragua 35,1%, dan Irlandia 72,8%.(dni)

1744129950993

Komisaris Media PT Radar Besuki Group dan Ketua PWI Bondowoso Jadi Nara Sumber Pelatihan Jurnalis di PP Al Islah

IMG-20250408-WA0090

BONSOWOSO – tapalkudamedia.com

Organisasi Santri PP Al Ishlah Kecamatan Grujugan Kabupaten Bondowoso Jawa Timur mengelar Pelatihan Jurnalis dengan tajuj ‘Do Work Sums at Sounds’ Rabu (14/03/2018).

Pelatihan tersebut dimaksudkan untuk mengembangkan bakat dan karya – karya tulis, organisasi pondok pesantren (PP) Modern Al Ishlah .

Hadir dalam acara tersebut  ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bondowoso. Acara yang digelar usai Sholat Ashar hingga selesai sekitar pukuk 17.00 WIB diikuti sedikitnya 250 santriwati  di Gedung Serba Guna, pesantren pimpinan KH Maksum ini.

Para satriwati tersebut merupakan anak didik yang ada dibangku Ta Azus, kelas 1 hingga kelas V. Penyaji materi adalah wartawan koran harian pagi Memo Tinur yang juga pendiri sekaligus  perusahaan media PT Radar Besuki Group (RBG).

Eka Rahayu Septiyanti, ketua panitia. menyampaikan bahwa ,”Sebelumnya kita menggelar pelatihan photografi. Rangkaian acara ini akan ditutup nanti malam (tadi malam , red), oleh panitia,” jelasnya.

Sementara itu Haryono, Ketua PWI Bondowoso mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi acara yang digelar organisasi santri putri ini.

PWI Bondowoso juga akan segera mengadakan safari jurnalis disekolah dan pondok yang ada. “Kami sangat bangga dan mengapresiasi acara ini. Dengan belajar dasar -dasar jurnalis, maka sejatinya para santri akan sedapat mungkin menghindari hoax, cuitan provokatif dan tulisan berbau sara,” tegasnya.

Haryono juga PWI berjanji bahwa santri atau kelompok santri yang masuk kategori penulisam  terbaik diberi piagam penghargaan. Tentunya sesuai dengan karya dan kemampuan yang telah ditunjukkan. “Kami akan wujudkan bentuk apresiasi dan rasa bangga dengan memberikan piagam penghargaan bagi adik -adik semua. Hal ini juga telah kami sampaikan pada Bupati dengan harapan pemkab juga akan berpartisipasi dengan ragam kegiatan disini,” janjinya.

Komisaris PT RBG Niharudin Syah  yang menjadi nara sumber pelatihan jurnalis tersebut mengatakan bahwa, ketersedian waktu sangat minim. Sehingga, penyampaian materi dan jadwal evaluasi terbatas.

Lanjut Udin’s pangilan akrabnya untuk praktek jurnalis dengan sejumlah aspek, waktu tidak mencukupi. “Namun, apa yang telah dilakukan para santri (peserta) cukup bagus. Prinsip dasar sudah dipahami, bahkan dalam membedakan fiksi dan non fiksi sudah sangat mengerti,” tukasnya.

Sekadar diketahui, dalam kesempatan itu, para peserta diminta menulis kategori fiksi dan non fiksi. Dari 250 peserta yang terdiri dari 6 kelas dibagi menjadi 6 kelompok. Masing -masing kelompok diwajibkan menulis 2 kategori .

Hasilnya, dalam minggu ini PWI Bondowoso akan memberikan penghargaan, hal itu akan diserahkan langsung pada penbasuh Ponpes Modern Al Ishlah, KH Makshum atau Abi Makshum.(red)

1744129950993

Oknum Guru Ngaji Diduga Lakukan Aksi Pencabulan

IMG-20250408-WA0090
Jember  – tapalkudamediq.com 
Seorang oknum guru ngaji berinisial MH, warga Kelurahan Gebang Kecamatan Patrang Kabupaten Jember diduga melakukan aksi pencabulan terhadap tujuh santrinya. Petugas kepolisian setempat pun berhasil menangkap pelaku, Selasa (14/03/2018) sore kemarin.
Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo menyampaikan, pada Selasa siang kemarin, pihaknya menerima laporan dari salah seorang keluarga korban. Dimana korban mengaku pernah dicubit di bagian dada oleh pelaku. “Bahkan, beberapa waktu lalu tersangka membuka paksa celana korban dan meraba paha dan kemaluan korban,” papar Kusworo.
Berdasarkan laporan tersebut, Unit PPA Polres Jember langsung meluncur menangkap tersangka di rumahnya. Saat diintrogasi, akhirnya terungkap, sejak dua tahun terakhir sudah ada tujuh santrinya yang menjadi korban nafsu liarnya itu. “Tersangka mencabuli santrinya di salah satu ruangan di Mushalla. Alasannya, untuk mendisiplinkan santrinya itu,” ungkapnya
Hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan pengembangan penyidikan terhadap tersangka. Sebab, disinyalir masih ada kemungkinan jumlah korban bertambah. “Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya ( Zainul)
1744129950993

Kopi Lokal Harus Mampu Merajai Dunia

IMG-20250408-WA0090

JAKARTA – tapalkudamedia.com

Komoditas kopi Indonesia seharusnya bisa menguasai dunia. Karena Indonesia memiliki banyak sekali jenis kopi berkualitas tinggi.

Apalagi, diketahui kedai-kedai kopi bermerk internasional ternyata bahan bakunya dari Indonesia. “Mestinya, kopi Indonesia bisa menguasai dunia. Karena kopi-kopi asing itu dari Indonesia. Juga kopi yang dibranding merk dunia, itu kopinya dari Indonesia. Biji kopi asal Indonesia menyuplai ke hotel-hotel kelas dunia,” kata Ketua Umum Kadin Eddy Ganefo pada diskusi Ngopi Bareng Senator bertema ‘Kopi Daerah Indonesia, Kopi Dunia’ di Lobi Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (14/3).

Acara ngopi bareng tersebut dihadiri Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono, Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba, sejumlah senator lain dan Bupati Agam, Sumatera Barat, Indra Catri. Sejumlah kopi dari berbagai daerah dipamerkan, termasuk mesin penyangrai kopi yang salah satunya diproduksi dari Bali.

Menurut Eddy, kopi lokal alias kopi dari daerah sebenarnya bisa menembus pasar ekspor. Namun, diketahui banyak pelaku industri kopi terutama Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM) banyak mengalami kendali baik minimnya pengetahuan tentang ekspor kopi maupun kendala prosedur dan adminstratif.

Ia berharap kepedulian pemangku kepentingan baik di pusat maupun di daerah dapat mengangkat komoditas kopi menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Selain itu, kopi dari berbagai daerah di Indonesia juga diharapkan dapat bersaing dengan kopi produksi perusahaan besar. Sehingga menjadi pemain utama di dunia.

“Saya berharap para pelaku usaha ekonomi daerah, terutama yang bergerak di sektor perkebunan kopi dan usaha di sektor hilir kopi dapat bersinergis dengan segala pemangku kepentingan. Jadi bisa saling bergandengan tangan dan bahu membahu dalam mengembangkan produk-produk daerah, yang akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono mengakui komoditas kopi daerah di Indonesia belum banyak dikenal secara luas. Padahal potensinya besar seperti kopi Luwak, kopi dari Agam Sumatera Barat yang disebut sebagai Ameh Hitam dari Agam, kopi Kintamani dari Bali, kopi dari Aceh Selatan, kopi dari Toraja Utara dan kopi-kopi lain dari berbagai daerah. “Kopi di Indonesia memiliki banyak kekhasan sehingga apabila dikelola secara baik bisa memajukan industri kopi nasional. Dan bagi pelaku industri di daerah bisa meningkatkan usaha mikro kecil dan menengah di daerah,” kata Nono.

Untuk itu, ia mendorong para kepala daerah di Indonesia untuk mengembangkan dan memperluas perkebuban kopi, meremajakan perkebunan-perkebunan lama melalui program intensifikasi, serta membina para UMKM kopi di daerah untuk dapat meningkatkan kualitas dan inovasi tekhnologi pengolahan kopi. (*)

 

1744129950993

Motif Para Hacker Asal Surabaya Diduga sebagai Aktualisasi Diri

IMG-20250408-WA0090

SURABAYA – tapalkudamedia.com

Beragam motif melatarbelakangi para peretas (hacker) ketika berani membobol berbagai situs di internet. Salah satu faktornya diduga kuat sebagai aktualisasi diri mempunyai kemampuan tersebut.

Pembahasan ini juga terkait munculnya kasus tiga mahasiswa Stikom Surabaya yang diamankan polisi karena nekat meretas sekira 600 situs di 44 negara sehingga turut menjadi incaran FBI.

“Aktualisasi diri bahwa dia punya kemampuan. Ini biasanya yang menjadi latar belakang mereka (meretas situs) dari sisi kemampuan. Tapi kalau dari sisi finansial, saya tidak tahu, itu kan efek lain. Namun secara umum, punya kemampuan aktualisasi,” terang dosen Program Studi S-1 Sistem Informasi Fakultas Teknologi dan Informatika Stikom Surabaya Anjik Sukmaji saat dikonfirmasi, Kamis (15/3/2018).

Berita RekomendasiIni loh cara mengatasi karang gigi [PR]Tentukan Nasib Tiga Hacker, Kampus Tunggu Proses Hukum RampungTiga Hacker Asal Surabaya Dikenal Pintar di Kampus

Ia menjelaskan, dalam proses meretas sebenarnya bisa dilakukan dengan singkat. Bahkan sekali tekan enter sudah selesai, jika semua perangkat lunak (software) sudah disiapkan. Tetapi yang panjang adalah tahapannya, karena harus mengumpulkan sejumlah informasi tentang situs yang akan diretas.

“Dia akan mencoba men-scanning. Misalnya, rumah yang lemah pintu mana, jendela mana. Diidentifikasi, baru nanti dia tahu. Kalau pintu dari kayu, nanti saya buka dengan gergaji. Kalau pintu dari besi, pakai las,” ungkapnya.

Setelah diketahui, sambung dia, informasi terkait akses masuk dan sebagainya di sistem keamanan, lalu pelaku menggunakan teknik-teknik yang dimiliki, apakah memakai SQL Injection atau yang lain.

Biasanya, tutur Anjik, situs target para hacker untuk diretas adalah perusahaan yang mempunyai pelayanan online, hompage, dan aplikasi customer online. Sebenarnya saat membuat aplikasi sudah ada standar keamanan.

“Tetapi, mungkin ada celah-celah. Itu yang dimasukkan peretas. Misal dari aplikasi ada kelemahan. Contoh jika dimasukkan satu A tidak lolos, tapi ketika dimasukkan A tiga kali baru bisa lolos. Jadi istilahnya antisipasi dari aplikasi itu, kode program yang kurang maksimal,” jelasnya.

Sebagaimana diberitakan, tiga peretas asal Surabaya ditangkap Tim Cyber Crime Polda Metro Jaya pada Minggu 11 Maret 2018 usai mendapat informasi dari FBI. Ketiga pelaku masing-masing berinisial KSP (21), NA (21), dan ATP (21).

Belakangan diketahui mereka tercatat sebagai mahasiswa semester VI Stikom Surabaya dan tergabung dalam komunitas hacker Surabaya Black Hat (SBH). Ketiganya meretas diketahui ratusan situs yang tersebar di 44 negara. Bahkan, para pelaku berani membobol situs milik FBI.(han)

 

1744129950993

Astaga… Oknum Polisi Tersangkut Penyalahgunaan Narkoba

IMG-20250408-WA0090

Bali – Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Buleleng kembali menangkap penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu. Dua tersangka penyalahgunaan narkotika itu tercatat sebagai mahasiswa, Kadek Arimbawa alias Kucit (26) dan oknum anggota polri yang lama desersi, I Ketut Metriya (51). Kedua tersangka sama-sama warga Kelurahan Penarukan, Kecamatan Buleleng.

Kasus tersebut terungkap berawal dari penangkapan Arimbawa Senin (12/3), sekitar pukul 18.30 Wita di Kelurahan Penarukan. Dari pengembangan, tersangka mengaku kalau sabu-sabu itu dibeli dari seserang pengedar bernama Ketut Metriya, seorang anggota polri yang sudah lama desersi. Alhasil, hari yang sama sekitar pukul 21.30 Wita tersangka kedua berhasil ditangkap rumahnya. Tanpa perlawanan, tersangka mengakui telah memiliki paket sabu-sabu seberat 0,10 gram brotto (0,07 gram netto).

Selain itu, di rumah tersangka ini juga ditemukan sejumlah alat pres pelastik, timbangan elektrik, potongan pipat yang diduga untuk menyimpan sabu-sabu, alat hisap atau bong, dan sejumlah barang bukti lain.

Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK Rabu (14/3) mengatakan, dua tersangka ini berhasil ditangkap berkat informasi masyarakat yang curiga dengan aksi kejahatan narkotika di wilayah Penarukan.

Khusus tersangka Ketut Metriya, selain dinyatakan menyalahgunakan narkotika, yang bersangkutan juga dikenakan sanksi etik sebagai anggota polri. Untuk itu, pihaknya mengingatkan kepada setiap anggotanya agar tidak mencoba-coba menggunakan narkotika jenis apapun.

“Khusus untuk oknum anggota polri selain kena sanksi etik sebagai polisi, juga diancam hukuman pidana penyalahgunaan narkotika. Ini pelajaran dan siapapun polisi tidak mencoba-coba menyalahgunakan narkotika kalau tidak akan dikenakan ditindak tegas,” jelasnya.

Sementara tersangka Ketut Metriya mengaku sudah lama tidak berdinas sebagai anggota Satuan Sabara Polres Buleleng. Dia mengaku awal menggunakan narkoba karena cekcok di rumah tangganya. Sejak itu dirinya menggunakan narkoba dan karena dianggap aman-aman saja, dia pun sesekali menjual paket narkoba.

“Kalau pakainya dikit-dikit dan terkadang saya jual juga tapi tidak banyak. Biasnaya satu paket itu beli sampai Rp 1 juta dan siapa yang member barang-nya saya tidak tahu karea lewat telpun di suruh ambil barang di satu tempat,” tegasnya. (*)

1744129950993

Harga Kebutuhan Merangkak Naik Pembeli Mengeluh

IMG-20250408-WA0090

Bondowoso – tapalkuda.com

Cuaca yang tidak menentu mengakibatkan bahan kebutuhan dapur merangkak naik. Mulai harga cabai hingga bawang putih dan bawang merah terpantau meroket.

Seperti di Maesan Bondowoso, kenaikan harga cabai dan bawang sudah terjadi sejak satu bulan terakhir. Bahkan, lonjakan harga kebutuhan dapur itu sangat fluktuatif dan belum ada tanda-tanda normal seperti biasanya.

Data yang terhimpun tapalkuda.com, harga cabai rawit yang semula Rp 20 ribu/kg kini menjadi Rp 60 ribu/kg. Cabai merah sebelumnya Rp 38 ribu/kg kini menjadi Rp 40 ribu/kg. Sedangkan harga bawang putih biasanya Rp 12 ribu/kg kini naik menjadi Rp 28 ribu/kg.

Sementara harga bawang merah yang semula Rp 16 ribu/kg, kini naik menjadi Rp 24 ribu/kg. Kemudian harga tomat yang semula Rp 4 ribu/kg, kini naik Rp 8 ribu/kg.

“Naiknya harga kebutuhan dapur ini sudah agak lama. Mungkin karena cuaca tak menentu ini,” kata Sri, pedagang bumbu dapur, Rabu (14/3/2018).

Sementara itu, Nija pedagang lainnya mengatakan, meski harga kebutuhan dapur naik, permintaan pembeli terus meningkat. Setiap hari juga banyak pembeli datang, tapi juga kadang mengeluh karena kenaikan tersebut.

“Saya kasihan para pembeli sering mengeluh saat belanja. Tapi mau gimana lagi, harga ‘kulakan’ juga naik,” imbuhnya sembari berharap ada solusi nyata dari pemerintah agar harga kebutuhan kembali normal (dex)

1744129950993
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts

error: Content is protected !! silahkan di menghubungi admin jika ingin copy conten ini ... terima kasih