Beranda blog Halaman 854

Kiat Satlantas Polres Bondowoso Minimalisir Kecelakaan dan Curanmor

IMG-20250408-WA0090

Bondowoso – tapalkudamedia.com
Operasi keselamatan  mobil angkutan umum dan mobil angkutan barang, serta pengguna roda dua, terkait kelengkapan dilakukan Jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bondowoso, Jawa Timur, Sabtu (24/03/2018)

Giat Operasi tersebut, dilaksanakan di jalan raya lintas kabupaten  Bondowoso – Situbondo,di Prajekan Lor, Kecamatan Prajekan, Sabtu (24/3/2018).

Kegiatan yang dipimpin langsung KBO Satlantas Bripda Tulus tersebut masih ditemukan banyak pelanggaran.

Bripda Tulus menyampaikan , untuk giat operasi kali ini berlaku bagi kendaraan besar saja.

“Diantaranya kendaraan jenis pariwisata dan truk besar, jenis mobil bak terbuka serta kelengkapan kendaraan roda dua,” katanya.

Tujuannya, lanjut dia, untuk menertibkan para pengemudi dan penumpangnya agar selamat dalam perjalanan.

“Ada beberapa mobil truk serta sejumlah pengemudi yang masih melakukan pelanggaran seperti tidak menggunakan sabuk pengaman bahkan ada kendaraan plat nomor polisi (Nopol) tidak cocok dengan STNK sehingga pihak Satlantas Polres Bondowoso langsung mengganjarnya dengan teguran bagi pelanggar tersebut,” ungkapnya.

Lebih jauh disampaikan , bahwa operasi ini diharapkan dapat meminimalisir ranmor serta bagi para pengemudinya bisa lebih tertib dalam berlalu lintas di jalan raya.

“Sehingga angka kecelakaan lalu lintas dan curanmor  bisa diminimalisir,” pungkasnya.(ltf)

1744129950993

Syeikh Yusuf Estes Pencinta Kopi

IMG-20250408-WA0090

tapalkudamedia.com
Assalamu’alaykum!” seru Syeikh Yusuf Estes dengan suara serak namun lantang kepada masyarakat yang telah menanti kehadirannya di Balai Sudirman, Jakarta pada Rabu (21/3) malam.

Malam itu adalah hari terakhir pendakwah asal Texas, Amerika Serikat tersebut untuk menyampaikan ceramah umum dalam rangkaian safari dakwahnya di Indonesia sejak 18 hingga 21 Maret 2018 di Jakarta, Surabaya dan Balikpapan.

Ceramah Yusuf Estes di Jakarta malam itu menjadi tantangan tersendiri bagi dirinya karena gangguan suara yang dialaminya. “Suara saya lemah, tapi hati saya kuat,” kata Yusuf Estes yang dijuluki “funny sheikh” atau “syeikh yang lucu” itu.

Didampingi oleh Ketua Islamic Propagation Society International (IPSI) atau Masyarakat Dakwah Islam Internasional asal Malaysia, Kamaruddin Abdullah, dan Imam Besar Masjid New York, AS asal Sulawesi Selatan, Syamsi Ali, Yusuf Estes menyampaikan ceramah umumnya yang bertema “the Light of Islam” atau “Cahaya Islam”.

Sesekali ulama berusia 74 tahun itu terbatuk-batuk. Di atas meja kecil di hadapannya, ada sebotol air minum dan sebuah gelas. Sebuah gelas “tumbler” berisi kopi juga tersedia di hadapannya. Untuk memulihkan suaranya, Syeikh Yusuf lebih memilih minum kopi ketimbang air putih.

“Saya telah menjadi pecinta kopi,” ujar Yusuf Estes dalam ceramahnya.

Tak heran jika gelas “tumbler” berisi kopi selalu menemaninya dalam setiap kesempatan, termasuk saat melakukan konferensi pers pada hari ke dua tiba di Jakarta. Bahkan, saat melayani wawancara eksklusif dengan wartawan senior Kantor Berita Antara, Syeikh Yusuf tak lepas dari secangkir kopi. “Kalian punya kopi yang nikmat,” katanya kepada wartawan itu.

Dalam ceramahnya di Jakarta malam itu, dia pun menceritakan kisah tentang kopi. “Jika saya mengatakan sesuatu, Anda semua tahu apa yang saya bicarakan,” kata Syeikh Yusuf.

“Luwak,” lanjutnya tersenyum. “Dan saya harus berhati-hati dengan apa yang akan saya katakan setelah itu,” katanya lagi dengan jenaka.

“Di Ohio kami membuka pusat kafe dakwah,” ujar Syeikh Yusuf.

Dia menjelaskan bahwa kafe tersebut dikelola oleh seorang Muslim asal Somalia. Kafe itu menyediakan berbagai jenis biji kopi dari seluruh dunia.

“Kopi berasal dari Ethiopia. Tapi yang pertama kali menjadikan biji kopi menjadi kopi yang sesungguhnya adalah orang-orang Yaman,” jelas Syeikh Yusuf.

Dia melanjutkan bahwa para Muslim dari Yaman yang menggembalakan kambing biasanya terjaga di tengah malam untuk menunaikan shalat.

“Setiap kali terbangun di tengah malam, mereka heran dengan kambing-kambing mereka yang justru berjingkrak-jingkrak setelah memakan pakan kambing yang mereka bawa dari Ethiopia berupa rumput-rumputan,” jelas Syeikh Yusuf.

Para penggembala kambing ini kemudian mulai mengolah biji-bijian tersebut dengan cara apa pun. Biji kopi ini dimasak, namun tak menghasikan sesuatu yang lezat, hingga ada seorang dari mereka yang mencoba merebusnya, dan akhirnyanya jadilah minuman kopi yang dinamakan “qahwah”.

Syeikh Yusuf juga menceritakan bahwa putrinya yang seorang seniman menggambar sebuah poster yang menggambarkan perjalanan biji kopi dari Ethiopia ke Yaman, kemudian kembali lagi ke Afrika, dan ke Turki.

Dia melanjutkan bahwa nama minuman yang berasal dari Bahasa Arab, “qahwah” telah mengalami perubahan pengucapan menjadi “kafa”, “kaffa”, dan akhirnya menjadi “kaffe”. “Kaffe” kemudian dibawa ke Prancis, sementara orang Inggris menyebutnya “espresso”.

Dari kisah inilah, Syeikh Yusuf ingin menegaskan bahwa poster yang menggambarkan perjalanan penemuan minuman kopi oleh para Muslim di Yaman hingga ke Eropa, dan kini menjadi salah satu minuman terpopuler di seluruh dunia akan mengajak masyarakat untuk lebih mengenal Islam.

Kesan Safari dakwah Syeikh Yusuf Estes yang difasilitasi oleh Sahabat Dakwah Internasional (SDI) di tiga kota di Indonesia merupakan yang pertama kali digelar. Namun, Yusuf Estes yang memeluk Islam pada tahun 1991

1744129950993

Jalur Lebak Pelabuhan Ratu Longsor

IMG-20250408-WA0090

LEBAK – tapalkudamedia.com

Ruas jalan yang menghubungkan Kabupaten Lebak-Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat terkena longsor dan pepohonan tumbang akibat hujan deras yang melanda daerah ini.

“Kami mencatat tujuh titik terjadi longsor di ruas jalan Bayah, Kabupaten Lebak-Pelabuhan Ratu, Sukabumi,” kata Pengelola Jalan dan Jembatan Wilayah Kabupaten Lebak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Banten Kuncoro, di Lebak, Sabtu.

Meski ruas jalan yang menghubungkan antarprovinsi terkena longsor, tetapi arus lalu lintas tetap berjalan lancar. Petugas menggunakan alat berat untuk mengatasi longsoran tanah karena beberapa titik menutupi jalan.

Saat ini, petugas bersiaga untuk mengatasi longsoran sehubungan curah hujan di daerah itu cenderung meningkat. Hujan intensitas tinggi terjadi Sabtu pagi hingga malam ini masih berlangsung, sehingga dikhawatirkan terjadi longsor susulan.

Ia mengimbau kepada pengemudi yang melintasi ruas Bayah-Cibeber-Cibareno-Pelabuhan Ratu, Sukabumi agar meningkatkan kewaspadaan longsor.

“Kami sudah menyebarkan informasi lokasi rawan longsor agar tidak menimbulkan korban jiwa,” katanya pula.

Menurut dia, ruas jalan yang menghubungkan antardua Provinsi Banten-Jawa Barat sangat padat untuk kelancaran arus lalu lintas.

Selain itu, jalur tersebut sangat vital untuk membangun perekonomian masyarakat.

“Kami berharap pengemudi agar hati-hati mennggunakan kendaraannya karena cuaca buruk berpotensi terjadi hingga sepekan ke depan,” ujarnya pula.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi mengatakan pihaknya menetapkan status siaga bencana alam sehubungan adanya banjir dan longsor akibat cuaca buruk itu.

BPBD Lebak mencatat 523 rumah terendam banjir tersebar pada enam kecamatan, sedangkan longsor menimpa lima rumah pada dua kecamatan.

Namun, bencana alam ini tidak menimbulkan korban jiwa.

“Kami hingga kini masih melakukan pendataan, karena hujan masih berlangsung dan warga masih terkepung banjir,” katanya lagi.(kha)

1744129950993

Si Jago Merah Amuk Kios Minyak Goreng

IMG-20250408-WA0090

Sampang , tapalkudamedia.com
Sebuah kios atau agen minyak goreng yang berada di timur Pasar Srimangunan, Sampang, Madura, terbakar. Belum diketahui secara pasti, apa penyebab kebakaran tersebut. Namun saat kejadian sekitar pukul 17.35 WIB, Sabtu (24/3/2018), sempat menghebohkan warga lantaran kepulan asap hitam melambung dan memicu perhatian.

Moh. Jalil, anggota Satpol PP setempat saat berada di lokasi kejadian membenarkan dan membantu tim pemadam kebakaran untuk menjinakan api agar tidak merembet ke bangunan yang lain. “Yang kebakaran kios minyak dan saat ini tim pemadam kebakaran berusaha menjinakan api,” jelasnya.

Hingga berita ini ditulis, tim pemadam kebakaran Sampang, terus berusaha memadamkan api. Sementara sebagian petugas kepolisian yang datang, dengan sigap mengalihkan arus lalu lintas untuk menghindari kemacetan. Karena titik kebakaran berada pada jalur padat khususnya lintasan mobil anggkutan umum yang hendak menuju terminal.

Pantauan di lokasi dua mobil pemadam kebakaran nampaknya mulai berhasil menjinakan api yang dikhawatirkan bisa merembet kepemukiman padat penduduk.(red)

1744129950993

Nelayan Banyuwangi Disengat Ikan Beracun

IMG-20250408-WA0090

Banyuwangi, tapalkudamedia.com

Disengat ikan Scorpion, Jaseni (32) dilarikan ke Puskesmas Pesanggaran. Jaseni disengat saat mencari ikan hias di sekitar perairan Lampon, Desa/Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi.

Jaseni yang sempat lemas di laut, segera ditolong oleh Supriyono, 40, nelayan lainnya yang saat itu sedang menjaring ikan di lokasi yang sama. “Setelah tersengat ikan, Jaseni ini langsung berteriak minta tolong,” terang Supriyono asal Dusun Ringinsari, Desa Pesanggaran.

Menurut Supriyono, Jaseni itu disengat ikan Jogoripuh atau ikan Scorpion saat mencari ikan hias dengan cara menyelam. Ikan Scorpion itu sejenis ikan kerapu yang sangat beracun. Ikan jenis itu memang dihindari oleh para nelayan karena beracun.

“Tidak tahu bagaimana ikan itu bisa menyengat Jaseni. Jika tidak ada orang saat itu, saya tidak bisa membayangkan nasibnya,” ucapnya.

Saat berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Puskesmas Pesanggaran, Jaseni terlihat kesakitan. Dia terus membolak-balikan tubuhnya berungkali. Tangan kanannya terus memegangi tangan kirinya yang bengkak. “Jaseni itu memang spesialis pencari ikan karang, berangkatnya selalu pagi,” ungkapnya.

Jaseni sebenarnya masih harus menjalani perawatan di Puskesmas. Tapi, dia menolak dan ingin segera pulang. Setelah dirawat selama dua jam, nelayan itu diizinkan pulang.(*)

1744129950993

Menteri Susi Minta Hentikan Penambangan Pasir Ilegal

IMG-20250408-WA0090

FAKFAK – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersama rombongan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan peninjauan hasil tangkapan dan kuliner di Pasar Ikan Waneri Tanjung Wagon di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat, Jumat 23 Maret 2018.

Menteri Susi yang didampingi Bupati Fakfak Mohammad Uswanas dan Wakil Bupati Fakfak Abraham Sopaheluwakan menyampaikan apresiasi tinggi kepada pemerintah dan masyarakat setempat atas Pasar Ikan Waneri Tanjung Wagon yang dinilai luar biasa.

“Tempatnya bersih, udah gitu lihat ikannya juga segar-segar. Ikannya Bapak-bapak punya luar biasa. Tadi lihat ikan begitu saya ingin jadi bakul ikan lagi, berhenti jadi menteri,” puji Susi diiringi canda seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Sabtu (24/3/2018).

Susi juga melontarkan pujian bagi masyarakat Fakfak yang dinilai penuh energi, terlihat penuh kebahagiaan, memiliki keinginan untuk maju dan belajar, serta memiliki semangat kerja yang tinggi. Namun, masih ada hal yang mengusik Menteri Susi.

“Kemarin sore saya berenang di seberang Pulau Panjang, saya naik paddle, snorkling, mau nangis saya. Karangnya semua berantakan, hancur, ikannya sedikit karena tidak ada rumah lagi. Pasirnya juga hilang. Ada kura-kura berenang ndak bisa ke pinggir karena pantainya ndak ada. Dia bingung mau cari tempat buat taruh telurnya ndak ada pasir lagi. Semua habis,” keluh Susi.

Ternyata hal tersebut terjadi akibat penambangan pasir ilegal yang sering terjadi di pantai-pantai di Fakfak. “Ada laporan juga dari (TNI) Angkatan Laut katanya di sini pasirnya ditambang buat bikin rumah. Saya bilang kenapa tidak ambil di tempat lain yang jauh? Ini yang di depan adalah benteng bapak kalau ada tsunami,” ungkap Menteri Susi.

Susi kemudian bercerita tentang tsunami yang terjadi di kampung halamannya di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat pada 17 Juli 2006 lalu. Menurutnya, masyarakat Pangandaran tidak seberuntung masyarakat Fakfak yang berada di teluk dalam seperti Pulau Panjang sehingga memiliki benteng untuk berlindung dari tsunami.

“Di laut kami (Pangandaran) tidak ada apa-apa di depannya. Jadi begitu ada tsunami habislah semua. Yang meninggal pun 1.600 orang. Saya tidak ingin pengalaman itu terjadi di sini. Tolonglah jaga,” pesan Susi.

Susi mengungkapkan, pemerintah melalui KKP, TNI Angkatan Laut, Polair, Kejaksaan, dan Bakamla telah bersinergi membasmi pencurian ikan yang dilakukan kapal-kapal asing di perairan Indonesia, terutama Laut Papua. Setidaknya ada 363 kapal ikan ilegal yang telah ditenggelamkan. Menurutnya, masyarakat Fakfak perlu meniru semangat ini, dengan berada di baris terdepan menjaga Laut Fakfak dari para penambang pasir ilegal.

“Berapa kapal penyedot pasir? 40 biji saja. Ibu sudah usir ribuan kapal. Masa Bapak tidak bisa berhentikan 40 kapal? Malu ndak? Malu tidak? Malu,” Menteri Susi menyemangati.

“Ambillah pasir dari pulau yang besar, dari daratan. Jangan ambil dari laut. Laut itu masa depan bangsa Indonesia. Laut itu yang memberi makan, hidup, Bapak-bapak semua nantinya karena darat itu ada batasnya. Dunia ini 70 persennya itu laut Pak. Indonesia juga sama 70 persennya laut. Kalau laut dirusak, maka rusaklah masa depan anak-anak, cucu, cicitnya Bapak-bapak dan Ibu-ibu semua,” tambahnya.

Susi juga meminta aparat penegak hukum setempat untuk aktif membantu masyarakat mengamankan penambangan pasir di laut.

Lemahnya komitmen masyarakat Fakfak terhadap konservasi laut dibenarkan oleh Bupati Fakfak Mohammad Uswanas. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten telah mengeluarkan berbagai peraturan perundang-undangan, namun dukungan dan kekompakan dalam pelaksanaannya dinilai masih kurang.

“Saya minta Ibu Menteri datang ke sini karena Fakfak sangat tidak komitmen dengan masalah pengendalian konservasi laut. Saudara masih mau kita punya ikan ke depan? Masih tidak? Kalau masih berarti mulai saat ini kita amankan laut kita,” tutur Uswanas dalam sambutannya.

Selain perkara penambangan pasir, Menteri Susi juga berpesan agar masyarakat mematuhi aturan penangkapan spesies laut. Ia berpesan agar masyarakat tidak lagi melakukan penangkapan terhadap lobster, kepiting, dan rajungan bertelur. Selain itu, masyarakat diimbau untuk meninggalkan destructive fishing (penangkapan ikan yang merusak) dengan tidak lagi menggunakan portas, bom, dinamit, atau bius, dan sebagainya yang dapat merusak ekosistem laut.

“Mohon aparat razia itu, pupuk-pupuk matahari dipakai untuk apa? Kalau tidak ada pertanian, ada pupuk-pupuk matahari pasti tangkap ikan pakai bom. Waduh habis nanti Saudara semua masa depannya,” kata Menteri Susi.

Hal lain yang perlu dipatuhi adalah aturan penggunaan alat tangkap dan wilayah tangkapan. Menteri Susi mengingatkan, wilayah di bawah 4 mil dari pulau terluar hanya boleh dimasuki oleh kapal di bawah 10 GT. Adapun kapal 10 GT – 30 GT harus menangkap di wilayah di atas 4 mil dari pulau terluar. Lain halnya dengan kapal di atas 30 GT harus melakukan penangkapan ikan di wilayah di atas 12 mil laut.

Pengaturan ini dianggap penting agar nelayan-nelayan kecil bisa mendapatkan ikan tanpa harus mengeluarkan modal besar untuk membeli bahan bakar. Dengan pengaturan yang adil, nelayan kecil bisa mendapat tangkapan ikan yang cukup banyak di wilayah yang lebih dekat dari daratan tanpa harus bersaing dengan kapal-kapal besar.

“Laut dipelihara, diambil ikannya dengan cara yang benar. Itu namanya kita sebagai makhluk Tuhan mensyukuri nikmat Tuhan yang luar biasa diberikan kepada kita. Jangan sampai kita kufur sama nikmat Tuhan, kalau kita kufur pasti celaka,” tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, KKP menyerahkan bantuan 8.000 ekor calon induk nila bagi 4 Pokdakan di Kabupaten Fakfak yang diserahkan simbolik kepada Pokdakan Waremo Jaya Kp. Waremo Distrik Mbaham Ndandara dan Pokdakan Ubadari Kp. Ubadari Distrik Kayaun. KKP juga melakukan penyematan atribut Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmawas) dan menyerahkan sertifikat Basic Safety Training (BTS) kepada perwakilan peserta training(dni)

1744129950993

Pemerintah Kembangkan Pasar Ekspor ke Afrika

IMG-20250408-WA0090

JAKARTA – tapalkudamedia.com
Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan berupaya mengembangkan pasar ekspor ke wilayah Afrika Barat, khususnya Nigeria, dengan mengikuti Nigeria Manufacturing and Equipment Expo (NME) 2018 di Landmark Center, Victoria Island, Lagos, Nigeria.

“NME 2018 menjadi peluang mempromosikan produk bahan baku dan mesin industri asal Indonesia di Nigeria dan Afrika Barat,” kata Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Lagos, Bagus Wicaksena, dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (24/3/2018).

NME 2018 merupakan ajang yang digelar untuk ketiga kalinya dan merupakan keikutsertaan Indonesia yang pertama. Pameran yang diikuti 100 eksibitor dari perusahaan Nigeria dan beberapa perusahaan dari luar Nigeria tersebut dihadiri lebih dari 3.500 pengunjung.

Pada keikutsertaan kali ini, Paviliun Indonesia yang menempati area seluas 18 meter persegi dan menampilkan alat-alat mesin pertanian, mesin pengemasan, mesin pengemasan makanan, serta bahan baku untuk industri sabun, kue, dan sulingan minyak goreng.

Selama tiga hari pelaksanaan pameran, salah satu peserta pameran PT Kareem International telah mencatatkan transaksi potensial sebesar USD202 ribu. Sementara untuk PT ICC Grup mencatatkan transaksi potensial sebesar USD100 ribu.

Untuk memaksimalkan hasil Pameran NME 2018, ITPC Lagos juga membuat program Indonesian Nigerian Business Forum yang bekerja sama dengan Net-Works Business Club.

“Kegiatan forum bisnis merupakan ajang untuk memperkenalkan dunia usaha di Nigeria mengenai kesempatan bisnis dengan Indonesia. Dalam forum bisnis ini, juga dipertemukan produsen bahan baku dan mesin industri asal Indonesia dengan pembeli asal Nigeria dan Afrika Barat,” tutup Bagus.(dni) 

1744129950993

Opgab Cegah Eksploitasi Anak

IMG-20250408-WA0090

Pribolinggo , tapalkudamedia.com
Satpol PP Kota Probolinggo, razia Gelandangan dan pengemis (Gepeng) yang biasa mangkal di perempatan jalan dan lampu merah ,Sabtu (24/3/2018).

Puluhan anggota Satpol terbagi dalam beberapa tim, bergerak ke sejumlah perempatan jalan dan lampu merah di Kota Probolinggo.

Di lampu merah Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, petugas mendapati seorang gepeng perempuan yang tengah menggendong seorang bayi. Petugas pun langsung mengamankan wanita bersama bayi berusia 4 bulan tersebut.

Pengemis itu bernama Eni (35), dan anaknya yang masih bayi, Yusuf, diketahui merupakan warga Jalan Merpati Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan. Oleh petugas, mereka dibawa ke RSUD dr. Mohamad Saleh, untuk memeriksa kesehatan, terutama pada bayinya.

“Warga lapor ke kami, juga mengkhawatirkan kesehatan bayi tersebut. Sempat ada dugaan, bayi tersebut tak bernyawa, karena ketika disentuh oleh salah satu pengendara, bayi tersebut tidak bergerak sama sekali.

Namun berdasarkan pemeriksaan tim medis rumah sakit, bayi tersebut baik-baik saja. Hanya saja ditemukan gejala flu,” tutur Kepala Satpol PP Kota Probolinggo, Sudiman.

Sementara itu, Kasi Ops Satpol PP, Hendra Kusuma mengatakan, pihaknya memang sempat mencari pengemis wanita itu, selama tiga pekan terakhir. Lantaran banyaknya laporan dari pengendara, terkait aktifitas pengemis wanita itu.

“Tapi sudah kami amankan, diperiksa juga ke rumah sakit. setelah itu, baru kami antarkan ke rumahnya. Langkah selanjutnya pun, juga kami lakukan pengamatan dan pembinaan. Agar tidak melakukan aksinya lagi, dengan membawa anak kecil saat mengemis,” jelas Hendra.

Razia terpadu ini bertujuan untuk mencegah eksploitasi anak yang kerap terjadi.(red)

1744129950993

Usai Dioperasi, Mata Kiri Novel Baswedan Sudah Mulai Bisa Melihat

IMG-20250408-WA0090

JAKARTA – tapalkudamedia.com
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, mata kiri penyidik senior, Novel Baswedan, sudah bisa melihat. Meskipun, mata kiri Novel baru bisa melihat bayangan dan gerakan dalam samar-samar.

Sebagaimana hal tersebut diungkapkan Febri setelah mendapatkan hasil pemeriksaan pasca-operasi besar tahap dua terhadap mata kiri Novel Baswedan. Hal itu diketahui Febri berdasarkan laporan dari tim dokter di Rumah Sakit di Singapura,‎ pada hari ini.

“Hasil operasi baik, mata kiri Novel sudah dapat melihat bayangan jari digerakkan dan bayangan tubuh,” kata Febri melalui pesan singkatnya, Sabtu (24/3/2018).

Kata Febri, Novel ‎masih harus menjalani pemulihan total dalam beberapa hari ke depan agar proses perbaikan mata kiri berjalan dengan baik. Febri berharap mata kiri Novel Baswedan dapat melihat seutuhnya dalam beberapa hari ke depan.

“Diharapkan beberapa hari ke depan penglihatan mata kiri (Novel Baswedan) berangsur membaik,” terangnya.

Terkait adanya pendarahan yang sempat dialami mata kiri Novel Baswedan usai dilakukan operasi, kata Febri, tim dokter telah melakukan pengecekan. Tim dokter pun menyarankan Novel menjalani USG (Ultrasonografi) oleh ahli retina.

“Dokter meminta Novel ke klinik untuk dilakukan USG dan konsultasi dengan Dokter ahli retina,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, Novel mengalami kerusakan mata dan hampir buta setelah disiram air keras oleh orang tidak dikenal di kawasan rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 11 April 2017.

Novel sudah menjalani operasi besar sebanyak dua kali. Pada operasi pertama, mata kanan Novel Baswedan mulai bisa melihat dan mengalami perbaikan yang signifikan. Operasi besar kedua baru dilaksanakan pada Jumat, 23 Maret 2018, kemarin.

Meskipun sudah mengalami perkembangan yang signifikan terhadap mata Novel, sayangnya jajaran Kepolisian belum juga berhasil ‎mengungkap siapa dalang maupun pelaku penyiraman air keras kepada Novel Baswedan. Padahal, pihak kepolisian sudah merilis sketsa terduga pelaku penyerangan terhadap Novel.‎(erh)

1744129950993

Ramalan Jayabaya Tentang Indonesia

IMG-20250408-WA0090

JAYABAYA namanya dikenal sebagai peramal dengan istilah Jawa yang melegenda. Banyak prediksinya yang telah terjadi di Indonesia, yang berkaitan dengan kehidupan kalangan masyarakat biasa hingga penguasa negeri.

Dia berasal dari Kerajaan Kediri yang punya banyak prediksi semasa hidup, bahkan masih dikenang hingga saat ini. Masih banyak masyarakat yang percaya dengan prediksinya, walaupun kuno.

Ramalan Jayabaya sudah dibuktikan oleh banyak orang dan kental dengan hal yang tak disangka-sangka. Berikut ulasannya lebih lanjut, dirangkum Okezone dari berbagai sumber.

Indonesia dipimpin Notonogoro

Jayabaya telah memprediksi nama-nama orang nomor satu di Indonesia sejak lama. Sejak merdeka, negara dipimpin oleh Soekarno, dilanjutkan dengan Soeharto, hingga Susilo Bambang Yudhoyono dan kini Joko Widodo. Jika disingkat, namanya membentuk kata Notonogoro, yang mana artinya mereka dianggap orang-orang kuat memimpin negeri dan membawa nama baik Indonesia.

Banyak pejabat korupsi

Waduh, benar juga ramalan yang tertuang dalam kitab Jayabaya. Banyak pemimpin yang melakukan korupsi di masa sekarang. Telah terbukti rupanya lewat Operasi Tangkap Tangan (OTT), banyak pejabat daerah yang ketahuan menyelewengkan dana anggaran. Bahkan, hasil korupsinya dipakai untuk konsumsi pribadi, termasuk membeli mobil mewah, rumah megah, bisnis pribadi dan sebagainya.

Banyak orang dapat kekayaan tak wajar

Banyak lho orang-orang, terutama dari kalangan publik figur yang belakangan ini memamerkan kekayaan, tapi caranya tak masuk akal. Sejak lama, banyak memang ilmu perdukunan yang dipercaya orang untuk meraup banyak harta. Nah, Jayabaya rupanya memprediksi kenyataan ini. Tapi jangan dicontoh ya, yang namanya ingin kaya pasti ada usaha dan kerja keras yang harus dilakukan. Setelah itu, saat usia bertambah tua, Anda bisa menikmati kekayaan tersebut dengan cara tepat.

Kehidupan peradaban berubah

Sejak majunya teknologi, seseorang berubah pikiran menjadi seseorang yang maju dan milenial. Banyak cara instan, misalnya kendaraan untuk bepergian. Dulu orang mengandalkan kendaraan darat (kuda) untuk pergi jauh. Sekarang, ada burung baja yang membuat orang bisa pergi jauh dalam waktu singkat. Hal ini rupanya telah diprediksi sejak masa berjayanya Jayabaya.

Muda-mudi melanggar norma

Ada aturan kuno yang tidak memperbolehkan perempuan dan laki-laki berkomunikasi lebih dalam. Tapi sayang, generasi milenial perlahan-lahan melupakan norma itu, atau malah tidak mengenal. Banyak anak muda yang hidupnya tidak terkontrol dengan kesopanan dan norma yang baik. Tata krama yang baik bisa rendah, mereka kenal dengan kehidupan seks bebas, hingga masalah keluar malam untuk pergi ke tempat hiburan. (hel)

1744129950993
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts

error: Content is protected !! silahkan di menghubungi admin jika ingin copy conten ini ... terima kasih