Beranda blog Halaman 74

Didapuk Jadi Ketua DPRD Sementara ini Tugas Tohari

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

BONDOWOSO – Didapuk sebagai ketua DPRD sementara ada beberapa tugas yang harus diselesaikan Tohari .

Ia mengatakan akan melakukan koordinasi ,kemudian setelah itu baru akan berbicara dengan fraksi-fraksi .

“Sebenarnya hanya satu mengantarkan pimpinan Difinitif ,kemudian kita akan membahas tata tertib juga di DPRD,”ungkapnya.

Ditanya siapa yang berhak menentukan pimpinan DPRD Tohari menjawab bahwa pihaknya tidak akan campur tangan kepada partai lain.

“Dari DPC ya itu kan sudah prosesnya di DPC masing-masing nanti partai akan mengusulkn kepada fraksi, kita tidak ingin campur tangan kepada partai-partai,” jelasnya.

FB_IMG_1773966750014

Menurutnya tergantung partai mengusulkan ke DPP setelah turun dari DPP maka partai akan menyampaikan kepada fraksi

“Tergantung ini kan ada satu ketua, dan tidak wakil ketua ya tentunya nanti kita serahkan ke Fraksi. Fraksi nanti yang akan mengusulkan ke pimpinan sementara,”pungkasnya.

 

 

images (15)

45 Anggota DPRD Kabupaten Bondowoso Resmi Dilantik

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

 

BONDOWOSO – 45 anggota DPRD Kabupaten Bondowoso terpilih Periode 2024-2029, resmi dilantik.

Pelantikan tersebut digelar di Gedung DPRD Kabupaten setempat, Jum’at (23/8/2024) dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri (PN) Bondowoso . Berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Timur
NOMOR 100.3.3.1/795/ KPTS/011.2/2024

Hadir pula Penjabat Bupati Bondowoso, Muhammad Hadi Wawano Guntoro ,Forpimda , dan undangan lainnya.

Keempat puluh lima anggota DPRD Kabupaten Bondowoso terpilih terdiri dari 5 dapil

Dari pantauan di lapangan, selain pengambilan sumpah/janji, ada juga pengumuman pimpinan sementara DPRD Kabupaten Bondowoso yang  dibacakan oleh Sekretaris DPRD.

Dalam pengumuman tersebut, dewan menunjuk Tohari sebagai Ketua Sementara Pimpinan DPRD Kabupaten Bondowoso. Penunjukan tersebut ditandai dengan penyerahan palu sidang dari Ketua DPRD lama ke Ketua DPRD sementara.

Usai pelantikan, seluruh anggota dewan terpilih menerima ucapan selamat dari para undangan. Salah satunya Pj Bupati yang mengucapkan selamat bekerja kepada seluruh 45 anggota DPRD Kabupaten Bondowoso terpilih Periode 2024-2029.

Ia meyakini seluruh anggota dewan yang terpilih akan senantiasa mengoptimalkan fungsi DPRD sebagai legislator, banggar (Badan Anggaran) dan Pengawasan.

FB_IMG_1773966750014

“Selamat bekerja dalam rangka mengoptimalkan fungsi DPRD sebagai legislator, sebagai banggar dan pengawasan. Saya ucapkan selamat kepada 45 anggota DPRD Kabupaten Bondowoso Periode 2024-2029 yang baru saja dilantik,” harapnya.

Ke depan, Hadi berharap sinergitas dan kolaborasi antara Pemerintah dengan seluruh anggota DPRD Kabupaten Bondowoso dalam mensukseskan Pilkada Serentak 2024 yang aman dan kondusif.

“Mari kita bersinergi dan berkolaborasi dalam menjaga kondusifitas Pilkada Serentak 2024 yang aman, damai dan kondusif,” pungkasnya.

Adapun nama 45 anggota DPRD diantaranya sebagai berikut :

 

 

images (15)

Anggota DPRD Banyuwangi Periode 2024-2029 Dilantik

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Banyuwangi  –  Sebanyak 50 anggota DPRD Banyuwangi periode 2024-2029 secara resmi diambil sumpah janjinya oleh Ketua Pengadilan Negeri Banyuwangi Dr. I Gede Yuliartha.

Pelantikan anggota legislatif hasil Pileg 2024 itu dilangsungkan dalam rapat paripurna terbuka di gedung DPRD Banyuwangi, Rabu (21/8/2024).

Prosesi pelantikan dihadiri Forkompinda, pimpinan partai politik, tokoh masyarakat, hingga para tamu undangan lainnya. Ratusan personel kepolisian diterjunkan untuk mengamankan acara ini.

Sekretaris DPRD Banyuwangi, Alief Rachman Kartiono menyampaikan, sudah 100 persen anggota dewan terpilih telah melaporkan harta kekayaan mereka.

“Termasuk Surat Keputusan dari Pemprov Jatim juga sudah, sehingga hari ini sebanyak 50 anggota DPRD Banyuwangi periode 2024-2029 dilantik,” kata Alief.

Berikut daftar anggota DPRD Banyuwangi periode 2024-2029 yang resmi dilantik:

Dapil Banyuwangi 1 (Kecamatan Kabat, Glagah, dan Banyuwangi) dengan 6 kursi.
1. Anita Rani : 6.853 (PKB).
2. Pramudita Maharani Saputri : 6.064 (PDI-P).
3. Eva Hestiawati : 4.313 (Golkar).
4. Ricco Antar Budaya : 4.069 (Demokrat).
5. Zamroni : 4.009 (Nasdem).
6. Ir. NOVAL BADRI : 2.858 (Gerindra).

Dapil Banyuwangi 2 (Kecamatan Srono, Rogojampi, Blimbingsari) dengan 6 kursi.
1. Michael Edy Hariyanto : 14.213 (Demokrat).
2. Arvy Rizaldi : 14.076 (PKB).
3. Ma’rifatul KAMILA : 7.750 (Golkar).
4. Wagianto : 6.998 (PDI-P).
5. Suparman Edy : 5.475. (Gerindra).
6. I Gede Sudro Wicano : 4.302. (Nasdem).

FB_IMG_1773966750014

Dapil Banyuwangi 3 (Kecamatan Tegaldlimo dan Muncar) dengan 6 kursi.
1. Desi Prakasiwi : 12.043 (PDI-P).
2. Bagus Amerta Dewa : 9.595 (PDI-P).
3. Priyo Santoso : 8.438 (PKB).
4. Dimas Bagus Segara : 7.953 (Nasdem).
5. Ricci Antar Budaya : 4.948 (Demokrat).
6. Syaiful Anam : 4.611 (PPP).

Dapil Banyuwangi 4 (Kecamatan Pesanggaran, Bangorejo, Purwoharjo, Siliragung) dengan 7 kursi.
1. Yusieni : 9.090 (Demokrat).
2. Patemo : 8.920 (PDI-P).
3. H. Susianto : 7.806 (PKB).
4. M. Aghistni Maulana : 7.563 (Nasdem).
5. Ghea Sartika : 7.031 (PDI-P).
6. Suprayogin : 6.433 (Gerindra).
7. M. Zainul Arifin : 5.673 (Golkar).

Dapil Banyuwangi 5 (Kecamatan Cluring, Gambiran, Tegalsari) dengan 6 kursi.
1. Eny Wahyuni : 8.089 (Demokrat)
2. Sofiandi Susiandi : 8.013 (Golkar).
3. Yayuk Banar Sri Pangayom : 7.874 (PDI-P).
4. Andiko Putra Mahatta : 7.543 (PDI-P).
5. Inayanti Kusumasari : 7.387 (PKB).
6. Dra. Hj. Nunuk Sri Rahayu : 4.960 (PPP).

Dapil Banyuwangi 6 (Kecamatan Genteng, Glenmore, Kalibaru) dengan 7 kursi.
1. Ruliyono : 13.501 (Golkar).
2. Ficky Septalinda : 9.954 (PDI-P).
3. M. Tanzilul Furqon : 8.278 (PPP).
4. Fadhan Nur Arifin : 7.896 (Demokrat).
5. Zaki Al Mubarok : 7.079 (PKB).
6. Abdul Gofur : 5.312 (Gerindra).
7. Febri Prima Sanjaya : 3.150 (Nasdem).

Dapil Banyuwangi 7 (Kecamatan Singojuruh, Songgon, Sempu) dengan 6 kursi.
1. H. Ali Mahrus : 10.344 (PKB).
2. Suwito : 8.580 (Gerindra).
3. Ratih Nurhayati : 8.454 (Nasdem).
4. Sri Yuliani : 6.047 (Golkar).
5. Ahmad Masrohan : 5.836 (PDI-P).
6. Yuliawan Bambang Sukiyanto : 4.328 (Demokrat).

Dapil Banyuwangi 8 (Kecamatan Giri, Licin, Wongsorejo, Kalipuro) dengan 6 kursi.
1. Asrila Diska Rimunda : 11.564 (Gerindra).
2. Umi Kulsum : 9.369 (Golkar).
3. Hj. Siti Machfrohatin Ni’mah : 8.931 (PKB).
4. I Made Cahyana Negara : 7.386 (PDI-P).
5. A. Taufik : 7.825 (PKB).
6. Lia Alystia : 3.304 (Nasdem).

(mam)

images (15)

PJ Bupati Nilai Pawai Budaya Bondowoso Tahun 2024 Totalitas dan Tidak Kaleng- kaleng

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

BONDOWOSO  –Penjabat (PJ )Bupati  Bondowoso, Muhammad Hadi Wawan Guntooro  ,menilai bahwa Pawai Budaya  yang melibatkan pelajar SMA ,OPD dan Kecamatan se-Kabupaten Bondowoso, kali ini kualitasnya tidak kaleng-kaleng.

“Ini luar biasa yang ikut sekitar 5000 orang ada 30 lebih grub, kwalitas tidak kaleng – kaleng mereka totalitas ,artinya dengan kesadaran mereka sangat antusias mengikuti tentunya harapan baik buat kita semua ,bahwa ini ,menjadi momentum tampil ,menunjukan budaya ya seperti ini totalitas mereka dari Bondowoso untuk Indonesia,”uangkapnya usai memberangkatkan Pawai Budaya ,Kamis ,22/08/2024.

Gelaran acara yang berhasil menarik perhatian ribuan warga Bondowoso dengan start didepan Pendopo Raden Bagus Asra   yang diikuti oleh lima ribuan dari OPD, Kecamatan dan SMA dari seluruh penjuru kabupaten Bondowoso.

Masing-masing menampilkan atraksi budaya khas Nusantara, mulai dari tarian tradisional, musik daerah, hingga kostum-kostum adat yang memukau bahkan drama kolosal di peragakan di depan panggung kehormatan.

Menurut Hadi ,kegiatan  ini bertujuan untuk menanamkan jiwa patriotisme dengan mengenalkan keragaman budaya Indonesia melalui kostum dan parade.

Tidak hanya siswa-siswi SMA, pawai ini juga melibatkan instansi, BUMN, BUMD yang turut serta menampilkan berbagai kesenian lokal. Partisipasi dari berbagai elemen masyarakat ini menambah semarak kota Bondowoso dari pagi hingga sore..

Menurut PJ Bupati bahwa acara ini merupakan bagian dari upaya melestarikan budaya lokal sekaligus meningkatkan kebersamaan di antara masyarakat Bondowoso.

FB_IMG_1773966750014

“Melalui pawai budaya ini, kita ingin menanamkan rasa cinta dan bangga terhadap budaya Indonesia kepada generasi muda serta mempererat ikatan sosial di masyarakat,” ungkapnya.

Pawai budaya ini awali dengan penampilan spektakuler didepan panggung utama yang telah disiapkan didepan pendopo, dimana berbagai grup kesenian menampilkan pertunjukan khas daerah masing-masing.

Acara ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang semakin memperkuat identitas budaya Bondowoso sebagai salah satu destinasi wisata budaya di Jawa Timur.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bondowoso, Mulyadi mengatakan,. Untuk tahun ini di ikuti lima ribuan peserta, OPD, Kecamatan, BUMN dan BUMD juga SMA se-Kabupaten Bondowoso

“Tahun ini diikuti lima ribuan peserta dari opd, kecamatan, BUMN, BUMD, ,OPD, sedangkan untuk pelajar kita mengangkat budaya nusantara,” imbuhnya.

Dengan suksesnya pawai budaya tahun ini, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap bahwa acara serupa dapat terus dilaksanakan dan semakin meningkatkan partisipasi dari berbagai kalangan, termasuk pelajar, masyarakat umum, dan juga pelaku seni budaya.(Adhex)

images (15)

Disamping Lestarikan Budaya Pemkab Bondowoso Melalui Disparbudpora Ungkit Ekonomi Masyarakat Lewat Pawai Budaya HUT RI  ke 79

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Disamping meleastarikan budaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso melalui Dinas Pariwsata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora ) setempat juga mengungkit perekonomian masyarakat lewat Pawai Budaya.

Betapa tidak Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) di Bumi Kironggo turut serta memadati sepanjang rute yang dilalui Pawai Budaya.Ratusan UMKM tersebut mengais rejeki baik dari para peserta ataupun penonton.

Lebih-lebih Pawai Budaya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 dan Hari Jadi Kabupaten Bondowoso (Harjabo) yang ke-205 tersebut diikuti oleh Siswa Siswi SD dan SMP yang terbagi menjadi 48 regu dengan peserta lebih dari enam ribu pelajar.

Acara yang mengambil start di depan pendopo Raden Bagus Asra juga jadi momen untuk mensosialisasikan pentingnya UMKM serta mempromosikan pariwisata dan kuliner khas Kabupaten Bondowoso.

Pj Bupati Bondowoso, Muhamad Hadi Wawan Guntoro menyampaikan bahwa acara pawai budaya memperingati HUT RI ke-79  dan Harjabo ke 205 ini antusias masyarakat cukup timggi .

“Semangatnya warga Bondowoso mulai yang dari usia dini sangat luar biasa, karena menonjolkan kearifan lokal dan keberagaman budaya yang ada di Bondowoso. ini pesertanya enam ribuan, ini sampek sore ,” ungkapnya saat dikonfirmasi di sela-sela berlangsungnya acara,Selasa,20/08/2024.

Pihaknya menilai Pawai Budaya ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mempertahankan dan mengembangkan warisan budaya sambil mendorong kemajuan daerah Kabupaten Bondowoso

“Semoga pawai budaya ini bisa terus berkembang dengan ide-ide inovatif, dan dengan adanya pawai ini banyak yang menguntungkan seperti UMKM berjualan dengan laris, semoga tahun depan lebih bagus lagi lebih semangat lagi,” harapnya.

FB_IMG_1773966750014

Dikatakan selain para pedagang pengusaha salon di Bondowoso juga kebaniran job dan sewa pakainan,kendati ada pengalihan arus pihaknya atas nama Pemkab Bondowoso meminta maaf , namun menurutnya setahun sekali hal itu dimaklumi.

Ditempat yang sama Kepala Disparbudpora ,Mulyadi menyampaikan bahwa pada tahun 2024 ini Pawai Budaya dilaksanakan dua kali yaitu untuk katagori SD dan SMP, kemudian pawai umum yang akan diikuti oleh  Pelajar SMA dan SMK ,OPD, Kecamatan .

“Alhamdulillah lancar ,pesertanya ribuan,masyarakat juga merasakan dampaknya terutama para pedagang, semoga juga dengan penampilan aneka budaya dan Ijen Geopark yang ditampilkan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.(dex)

 

 

 

 

images (15)

Bawaslu Bondowoso akan Lakukan Patroli Siber Cegah Pelanggaran Pemilu

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Bawaslu Bondowoso akan melakukan patroli siber untuk memantau akun para peserta Pemilu ataupun akun pribadi agar tidak melakukan kampanye ujaran kebencian.

“Patroli siber itu tujuannya untuk memastikan tidak ada aktivitas kampanye dalam media sosial yang terdaftar. Selain itu, untuk memastikan akun media sosial yang milik akun personal itu tidak memenuhi unsur yang seharusnya tidak dilakukan, misalnya menghasut, memfitnah dan mengadu domba,sebagai ujaran kebencian ,” kata Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas (P2H) Bawaslu Bondowoso Sholikhul Huda saat menyampaikan paparan pada rapat koordinasi media gathering kabupaten Bondowoso pada pemilu 2024 di Cafe Bunga Pelita ,Minggu 18/08/2024.

Huda mengatakan, seluruh aktivitas kampanye secara langsung ataupun melalui media sosial dilarang untuk melakukan ujaran kebencian.

“Jadi untuk seluruh akun media sosial yang terdaftar di KPU tentu sudah bisa dipastikan berbeda dengan akun pribadi. Kalau masih ada ujaran kebencian maka dia nanti masuk ke dalam penanganan pelanggaran,” ujarnya.

FB_IMG_1773966750014

Dalam mengawasi aktivitas peserta pemilu di Medsos, lanjut Huda,pihaknya bekerja sama dengan pihak terkait mengingatkan peserta pemilu .

 

 

 

images (15)

Bawaslu Bondowoso Gelar Media Gathering Sampaikan 22 Titik Kerawanan  dan Solusi Pilkada 2024

oplus_0
tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bawaslu Bondowoso Gelar Media Gathering Sampaikan 22 Titik Kerawanan Pilkada 2024

BONDOWOSO – Salah satu unsur yang tidak bisa ditinggalkan salah satu kekuatan dan pilar penting dalam mendukung suksesnya pemilu adalah peran media.

Hal itu disampaikan Penjabat Bupati Bondowoso, Muhammad Hadi Wawan Guntoro, melalui kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Bondowoso Gozal Rawan , saat Rapat Koordinasi Media Gathering Bawaslu Kabupaten Bondowoso pada pemilihan 2024,di Cafe Bunga Pelita Bondowoso,Minggu,18/08/2024.

“Demi suksesnya pemilu 2024 tidak lepas dari tike line yang selalu disampaikan bapak Bupati adalah silaturahmi tanpa syarat dan sinergitas tanpa batas,hal itu sangat tepat dalam situasi menjelang Pilkada agar Bondowoso tetap aman dan damai,”ungkapnya

FB_IMG_1773966750014

Ditempat yang sama ketua Bawaslu Bondowoso Nani Agustina menyampaikan harapan Bawaslu ke depan kepada teman-teman wartawan jurnalis yang menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pemilu

” Bagaimana kita nanti bekerja sama dengan baik karena tanpa teman-teman semua ini,kita tidak akan tahu kabar berita apa ,perkembangan apa tanpa
wacana menjadi negatif ataupun positif maka dari itu saya sangat berharap kepada teman-teman media di Bondowoso ini untuk bekerjasama ,”harapnya yang langsung membuka acara Rapat Koordinasi

Acara yang diikuti awak media se Kabupaten Bondowoso,Forpimda dan pihak terkait dilanjutkan dengan penyampaian 22 titik kerawanan Pilkada 2024 serta pengawasanya.

 

images (15)

Disparbudpora Bondowoso Berupaya Tradisi ‘Nabbhu Ronjhengan’ Warisan Budaya Tapal Kuda Tidak Punah

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Warisan budaya di Bumi Kironggo  yang mulai langka adalah tradisi ‘Nabbhu Ronjhengan’ saat ini mulai langka. Bahkan bisa dibilang nyaris punah dikikis zaman.

Kendati demikian Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso berupaya agar tradisi ini tak punah ditelan waktu.

Untuk itu Disparbudpora berupaya menyajikan tradisi ‘Nabbhu Ronjhengan’ dalam acara-acara yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso,salah satunya saat peringatan hari jadi Bondowoso (Harjabo )ke 205 ,Jum’at 16/08/2024.

Kegiatan i ‘Nabbhu Ronjhengan’ dipertontonkan saat tamu undangan akan menggelar tasyakuran di makam pendiri Bondowoso RBA Kironggo.

Bahkan dalam kegiatan tersebut Forpimda juga berkesempatan memainkan alat musik Ronjengan.

Pada zaman dulu khususnya di kawasan Tapal Kuda, yakni Situbondo, Bondowoso, Jember, Lumajang, serta Probolinggo, tradisi memainkan alat penumbuk padi ini sangat akrab di telinga masyarakat.

Seni tradisional ini dikenal dengan istilah ‘Nabbhu Ronjhengan’. Dalam bahasa Indonesia artinya menabuh ronjhengan.

Cara memainkannya juga cukup sederhana. Yaitu alu diketukkan ke lesung panjang oleh beberapa orang. Jadilah irama yang rancak, dan terasa nyaman didengar. Biasanya disertai kidungan-kidungan.

Ronjhengan atau lesung berbentuk panjang merupakan alat untuk menumbuk hasil pertanian. Misalnya padi, jagung, kedelai, atau lainnya. Berfungsi seperti lesung. Tapi bentuknya memanjang, mirip perahu atau sampan.

FB_IMG_1773966750014

Sama dengan lesung. Ronjhengan menggunakan alat pendukung lainnya berupa alu, yang dalam bahasa lokal (Madura) disebut gentong. Yakni batang kayu berbentuk panjang seukuran lengan orang dewasa.

Baik ronjhengan, lesung, maupun gentong terbuat dari kayu utuh tanpa sambungan. Ronjhengan biasanya terbuat dari gelondongan kayu berukuran besar, kemudian dilubangi sebapai alas penampang.

Alat ini berfungsi sebagai penumbuk. Jika lesung bisa dilakukan menumbuk oleh 2-3 orang secara bersamaan, ronjhengan bisa dilakukan oleh lebih banyak, yaitu 8-10 orang. Karena bentuknya memanjang.

Menurut seorang penabuh Ronjengan Bndowoso, Susi M. Pd, tradisi nabbhu ronjhengan merupakan warisan budaya peninggalan nenek moyang, khususnya di kawasan Tapal Kuda.

“Sayangnya, nabbhu ronjhengan ini sudah hampir punah. Padahal, pada tradisi ini terkandung filosofi rasa suka cita petani saat panen padi tiba, dan dengan hasil memuaskan,Alhamdulillah bisa tampil sore ini,”paparnya.

Makna filosofi lebih jauh dari tradisi nabbhu ronjhengan ini, kebersamaan para perempuan petani dalam menumbuk padi sambil memainkan ronjhengan dan gentong sebagai hiburan.

Seiring dengan itu Penjabat Bupati Bondowoso, Muhammad Hadi Wawan Guntoro, sangat mengapresiasi bahkan ia sempat turut memainkanya.

“Ini warisan budaya yang harus selalu kita jaga agar tidak punah,”tukasnya

images (15)

Serunya Ngopi Bareng  Kopinya Bondowoso Bersama PJ Bupati Diikuti Ribuan Peserta 

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab)Bondowoso mengelar acara Ngopi Bareng Kopinya Bondowoso, Jum’at ,16/08/2024.

Serunya ngopi bareng kali ini,Halaman Pendopo Raden Bagus Asra disulat layaknya Cafe untuk tempat ngopi bareng tersebut.

Acara ini juga dilaksanakan secara daring yang diikuti semua OPD dan semua Kecamatan yang ada di Bondowoso serta komunitas lebih dari 3600 peserta dan 17 orang WNA juga Fopimda.

Penjabat Bupati Bondowoso, Muhammad Hadi Wawan Guntoro, menyampaikan bahwa Bondowoso adalah penghasil kopi terbaik di Indonesia bahkan Dunia.

“Dua andalan kopi Bondowoso   adalah Arabika dan robusta, ngopi bareng kopinya Bondowoso ini kita laksanakan untuk  mengindentivikasi baik itu cara mengolahnya ,menyajikannya dan memasarkanya,”jelasnya.

FB_IMG_1773966750014

Harapanya kata Hadi , Bondowoso punya brend BRK  menjadi pemersatu insan kopi yg ada di Bondowoso.

Kita ingin masyarakat tahu ini kopinya Bondowoso, bukan kopi Bondowoso tapi di brend orang lain , jadi bisa meningkatkan kesejahteraan, bisa dinikmati semua kalangan sehingga kopi Bondowoso tetap identitas dan Bondowoso kemanfaatkan untuk pentani  , dan UMKM ,”paparnya.

Kopi Bondowoso untuk Indonesian dan untuk dunia diharapkan bisa mengungkit perekonomian masyarakat.

*Kita pasti sudah dikenal sebenarnya, orang-orang mengenal kopi Bondowoso dengan kopi robusta dan kopi arabikanya tadi saya sampaikan bahwa ada dua ada dua jenis yaitu berdasarkan indikasi geografisnya,”paparnya.

Pihaknya berharap nanti dihilirisasi produknya itu membawa pemanfaatan  Bondowoso, untuk petani artinya bahwa kopi menjadi bagian komoditas utama.

images (15)

Peringati Harjabo ke 205 PJ Bupati Menilai Budaya dan Kekuatan Lokal Bondowodo Masih Terjaga

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

BONDOWOSO  – Penjabat Bupati Bondowoso, Muhammad Hadi Wawan Guntoro, menyampaikan bahwa 20 hari pihaknya menjabat di Bondowoso ,ia menilai kekuatan budaya dan kekuatan lokal yang diterapkan oleh Kironggo masih bisa terjaga.

Hal itu disampaikan Hadi usai tasyakuran di makam Kironggo Bondowoso,Jawa Timur ,Jum’at 16/08/2024.

“Yang pertama selamat hari ulang tahun Bondowoso selamat ulang tahun yang ke 205, kita napak tilas ya kita renungkan kembali apa-apa yang dulu sudah diletakkan oleh Kironggo, “ungkapnya.

Oleh sebab itu pria kelahiran Cimahi tahun 1977 ini juga mengatakan bahwa
nilai-nilai kekuatan agama dan pemasyarakatan serta kebudayaan Kironggo  semuanya hidup semuanya tumbuh di Bondowoso dan saling berdampingan.

“Persatuan gotong royong, saya yakin itu menjadi bagian yang kemudian nilai-nilai yang diajarkan oleh Kironggo itu yang perlu kita pelajari bagaimana beliau membangun Bondowoso tentunya dengan dengan jerih payah ya ,dengan sesuatu yang luar biasa, lah kita ini sekarang yang penerusnya tinggal menikmati aja,” paparnya.

Sebenarnya kata PJ Bupati  apa yang sudah Kironggo kontribusikan untuk Bondowoso semoga dicatat sebagai amal perbuatan sebagai  pahala .

FB_IMG_1773966750014

“Juga kita doakan, ketepatan kita hadir di sini untuk merenungi itu mengambil hikmah dari situ ,kita memberikan juga pelajaran kepada generasi penerus ya, untuk selalu ingat bahwa pahlawan kemudian siapapun untuk negara ini tetap harus kemudian kita hargai,” tegasnya.

Menurutnya nilai-nilai kejuangan Kironggo harus diteladani,yang harus  dikorbarkan terus untuk membangun bangsa ini .

Sementara itu mewakili keluarga besar Kironggo Didik Sudiono
menyampaikan apa yang dilakukan Bupati dan jajaranya yang terbaik dengan beberapa kegiatan termasuk juga secara tidak formal

“Pemkab Bondowodo banyak memberikan kontribusi yang kita lihat itu juga tidak lepas dari keberadaan anggaran, walaupun masih ada beberapa yang masih perlu kita perbaiki seperti kamar mandi dan musollah
, beberapa fasilitas tertentu kamar mandi sudah ada tapi perlu mendapat perhatian  karena masyarakat yang datang ke sini  cukup besar,”pungkas pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan di masa Bupati Mashoed ini.

Untuk diketahui sebelum tasyakuran ke makam Kironggo ,Forpimda bersama kepala OPD dan camat melakukan kirab dengan naik andong ,becak dan odong-odong.

images (15)
error: Content is protected !! silahkan di menghubungi admin jika ingin copy conten ini ... terima kasih