Beranda blog Halaman 3

Pemkab Bondowoso Apresiasi Duta Generasi Berencana 2025, Wujudkan Generasi Unggul

IMG-20250408-WA0090

BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Sosial P3AKB menggelar Apresiasi Duta Generasi Berencana (Genre) Kabupaten Bondowoso Tahun 2025, Sabtu (20/12/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian strategis dalam pembinaan dan pemberdayaan remaja guna mendukung program kependudukan, keluarga berencana, serta percepatan penurunan stunting.

Kepala Dinas Sosial P3AKB Kabupaten Bondowoso, dr. M. Imron, mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya berkelanjutan dalam membentuk remaja yang berencana, berkarakter, dan berdaya saing.

Program ini juga menjadi bagian dari pendekatan siklus hidup yang dimulai sejak usia remaja sebagai langkah pencegahan stunting sejak dini.

“Melalui pembinaan dan pendampingan yang berkelanjutan, Kabupaten Bondowoso berhasil menorehkan capaian membanggakan di tingkat provinsi,” ujar Imron.

Ia menyebutkan, pada tahun 2023 Duta Genre Putri Kabupaten Bondowoso, Natasha Dewi, meraih Juara I tingkat Provinsi Jawa Timur. Selanjutnya pada tahun 2024, perwakilan putra Anandar meraih Juara Favorit tingkat provinsi.

Prestasi kembali diraih pada tahun 2025, ketika Duta Genre Putri Bondowoso, Ananda Ramadhani, berhasil meraih Juara I tingkat Provinsi Jawa Timur dan akan mewakili Jawa Timur pada ajang Duta Genre tingkat nasional.

Menurut Imron, prestasi tersebut menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam membina generasi muda yang mampu mendukung program pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting.
Dasar pelaksanaan kegiatan ini antara lain Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga,

Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, serta kebijakan BKKBN terkait Program Generasi Berencana. Kegiatan ini didanai melalui APBD Kabupaten Bondowoso Tahun Anggaran 2025.

Peserta kegiatan berasal dari remaja putra-putri perwakilan kecamatan, sekolah, dan perguruan tinggi di Kabupaten Bondowoso. Tahapan seleksi meliputi seleksi administrasi, pembekalan materi Genre, pendewasaan usia perkawinan, serta kesehatan reproduksi remaja.

Sementara itu, Bupati Bondowoso KH. Abdul Hamid Wahid melalui Asisten I menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pemilihan Duta Genre memiliki makna strategis dan sejalan dengan visi pembangunan daerah dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, sehat, berkarakter, dan berdaya saing.

“Program Genre membekali remaja agar mampu merencanakan pendidikan, karier, dan kehidupan keluarga secara matang serta terhindar dari risiko pernikahan dini, perilaku berisiko, penyalahgunaan narkoba, dan masalah kesehatan reproduksi,” ujarnya.

Ia menegaskan, pendewasaan usia perkawinan menjadi kunci dalam membentuk keluarga berkualitas yang mampu melahirkan generasi bebas stunting. Oleh karena itu, Duta Genre diharapkan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat, termasuk di ruang digital.

“Gunakan media sosial sebagai sarana edukasi dan penyebaran pesan positif. Jadilah influencer yang mendorong remaja berpikir maju, berperilaku sehat, dan merencanakan masa depan dengan baik,” pesannya.

Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang berperan aktif dalam mendukung pembangunan Bondowoso serta mewujudkan generasi emas Indonesia tahun 2045.

1744129950993

Penyediaan Ruang Bagi PKL Tanpa Mengubah Fungsi Alun-Alun Bondowoso Sebagai RTH Akan Jadi Pijakan Utama Revitalisasi

IMG-20250408-WA0090

BONDOWOSO – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, menyiapkan grand design revitalisasi Alun-alun Ki Bagus Asra. Revitalisasi ini dirancang untuk tetap mempertahankan fungsi alun-alun sebagai ruang terbuka hijau (RTH) sekaligus memberikan ruang yang tertata bagi pedagang kaki lima (PKL).

Kendati desain revitalisasi tersebut belum final karena masih menerima masukan dari lintas sektor, pemerintah daerah memastikan konsep utama tidak akan bergeser dari fungsi ekologis dan sosial alun-alun.

Bupati Bondowoso KH.Abdul Hamid Wahid melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Fathur Rozi, mengatakan pelaksanaan revitalisasi akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.

Salah satu program yang telah disepakati legislatif dan eksekutif dalam APBD 2026 adalah perbaikan jogging track dengan alokasi anggaran sebesar Rp1,6 miliar.

“Jogging track itu tidak murni hanya lintasan lari, pasti ada perbaikan drainase juga. Semuanya disesuaikan dengan ketersediaan anggaran,” jelas Fathur Rozi

Ia menegaskan, dalam proses revitalisasi pemerintah akan mengedepankan kolaborasi dengan para PKL sebagai bagian dari upaya peningkatan ekonomi masyarakat. Penataan akan dilakukan melalui kesepakatan bersama agar tidak menimbulkan konflik sosial.

“Caranya bagaimana, ya ayo kita kolaborasi dalam proses pembangunan,” tegasnya.

Menurut Fathur, penyediaan ruang bagi PKL tanpa mengubah fungsi utama Alun-alun Ki Bagus Asra sebagai RTH akan menjadi pijakan utama pemerintah daerah dalam program revitalisasi ini.

Sementara itu, Ketua Paguyuban PKL Alun-alun RBA Ki Ronggo, Mujiati, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bondowoso atas rencana revitalisasi yang tetap memperhatikan keberadaan PKL.

Ia berharap penataan ke depan dapat memberikan kenyamanan bagi pedagang sekaligus masyarakat yang memanfaatkan alun-alun.

“Kami mengucapkan terima kasih karena pemerintah masih memberi ruang bagi PKL dan mengajak kami berdiskusi dalam rencana penataan alun-alun,” ujarnya,Jumat,19/12/2025.

1744129950993

Bondowoso Raih Kepala PAUD Dedikatif Tingkat Jawa Timur

IMG-20250408-WA0090

BONDOWOSO – Kepala KB Kusuma Bangsa, Sumarti, berhasil meraih Juara 3 Kepala PAUD Dedikatif Tingkat Provinsi Jawa Timur. Prestasi tersebut menjadi bukti keteguhan dan konsistensi pengelola PAUD dalam memberikan layanan pendidikan anak usia dini di tengah berbagai keterbatasan sarana dan prasarana.

KB Kusuma Bangsa berdiri sejak 2006, sementara Sumarti mulai aktif mengajar dan mengelola lembaga tersebut sejak November 2011. Sejak awal, lembaga ini dihadapkan pada tantangan besar, terutama keterbatasan gedung. Hingga kini, KB Kusuma Bangsa belum memiliki bangunan sendiri. Proses pembelajaran sempat berpindah-pindah, mulai dari teras rumah warga, rumah ke rumah, hingga memanfaatkan fasilitas PKK RW 04.

Pada 2021, KB Kusuma Bangsa mendapat izin pinjam pakai aula musala RT 18. Namun, keterbatasan ruang membuat daya tampung siswa sangat terbatas. Dengan kondisi tersebut, pihak sekolah bahkan tidak berani menerima lebih dari 40 anak didik karena ruang belajar yang belum memadai.

Keterbatasan lahan juga menjadi kendala utama dalam pengajuan bantuan pembangunan gedung. Meski demikian, Sumarti dan tim tetap berkomitmen menjaga kepercayaan masyarakat melalui inovasi pembelajaran. Salah satunya dengan menerapkan pembelajaran berbasis objek nyata dan luar kelas.

“Dalam praktiknya, pembelajaran disesuaikan dengan tema dan subtema. Anak-anak diajak langsung mengunjungi lokasi yang relevan sebagai sumber belajar, seperti ke kantor kepolisian untuk tema profesi, kantor pos untuk tema komunikasi, dan berbagai instansi lain. Metode ini dilakukan secara rutin pada setiap subtema pembelajaran,”paparnya ,Jum’at 19/12/2025.

KB Kusuma Bangsa juga menerapkan tiga pendekatan utama pembelajaran berbasis objek nyata, yaitu kunjungan ke objek langsung, orang tua atau profesional sebagai narasumber (guru sehari), serta kerja sama dengan organisasi masyarakat yang peduli PAUD. Pendekatan ini dinilai mampu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, kontekstual, dan sesuai dengan karakter anak usia dini yang gemar bereksplorasi.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan inovasi yang dilakukan KB Kusuma Bangsa. Ia menilai keterbatasan sarana tidak menjadi penghalang untuk menghadirkan pendidikan PAUD yang berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan anak.

Prestasi Juara 3 tingkat provinsi ini diharapkan menjadi motivasi bagi para pendidik PAUD lainnya untuk terus berinovasi dan berkomitmen memberikan layanan pendidikan terbaik, meski di tengah berbagai keterbatasan.

1744129950993

Endang Pujiastuti Pelopori Komunitas Belajar Pengawas SMP Raih Prestasi Tingkat Provinsi

IMG-20250408-WA0090

BONDOWOSO – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Kabupaten Bondowoso. Endang Pujiastuti, pengawas SMP, berhasil meraih Juara 3 Tingkat Provinsi Jawa Timur dalam kategori Pelopor Komunitas Belajar (Kombel). Penghargaan tersebut diberikan atas kiprahnya menggerakkan dan menghidupkan komunitas belajar sebagai wahana peningkatan mutu pembelajaran.

Endang menjelaskan, komunitas belajar merupakan forum kolaboratif yang saat ini terus digalakkan pemerintah. Melalui komunitas belajar, para pendidik dapat saling berdiskusi, berbagi praktik baik, serta mencari solusi atas berbagai permasalahan pembelajaran. Komunitas ini dapat dibentuk di tingkat sekolah maupun lintas sekolah tanpa terikat struktur tertentu, dengan fokus utama pada peningkatan layanan pendidikan kepada peserta didik.

“Sebagai pengawas SMP, saya memiliki tugas melakukan pembinaan kepada kepala sekolah agar pembelajaran di satuan pendidikan berjalan optimal dan mampu memberikan layanan maksimal kepada seluruh siswa,” ujar Endang,19/12/2025

Dalam ajang tersebut, Endang mengusung karya berjudul “Trik Jitu Menghidupkan Komunitas Belajar”, yang berangkat dari praktik nyata yang telah ia lakukan selama menjalankan tugas sebagai pengawas. Ia menuturkan, proses persiapan lomba di tingkat provinsi berlangsung cukup singkat, sehingga materi yang disajikan murni hasil refleksi, dokumentasi, dan catatan kegiatan komunitas belajar yang telah berjalan sejak beberapa tahun terakhir.

Menurut Endang, salah satu tantangan dalam mengembangkan komunitas belajar pengawas di Bondowoso adalah luasnya wilayah dan jarak antar sekolah. Namun hal tersebut dapat diatasi dengan pelaksanaan komunitas belajar secara luring maupun daring, menyesuaikan kondisi dan kebutuhan. “Jika memungkinkan, kami bertemu langsung di sekolah. Namun dalam kondisi tertentu, komunitas belajar tetap bisa berjalan secara daring,” jelasnya.

Endang juga menyampaikan bahwa pengembangan komunitas belajar telah mulai diterapkan sejak 2021 dan semakin diperkuat setelah dirinya menjabat sebagai pengawas. Ia menegaskan, komunitas belajar sejatinya bukan hal baru, karena sebagian sekolah telah menjalankannya dengan baik. Namun, bagi sekolah yang belum aktif, pengawas memiliki peran untuk mendorong dan memfasilitasi agar komunitas belajar dapat terbentuk dan berjalan secara sederhana namun berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai prestasi yang diraih Endang Pujiastuti menjadi bukti komitmen pengawas dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui kolaborasi dan penguatan komunitas belajar.

“Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pengawas, kepala sekolah, dan guru di Bondowoso untuk terus mengembangkan komunitas belajar sebagai upaya bersama meningkatkan mutu pendidikan,” ujarnya.

Dengan capaian tersebut, Dinas Pendidikan Bondowoso berharap penguatan komunitas belajar dapat semakin meluas dan berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan di seluruh satuan pendidikan.

1744129950993

SDN Tamansari 1 Bondowoso Wakili Jatim ke Tingkat Nasional

IMG-20250408-WA0090

BONDOWOSO – UPTD SPF SDN Tamansari 1 Bondowoso kembali menorehkan prestasi membanggakan. Sekolah yang dipimpin Siti Mutawarrida ini berhasil meraih Juara 1 Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) Tingkat Provinsi Jawa Timur, sekaligus menjadi satu-satunya sekolah dasar di Kabupaten Bondowoso yang berstatus SSK Paripurna Tingkat Nasional.

Sebelum meraih prestasi di tingkat provinsi, SDN Tamansari 1 lebih dahulu menjadi juara pertama di tingkat kabupaten. Capaian tersebut menjadi tonggak penting karena sekolah ini menjadi “pemecah telur” bagi jenjang sekolah dasar di Bondowoso dalam program SSK.

Kepala SDN Tamansari 1 Bondowoso, Siti Mutawarrida, menjelaskan bahwa SSK tidak berdiri sebagai mata pelajaran tersendiri, melainkan terintegrasi dalam kurikulum, visi, dan misi sekolah. Program ini dijalankan melalui kerja sama lintas sektor, salah satunya dengan Dinas Sosial.

“Fokus kami antara lain pencegahan stunting, stop pernikahan dini, meminimalisir perundungan, serta membangun perilaku hidup bersih dan sehat. Semua itu masuk ke dalam kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan pembiasaan,” ujarnya,Jum’at ,19/12/2025

Dalam intrakurikuler, materi kependudukan diintegrasikan ke seluruh mata pelajaran. Misalnya, pada pelajaran Bahasa Indonesia, siswa diajak bercerita tentang pencegahan perundungan dan pentingnya gizi seimbang. Sementara dalam kegiatan ekstrakurikuler dan pembiasaan, sekolah menanamkan nilai-nilai kepedulian, kesehatan, dan kebersihan sejak dini.

Salah satu program unggulan adalah makan bersama untuk membiasakan sarapan sehat. Melalui kegiatan ini, siswa saling belajar pentingnya konsumsi ikan, sayur, dan susu, sehingga terbentuk kebiasaan makan bergizi. Program ini menjadi bagian dari upaya pencegahan stunting.

SDN Tamansari 1 juga memiliki berbagai inovasi lingkungan. Di antaranya SEMUT (Sejenak Memungut), yakni gerakan memungut sampah setiap pagi untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah yang rindang. Sampah dipilah menjadi organik dan anorganik. Sampah organik diolah menjadi pupuk dan pakan maggot, sementara sampah anorganik dikelola melalui kerja sama dengan pihak pengelola daur ulang.

Sekolah ini juga mengembangkan edukasi maggot sebagai media pembelajaran. Sisa makanan dimanfaatkan untuk pakan maggot, yang kemudian diolah menjadi pelet untuk ikan dan ternak ayam milik sekolah. Dengan cara ini, siswa belajar pengelolaan sampah berkelanjutan sekaligus kemandirian pangan.

Untuk mengurangi sampah plastik, siswa diwajibkan membawa bekal dan tempat minum sendiri. Sekolah telah menyiapkan galon air minum di setiap kelas. Selain itu, terdapat inovasi pelayanan publik dan lingkungan bertajuk “Serabi Manis” (Sekolah Ramah Lingkungan) yang sebelumnya juga meraih penghargaan dalam ajang inovasi pemerintah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto, menyampaikan apresiasi atas capaian SDN Tamansari 1 Bondowoso. Ia menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa penguatan karakter, kepedulian lingkungan, dan pendidikan kependudukan dapat diimplementasikan secara efektif di satuan pendidikan dasar.

Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Bondowoso untuk mengembangkan program SSK secara berkelanjutan, demi mencetak generasi yang sehat, peduli, dan berkarakter

1744129950993

Kepala PAUD KB Az-Zahra Bondowoso Raih Juara 1 GTK Transformatif Tingkat Jawa Timur

IMG-20250408-WA0090

BONDOWOSO – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Kabupaten Bondowoso. Fitrania Turrofika Aryani, S.Pd., Kepala PAUD Transformatif KB Az-Zahra yang berlokasi di Desa Mandira, Kecamatan Tegal Ampel, berhasil meraih Juara 1 GTK Transformatif Kepala Satuan PAUD Tingkat Provinsi Jawa Timur.

Fitrania mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menjelaskan bahwa proses seleksi dimulai dari tingkat kabupaten, kemudian berlanjut ke tingkat provinsi Jawa Timur. Setelah melalui tahapan administrasi dan seleksi, peserta disaring hingga terpilih tiga besar di setiap kategori.

“Alhamdulillah, di tingkat Jawa Timur kendala hampir tidak ada karena presentasi dilakukan secara daring dan berjalan lancar. Dari hasil seleksi tersebut, saya meraih juara satu untuk kategori Kepala Satuan PAUD Transformatif,” ujar Fitrania.

Ia menambahkan, pada ajang tersebut terdapat beberapa perwakilan lain dari Bondowoso yang juga berprestasi, mulai dari juara dua, juara tiga, hingga juara satu di kategori berbeda. Untuk kategori Kepala Satuan PAUD Transformatif, Fitrania bersama salah satu peserta lain yang juga meraih juara satu kemudian ditunjuk mewakili Jawa Timur ke tingkat nasional.

“Di tingkat nasional prosesnya masih berjalan. Kami diminta mengirimkan video, kemudian melakukan presentasi ulang dan menjalani penilaian lanjutan. Memang sempat ada kendala teknis pada saat presentasi karena masalah perangkat, sehingga penyampaian belum maksimal. Namun proses penilaian masih terus berlangsung,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas prestasi yang diraih Fitrania. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa inovasi dan transformasi pendidikan anak usia dini di Bondowoso terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa GTK PAUD di Bondowoso memiliki kualitas, dedikasi, dan inovasi yang luar biasa. Kami berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi kepala satuan dan pendidik PAUD lainnya untuk terus berinovasi dan meningkatkan mutu layanan pendidikan,” kata Taufan.

Ia menegaskan, Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso akan terus mendorong dan mendukung pengembangan GTK transformatif sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya pada jenjang pendidikan anak usia dini.

1744129950993

Rida Syamsiah Raih Juara I Kepala SMP Transformatif Jatim, Harumkan Bondowoso di Tingkat Nasional

IMG-20250408-WA0090

BONDOWOSO – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Kabupaten Bondowoso. Kepala SMP Negeri 1 Pujer, Rida Syamsiah, berhasil meraih Juara I Kepala SMP Transformatif Tingkat Provinsi Jawa Timur dan mewakili Jawa Timur ke tingkat nasional. Pada ajang nasional tersebut, Rida Syamsiah kembali mengukir prestasi dengan meraih Juara III Tingkat Nasional.

Capaian tersebut diraih berkat inovasi penguatan literasi dan numerasi di sekolah yang digagasnya melalui program GELORA (Gerakan Literasi Numerasi Guru Berdaya) yang diperkuat dengan aplikasi SIGMA (Sinar Guru Melek Literasi Numerasi).

Rida Syamsiah menjelaskan, inovasi tersebut lahir dari keresahannya melihat rendahnya capaian Rapor Pendidikan SMP Negeri 1 Pujer, khususnya pada indikator literasi dan numerasi. Kondisi tersebut mendorongnya untuk memberdayakan guru agar aktif memperkuat literasi dan numerasi dalam setiap proses pembelajaran.

“Melalui inovasi ini, guru tidak hanya mengajar, tetapi juga terus belajar, berkolaborasi, dan saling menginspirasi. Saya mendorong prinsip satu guru satu inovasi berbasis literasi dan numerasi,” ujar Rida Syamsiah.

Aplikasi SIGMA menjadi sarana kolaborasi antarguru untuk berbagi praktik baik, ide pembelajaran, serta pengembangan inovasi yang berorientasi pada peningkatan kualitas belajar siswa. Hasilnya, capaian literasi dan numerasi di SMP Negeri 1 Pujer menunjukkan peningkatan signifikan.

“Alhamdulillah, jika sebelumnya indikator literasi dan numerasi masih berwarna kuning, pada Rapor Pendidikan tahun 2025 seluruh indikator sudah berwarna hijau. Artinya, capaian kami sudah berada pada kategori baik,” jelasnya.

Saat ini, inovasi tersebut telah memasuki tahap diseminasi melalui berbagai forum, seperti Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Kelompok Kerja Guru (KKG) lintas jenjang, serta Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP. Rida berharap inovasi ini dapat diadaptasi oleh sekolah lain yang memiliki karakteristik serupa.

“Permasalahan rendahnya literasi dan numerasi bukan hanya terjadi di sekolah kami, tetapi hampir di semua sekolah. Harapan saya, inovasi ini bisa menginspirasi kepala sekolah lain sehingga penguatan literasi dan numerasi di jenjang SMP semakin meningkat,” tambahnya.

Selama mengikuti rangkaian lomba hingga tingkat nasional, Rida mengaku tidak mengalami kendala berarti. Dukungan dan pendampingan diberikan secara berjenjang, mulai dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso hingga Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Timur.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto, menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih Rida Syamsiah bersama kawan -kaean. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa inovasi dan kepemimpinan transformatif kepala sekolah mampu mendorong peningkatan mutu pendidikan.

“Prestasi ini tidak hanya mengharumkan nama Bondowoso, tetapi juga menjadi inspirasi bagi kepala sekolah lain untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pendidikan,” ujarnya Jum’at 19/12/2025

Sebagai ucapan terimakasih Bupati Bondowoso KH.Abdul Hamid Wahid melalui Sekda Fathur Rozi mengapresiasi dengam diserahkan ulang piagam penghargaan pada acara upacara bela negara di halaman Pemkab Bondowoso (dex)

1744129950993

Tenaga PPPK Paruh Waktu  SMPN 1 Klabang  Harumkan Nama Bondowoso di Tingkat Provinsi dengan Digitalisasi Laboratorium MIPA 

IMG-20250408-WA0090

BONDOWOSO – Upaya digitalisasi laboratorium MIPA yang dilakukan Ivan, tenaga  PPPK Paruh Waktu  di SMP Negeri 1 Klabang, Kabupaten Bondowoso, membuahkan prestasi membanggakan. Ivan berhasil meraih peringkat 2 tingkat Provinsi Jawa Timur dalam ajang inovasi pengelolaan laboratorium yang diselenggarakan oleh BPJTK Jawa Timur, dengan pusat kegiatan di Madiun.

Ivan yang bertugas sebagai staf laporan laboratorium MIPA mengungkapkan bahwa sejak awal dirinya mengelola laboratorium dengan kondisi yang masih sangat terbatas. Sistem administrasi laboratorium, mulai dari penyimpanan alat, perawatan, hingga kebersihan, masih dilakukan secara manual dan belum mengalami pembaruan sejak tahun 2008.

“Pendaftaran alat, peminjaman, dan laporan semuanya masih ditulis tangan. Itu sering menimbulkan kendala, seperti data yang tidak rapi dan sulit ditelusuri,” ujar Ivan,Jum’at 19/12/2025 saat dikonfirmasi.

Melihat berbagai permasalahan tersebut, Ivan bersama tim laboratorium berunding untuk mencari solusi yang lebih efektif. Dari hasil diskusi tersebut, lahirlah gagasan digitalisasi laboratorium IPA. Sistem manual mulai ditinggalkan dan digantikan dengan pencatatan serta administrasi berbasis digital.

Tidak hanya dalam administrasi, inovasi digital juga diterapkan dalam proses pembelajaran praktik. Jika sebelumnya siswa menggambar hasil praktikum secara manual, kini mereka diarahkan menggunakan aplikasi Canva. Metode ini terbukti membuat siswa lebih antusias, kreatif, dan menikmati proses pembelajaran di laboratorium.

“Anak-anak jadi lebih senang, pembelajaran terasa lebih hidup dan menyenangkan,” tambahnya.

Inovasi yang telah dikembangkan selama kurang lebih 17 tahun masa pengabdian Ivan di laboratorium tersebut menjadi salah satu faktor utama keberhasilannya meraih peringkat kedua di tingkat provinsi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, inovasi yang dilakukan Ivan menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi.

“Digitalisasi laboratorium MIPA ini menjadi contoh nyata bahwa tenaga pendidik dan kependidikan di Bondowoso mampu berinovasi dan berdaya saing di tingkat provinsi,” ujarnya.

Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain di Bondowoso untuk terus berinovasi, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital di lingkungan pendidikan.(dex)

 

1744129950993

Pemkab Bondowoso Dorong Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Anak

IMG-20250408-WA0090

BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten Bondowoso (Pemkab) terus berupaya menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) yang hingga kini masih tergolong tinggi, meski menunjukkan tren penurunan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Fathur Rozi, menegaskan komitmen tersebut melalui percepatan penyusunan Peraturan Bupati (Perbup) tentang penurunan AKI dan AKB.

Fathur Rozi mengatakan, draf Perbup saat ini masih dalam tahap pembahasan dan belum bersifat final. Penyusunannya dilakukan secara cermat dengan menelaah setiap kata, kalimat, dan substansi agar regulasi tersebut benar-benar dapat menjadi pedoman bersama.

“Angka kematian ibu dan anak di Bondowoso memang mengalami penurunan, tetapi masih cukup tinggi. Karena itu, kami mendorong percepatan penyusunan Perbup tentang penurunan AKI dan AKB. Draf ini sedang dibahas dan dikaji satu per satu agar seluruh elemen masyarakat bisa berperan aktif,” ujarnya,Jumat 19/12/2025 di Pemkab Bondowoso.

Menurutnya, percepatan penurunan AKI dan AKB bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan semata, melainkan urusan bersama yang melibatkan seluruh perangkat daerah, pemerintah desa, serta masyarakat luas.

Ia menyoroti masih adanya fenomena kehamilan yang disembunyikan oleh sebagian masyarakat, yang kerap dipicu oleh pernikahan dini maupun pernikahan siri. Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan risiko kematian ibu dan bayi karena kurangnya akses terhadap layanan kesehatan dan edukasi yang memadai.

“Di sinilah pentingnya keterlibatan lintas sektor. Tidak hanya Dinas Kesehatan, tetapi juga Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, serta organisasi keagamaan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat,” jelasnya.

Fathur Rozi menekankan pentingnya edukasi sejak dini, bahkan sebelum kehamilan terjadi. Calon pengantin, menurutnya, perlu mendapatkan pemahaman yang cukup mengenai kesehatan reproduksi agar risiko kematian ibu dan bayi dapat ditekan.

Ke depan, Pemkab Bondowoso juga berencana melibatkan pemerintah desa secara aktif dalam upaya tersebut. Partisipasi masyarakat akan terus dihidupkan melalui berbagai media komunikasi, termasuk pemanfaatan grup WhatsApp sebagai sarana koordinasi dan edukasi.

“Kita harus tetap berpikir positif dan optimistis. Insyaallah, dengan keterlibatan semua pihak, percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi di Bondowoso dapat tercapai,” pungkasnya.

1744129950993

Komitmen Tertib Administrasi, Bupati Bondowoso Hadir di Sidang Isbat Nikah 2025

IMG-20250408-WA0090

BONDOWOSO – Bupati Bondowoso KH. Abdul Hamid Wahid melakukan monitoring pelaksanaan Sidang Isbat Nikah Tahun 2025 di Pengadilan Agama Bondowoso, Jumat (19/12/2025). Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendorong tertib administrasi kependudukan, khususnya bagi masyarakat kurang mampu.

Bupati KH. Abdul Hamid Wahid menegaskan bahwa pencatatan pernikahan memiliki peran penting dalam sistem administrasi kependudukan. Menurutnya, legalitas pernikahan akan berdampak langsung pada berbagai layanan publik lainnya, seperti pengurusan dokumen kependudukan dan akses pelayanan pemerintah.

“Pencatatan nikah ini sangat penting karena berimbas pada administrasi kependudukan lainnya dan pelayanan pemerintah. Melalui kerja sama antara pemerintah daerah, Pengadilan Agama, dan Kementerian Agama, kami memberikan layanan kepada masyarakat agar memperoleh buku nikah secara sah, terutama bagi masyarakat tidak mampu,” ujarnya.

Ia berharap, melalui layanan Sidang Isbat Nikah ini, administrasi kependudukan masyarakat dapat tertib dan pelayanan publik berjalan lebih baik. Selain itu, Bupati juga mendorong agar cakupan layanan dan wilayah pelaksanaan dapat terus ditingkatkan di masa mendatang.

“Ke depan, kami berharap kerja sama lintas instansi ini semakin diperluas, baik dari sisi cakupan maupun area pelayanan. Masyarakat yang membutuhkan layanan ini juga diharapkan terdorong untuk secara mandiri mencatatkan pernikahannya sesuai ketentuan yang berlaku,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pengadilan Agama Bondowoso, Zainul Arifin, menyampaikan bahwa jumlah permohonan isbat nikah yang diajukan pada tahun 2025 mencapai 219 pasangan. Dari jumlah tersebut, hanya sebagian kecil perkara yang tidak dapat dikabulkan.

“Secara keseluruhan ada 219 pasangan yang mengajukan permohonan isbat nikah. Namun, terdapat sekitar empat perkara yang tidak memenuhi persyaratan rukun sah pernikahan,” jelas Zainul Arifin.

Pelaksanaan Sidang Isbat Nikah ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum bagi pasangan suami istri, sekaligus mendukung tertib administrasi kependudukan di Kabupaten Bondowoso.

1744129950993
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts

error: Content is protected !! silahkan di menghubungi admin jika ingin copy conten ini ... terima kasih