Kementrian Desa PDT dan Trasmigrasi Gelar Sosialisasi Implementasi Presisi Berbasis Teknologi di Bondowoso

 
BONDOWOSO – Dalam rangka peningkatan produktifitas dan potensi sektor pertanian masyarakat di Kabupaten Bondowoso ,Kementrian Desa PDT dan Trasmigrasi Republik Indonesia melalui Derektorat Pengembangan Sumber Daya Lingkungan Hidup mengelar kegiatan sosialisasi Implementasi Presisi Berbasis Teknologi dengan Pertanian Smart Farming berbasis Anderoid di Kantor BAPEDA  Bondowoso,Jawa Timur,Kamis 7/11/2019.
Direktur PSDLH Ditjen PDT Kementrian Desa PDTT,Dr Dwi Rudi Hartoyo,S.Sos,M.Si mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan agar usaha tani dapat berjalan lebih efektif dan efisien.Hal ini bermaksud menjawab tantangan yang dihadapi dalam budidaya pertanian, terkait keterbatasan sumberdaya alam, modal,pengetahuan,dan teknologi dibidang pertanian.
“Sektor pertanian merupakan sektor yang sangat strategis karena mampu berkontribusi sebesar 30,4 % dari total RDRB Kabupaten Bondowoso tahun 2018 berdasarkan data BPS.Sehingga komitmen pemerintah terhadap kemajuan sektor pertanian merupakan prioritas yang tertuang kedalam program kerja Direktorat Jendral Pembangunan Daerah Tertinggal melalui Derektorat Pengembangan Sumber Daya Lingkungan Hidup anggaran tahun 2020 melalui kegiatan Implementasi Pertanian Presisi Berbasis Teknologi,” jelasnya.
Hal ini menurutnya  juga bertujuan untuk menciptakan efisiensi dan efektivitas dalam pemanfaatan sarana produksi pertanian.Selain itu mendongrak produktivitas hasil pertanian menjadi lebih maksimal, serta mampu menyediakan pasar yang mampu menyerap hasil produksi pertanian dengan harga yang kompetitif,guna meningkatkan perekonomian masyarakat yang sebagian besar bergantung pada sektor pertanian.
“Untuk itu perlu diciptakan ekosistem pertanian yang terintegrasi dari hulu hingga kehilir yang saat ini dikenal dengan teknologi pertanian presisi (Presition Agriculture 4.0.) untuk mewujudkan hal tersebut ada beberapa aspek yang menjadi prayarat diantaranya adalah penyiapan lahan pertanian untuk dijadikan lahan percontohan pertanian Modern,” ungkapnya.
Selain itu kata Dia, Kontur tanah berupa hamparan yang relatif datar dan tidak dipisahkan oleh sungai maupun perbukitan.Kemudian petani penggarap yang trampil mengunakan smartphon yang diwakili oleh petani-petani muda,serta adanya dukungan dan akses terhadap jaringan internet disekitar lokasi pilot project agar pertanian presisi dapat berjalan dengan baik.
Kegiatan tersebut , diikuti oleh perwakilan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) serta perwakilan Kelompok Tani,turut hadir Dewan Riset Daerah (DRD) Kabupaten Bondowoso.Sementara materi sosialisasi disampaikan oleh Kepala Laboraturium Teknik Fisika Hayati UGM dengan Moderator Sekretaris Dinas (Sekdin) Pertanian Kabupaten Bondowoso Hendri Widotono.

Related posts

Sah ,KPU Bondowoso Tetapkan Perolehan Kursi dan Calon Terpilih Anggota DPRD Pemilu 2024

Peringati Hardiknas ,Forpimda Bondowoso Lakukan Flash Mob ,Pembagian Santunan dan Penyerahan Piagam Pemuda Pelopor

Perjuangkan Kesejahteraan Kaum Buruh  Disnakertrans Banyuwangi Berkomitmen Diperingatan Hari Buruh