Beranda Ekonomi & Teknologi Sumbang 27,93 Persen PDRB, Pertanian Jadi Tulang Punggung Ekonomi Bondowoso, Bupati Terima...

Sumbang 27,93 Persen PDRB, Pertanian Jadi Tulang Punggung Ekonomi Bondowoso, Bupati Terima Wilwatikta Awards 2026

1784696982808

BONDOWOSO, TAPALKUDA POST – Sektor pertanian masih menjadi kekuatan utama perekonomian Kabupaten Bondowoso. Dengan kontribusi mencapai 27,93 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada 2025 atau senilai sekitar Rp7,98 triliun, sektor ini menjadi salah satu penopang penting pertumbuhan ekonomi sekaligus sumber penghidupan masyarakat.

Capaian tersebut mengantarkan Pemerintah Kabupaten Bondowoso menerima penghargaan kategori Akselerasi Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani dalam ajang JawaPos.com Wilwatikta Awards 2026.

Penghargaan tersebut diterima sebagai bentuk apresiasi atas upaya pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian, menjaga ketahanan pangan, serta mendorong kesejahteraan petani.
Dalam sambutannya,

Bupati Bondowoso menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan semata-mata pengakuan terhadap kinerja pemerintah daerah, melainkan juga apresiasi bagi seluruh petani, kelompok tani, penyuluh, dan masyarakat yang selama ini berkontribusi menjaga ketahanan pangan serta menggerakkan perekonomian daerah.

“Penghargaan ini kami persembahkan kepada seluruh masyarakat Bondowoso, terutama para petani yang dengan kerja kerasnya telah menjaga pangan, mengembangkan komoditas unggulan, dan menggerakkan perekonomian daerah,” ungkap Bupati KH.Abdul Hamid Wahid,Jum’at ,30/10/2026 malam.

Menurut Bupati, pertanian bukan sekadar sektor ekonomi, melainkan fondasi kehidupan masyarakat sekaligus salah satu kekuatan utama pembangunan Bondowoso.

Berdasarkan data yang disampaikan, pada 2025 luas panen padi di Bondowoso mencapai sekitar 56.112 hektare dengan produksi 278.822 ton gabah kering giling (GKG).

Selain tanaman pangan, kekuatan pertanian Bondowoso juga ditopang komoditas perkebunan unggulan, terutama kopi dan tembakau.

Luas perkebunan kopi tercatat mencapai sekitar 20.310 hektare, terdiri atas 13.754 hektare kopi Arabika dan 6.556 hektare Robusta, dengan total produksi sekitar 8.914 ton.

Kopi Arabika Java Ijen-Raung dan Java Hyang Argopuro bahkan telah menembus pasar internasional, termasuk Turki, Australia, dan sejumlah negara di Eropa.
Untuk menjaga keberlanjutan produksi, pemerintah daerah pada 2026 juga mendorong peremajaan sekitar 1.700 hektare kebun kopi.

Sementara itu, komoditas tembakau turut menjadi penopang ekonomi masyarakat. Pada 2026, luas areal tembakau Bondowoso mencapai sekitar 8.745,8 hektare dengan melibatkan kurang lebih 5.800 petani.

Bondowoso juga memiliki varietas tembakau unggulan lokal, yakni Maesa 1 dan Maesa 2, yang menjadi bagian dari kekayaan sekaligus identitas pertanian daerah.

Bupati menjelaskan, kekuatan komoditas tersebut membentuk ekosistem ekonomi yang saling berkaitan. Padi menopang ketahanan pangan, kopi memperkuat daya saing dan peluang ekspor, sedangkan tembakau menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat.

Dampak ekonomi sektor pertanian, lanjutnya, tidak hanya dirasakan petani, tetapi juga buruh tani, pelaku UMKM, pedagang, industri pengolahan, sektor transportasi, hingga berbagai bidang usaha lainnya.

1791899701721

Petani Jangan Hanya Jadi Objek Kebijakan
Meski mencatatkan kontribusi ekonomi yang besar, Bupati menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian tidak cukup diukur dari luas panen maupun besarnya produksi.

Menurutnya, ukuran paling penting adalah sejauh mana peningkatan produktivitas dan pertumbuhan sektor pertanian mampu meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan petani.

“Petani harus menjadi subjek utama pembangunan, bukan sekadar objek kebijakan,” tegasnya.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berkomitmen memperkuat sektor pertanian melalui peningkatan produktivitas, modernisasi dan mekanisasi pertanian, penguatan irigasi, perlindungan komoditas unggulan, pengembangan kelembagaan petani, serta perluasan akses pasar.

Pemerintah daerah juga mendorong hilirisasi dan pengembangan agroindustri, khususnya pengolahan kopi dan produk perkebunan. Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah sehingga petani tidak hanya memperoleh keuntungan dari hasil panen, tetapi juga dari peningkatan nilai ekonomi produk olahan.

Selain itu, penguatan kemitraan, kepastian pasar, peningkatan kualitas produksi, serta keterlibatan generasi muda dinilai menjadi faktor penting dalam membangun pertanian yang modern, berkelanjutan, dan berdaya saing.

Bupati juga mengakui bahwa sektor pertanian menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, fluktuasi harga, tingginya biaya produksi, hingga persoalan regenerasi petani.

Untuk menjawab tantangan tersebut, dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan.

Pertanian Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Mengusung tema “Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara”, Wilwatikta Awards 2026 menjadi momentum untuk memperkuat potensi lokal melalui inovasi dan kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Bupati menegaskan, Bondowoso siap menjadikan sektor pertanian bukan hanya sebagai penyangga ketahanan pangan, tetapi juga sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi, penguatan industri daerah, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan pertanian.

“Penghargaan ini bukan titik akhir, melainkan amanah dan motivasi untuk bekerja lebih baik,” ujarnya.
Bupati menutup sambutannya dengan menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa banyak hasil yang diproduksi, tetapi juga seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat dan seberapa sejahtera kehidupan para petani.

“Semoga Bondowoso semakin maju, pertaniannya semakin kuat, ketahanan pangannya semakin kokoh, komoditas unggulannya semakin berdaya saing, dan masyarakatnya semakin sejahtera,” pungkasnya.

ilustrasi-stop-pungli