SURABAYA – Partai Golongan Karya (Golkar) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 pada Selasa (20/10/2026), di tengah hasil survei nasional yang menempatkannya di posisi ketiga dalam elektabilitas partai politik.
Alih-alih menggelar perayaan mewah, DPD Partai Golkar Jawa Timur memilih mengisi momentum hari jadi dengan kegiatan sosial, penguatan organisasi, dan agenda yang menyasar generasi muda.
Berdasarkan survei nasional Poltracking Indonesia yang dilaksanakan pada 30 September hingga 7 Oktober 2026, elektabilitas Golkar tercatat sebesar 9,1 persen.
Angka tersebut berada di bawah Partai Gerindra yang memperoleh 22,9 persen dan PDI Perjuangan (PDIP) sebesar 13,4 persen. Hasil survei ini menggambarkan preferensi responden pada periode pengumpulan data, bukan hasil pemilihan umum.
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, menyambut positif hasil tersebut. Ia menyebut sejumlah lembaga survei bahkan mencatat elektabilitas Golkar berada di kisaran 10,4 hingga 10,8 persen. Namun, angka tersebut merupakan klaim yang disampaikan Ali dan belum disertai rincian lembaga survei maupun metodologi dalam keterangan yang tersedia.
“Ini sesuatu yang menggembirakan buat kita di Jawa Timur, Golkar Jawa Timur, bahwa pergerakan Golkar diapresiasi oleh masyarakat,” ujar Ali saat peringatan HUT ke-62 Golkar di Kantor DPD Golkar Jatim, Selasa (20/10/2026).
Menurut Ali, capaian elektabilitas tersebut menjadi dorongan bagi partainya untuk memperkuat konsolidasi organisasi, kaderisasi, dan regenerasi kepemimpinan. Ia berharap Golkar terus menjaga kedekatan dengan masyarakat dan menjalankan peran politik yang berpihak pada kepentingan publik.
Tak Ingin Berpesta Mewah, Golkar Pilih Kegiatan Sosial
Peringatan HUT ke-62 Golkar di Jawa Timur diisi dengan sejumlah kegiatan sosial. Agenda diawali dengan ziarah ke makam pahlawan dan para tokoh pendiri Golkar, kemudian dilanjutkan dengan tasyakuran serta pembagian bantuan sembako.
Golkar Jatim juga menjadwalkan penyaluran sembako ke sejumlah panti di Surabaya dan Sidoarjo. Selain itu, pengobatan gratis direncanakan berlangsung pada 24 Oktober 2026.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya partai untuk memperingati hari jadi dengan aktivitas yang menyentuh masyarakat secara langsung. Meski demikian, dampak kegiatan tersebut terhadap masyarakat akan bergantung pada pelaksanaan, jangkauan penerima manfaat, serta keberlanjutan program.
Ali menegaskan, peringatan hari jadi partai tidak semestinya menjadi ajang menghamburkan anggaran untuk kemewahan. Menurut dia, kegiatan sosial lebih layak mendapat perhatian dalam momentum tersebut.
“Enggak boleh foya-foya itu. Kemewahan-kemewahan diketok sana,” katanya.
Bidik Generasi Muda Lewat Olahraga
Selain kegiatan sosial, Golkar Jatim menyiapkan agenda olahraga untuk memperluas keterlibatan masyarakat, terutama kalangan pemilih pemula. Salah satu kegiatan yang direncanakan ialah pertandingan mini soccer.
Partai tersebut juga menyiapkan Golkar Run, meskipun tanggal pelaksanaannya belum diumumkan.
Agenda olahraga ini menjadi salah satu cara yang dipilih Golkar Jatim untuk membangun interaksi dengan generasi muda di luar kegiatan politik formal.
Pelaksanaannya sekaligus akan menjadi kesempatan bagi partai untuk menunjukkan sejauh mana komitmen mendekatkan diri kepada masyarakat diwujudkan dalam kegiatan nyata.
Memasuki usia ke-62, Golkar menghadapi dua pekerjaan yang berjalan beriringan: menjaga dukungan publik dan memastikan konsolidasi organisasi tidak berhenti pada momentum perayaan. Hasil survei dapat menjadi salah satu bahan evaluasi, tetapi keberlanjutan kepercayaan masyarakat tetap perlu ditopang oleh kerja nyata, keterbukaan, serta program yang manfaatnya dapat dirasakan secara luas.











