BONDOWOSO, TAPALKUDA POST – Harapan siswa dan orang tua agar kegiatan ekstrakurikuler marching band tetap berjalan kini mendapat sinyal positif. Dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bondowoso menguat seiring keberangkatan Group Marching Band SDN Kutakulon 1 untuk mengikuti Ijen Marching Festival (IMF) IV di Kabupaten Banyuwangi.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajatd S.Sos., sempat mengecam rencana peniadaan ekstrakurikuler marching band di sekolah. Persoalan tersebut menjadi perhatian karena kegiatan marching band tidak hanya mengasah kemampuan bermusik, tetapi juga membentuk kedisiplinan, kekompakan, tanggung jawab, dan kepercayaan diri siswa.
Kini, keberangkatan kontingen SDN Kutakulon 1 ke ajang kompetisi tersebut menjadi momentum penting bagi keberlanjutan kegiatan sekaligus pembuktian bahwa potensi siswa perlu mendapat ruang untuk berkembang.
Pelepasan kontingen berlangsung di halaman Kantor Sekretariat Pemkab Bondowoso, Jumat (16/10/2026). Kegiatan itu dihadiri jajaran pemerintah daerah dan pimpinan DPRD sebagai bentuk dukungan terhadap siswa yang akan berlaga membawa nama Kabupaten Bondowoso.
Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajat, menyampaikan kebanggaannya terhadap para siswa yang akan mengikuti kompetisi. Ia berharap kontingen Bondowoso mampu menunjukkan penampilan terbaik dan membawa pulang prestasi membanggakan.
“Ya, dalam hal ini kami menyampaikan rasa bangga. Bismillah, semoga anak-anak kita meraih hasil terbaik di Kabupaten Banyuwangi nanti, membawa nama baik Bondowoso dan pulang sebagai juara. Intinya, yang terbaik untuk Kabupaten Bondowoso,” ujar Sinung.
Ia menegaskan, para peserta harus memahami bahwa keikutsertaan mereka kali ini bukan semata-mata membawa nama sekolah, melainkan juga mewakili masyarakat Kabupaten Bondowoso.
Menurut Sinung, Ketua DPRD Bondowoso juga telah menekankan pentingnya menjaga nama baik daerah selama mengikuti kompetisi. Semangat tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh anggota tim untuk tampil maksimal, menjunjung sportivitas, dan menjaga kekompakan.
“Seperti yang ditekankan oleh Bapak Ketua DPRD, mereka bukan lagi hanya mewakili SDN Kutakulon 1, tetapi juga Kabupaten Bondowoso,” katanya.
Selain kontingen SDN Kutakulon 1, Sinung menyebut siswa dari SDN Dabasah 1 juga akan berpartisipasi dalam salah satu agenda, yakni street parade. Sementara itu, Marching Band SDN Kutakulon 1 dijadwalkan mengikuti seluruh kategori yang diikuti timnya dalam festival tersebut.
Sinung pun mengajak masyarakat Bondowoso untuk memberikan doa dan dukungan kepada para peserta. Menurutnya, dukungan bersama menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk menghadapi kompetisi dan memberikan hasil terbaik.
“Sebagai warga Bondowoso, mari kita mendoakan semoga anak-anak kita meraih kesuksesan dan membawa nama baik Kabupaten Bondowoso,” tuturnya.
Dukungan Jangan Berhenti pada Pelepasan
Menguatnya dukungan pemerintah daerah dan DPRD terhadap kontingen marching band menjadi sinyal positif bagi siswa dan orang tua yang menginginkan kegiatan ekstrakurikuler tersebut tetap mendapat tempat di sekolah.
Namun, dukungan saat pemberangkatan perlu diikuti perhatian berkelanjutan terhadap pembinaan siswa, keberlangsungan kegiatan ekstrakurikuler, serta ketersediaan sarana dan kesempatan berlatih.
Sebab, marching band bukan sekadar pertunjukan musik atau perlombaan untuk mengejar piala. Di dalamnya terdapat proses panjang yang menuntut latihan rutin, kedisiplinan, kerja sama, serta dukungan dari sekolah, orang tua, dan pemangku kebijakan.
Keikutsertaan dalam Ijen Marching Festival IV pun diharapkan tidak hanya menjadi ajang mengejar gelar juara, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen terhadap pengembangan bakat dan prestasi pelajar di Bondowoso.
Kini, harapan siswa dan orang tua tertuju pada keberlanjutan pembinaan marching band. Prestasi di Banyuwangi tentu menjadi kebanggaan, tetapi kepastian bahwa anak-anak tetap memiliki ruang untuk berkarya dan mengembangkan potensi di sekolah juga tidak kalah penting.











