Beranda Lensa Nusantara HUT Ke-21 HIMPAUDI, Guru PAUD Bondowoso Jadi Fondasi Generasi Emas

HUT Ke-21 HIMPAUDI, Guru PAUD Bondowoso Jadi Fondasi Generasi Emas

1784696982808

BONDOWOSO – Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kabupaten Bondowoso memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21, Senin (31/8/2026) di Citiplaza Bondowoso

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Peringatan HUT HIMPAUDI tahun ini juga diisi dengan Gebyar 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat serta lomba puisi yang mengangkat tema kesetaraan guru PAUD. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran pendidik PAUD dalam membentuk karakter anak sejak usia dini.

Ketua HIMPAUDI Kabupaten Bondowoso, Muhammad Holis, mengatakan perjuangan guru PAUD memiliki makna yang tidak jauh berbeda dengan perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Menurutnya, jika para pahlawan dahulu berjuang dengan senjata dan bambu runcing, maka guru PAUD saat ini berjuang melalui pendidikan untuk menyiapkan generasi penerus bangsa.

“Kalau pahlawan terdahulu berjuang dengan bambu runcing, kita sebagai pendidik PAUD berjuang dengan mendidik anak-anak generasi kita,” ujar Muhammad Holis .

Ia menegaskan, tugas guru PAUD tidak sesederhana yang terlihat. Di balik kegiatan belajar melalui bermain, bernyanyi, dan berbagai aktivitas sederhana, terdapat tanggung jawab besar untuk menanamkan kebiasaan hidup sehat, mandiri, disiplin, mampu berbagi, serta memiliki karakter yang baik.

“Menjadi guru PAUD tentunya tidak mudah. Harus serba bisa. Mungkin setiap hari kita mengajar, mengajak anak menyanyi, tetapi dari jerih payah kita semua mudah-mudahan dicatat sebagai amal ibadah oleh Allah,” katanya.

Holis juga menyampaikan harapan agar perjuangan para pendidik PAUD, khususnya guru nonformal, mendapatkan perhatian lebih besar. Ia berharap ke depan terdapat penguatan status, perlindungan profesi, serta kesetaraan bagi seluruh pendidik PAUD.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto, menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini menjadi salah satu fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia.

Menurut Taufan, pemerintah pusat saat ini terus memperkuat layanan PAUD sebagai bagian dari pembangunan pendidikan nasional. Kelompok Bermain (KB), khususnya bagi anak usia 2–4 tahun, dipandang penting dalam memberikan stimulasi tumbuh kembang sebelum anak memasuki jenjang pendidikan berikutnya.
Ia menjelaskan, pemerintah pusat juga memperluas program wajib belajar melalui kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun.

Meskipun rintisan program tersebut dimulai dengan penguatan layanan Taman Kanak-kanak (TK), pemerintah juga secara paralel meningkatkan layanan Kelompok Bermain (KB) dan Taman Penitipan Anak (TPA).

1785517338444

“Pemerintah saat ini terus menempatkan Pendidikan Anak Usia Dini sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia,” ujar Taufan.

Di tingkat daerah, Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso berkomitmen memfasilitasi peningkatan kualitas guru PAUD. Taufan menekankan bahwa pendidik PAUD bukan sekadar pengasuh, melainkan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter anak pada masa usia emas.

“Pendidik PAUD bukan sekadar pengasuh, melainkan arsitek peradaban anak di masa golden age,” tegasnya.

Karena itu, guru PAUD didorong untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensi. Peningkatan kualitas pendidik diyakini akan berpengaruh terhadap lahirnya generasi yang cerdas, tangguh, dan berakhlak mulia.

Dinas Pendidikan, lanjut Taufan, akan terus berupaya memberikan pembinaan teknis secara merata, baik bagi pendidik di wilayah perkotaan maupun pelosok Kabupaten Bondowoso.

Selain peningkatan kompetensi, persoalan kesejahteraan dan kesetaraan pendidik PAUD nonformal juga menjadi perhatian pemerintah. Pemerintah Kabupaten Bondowoso berkomitmen menyelaraskan program daerah dengan kebijakan pemerintah pusat agar dukungan terhadap lembaga serta tenaga pendidik PAUD semakin optimal.

Dalam mendukung operasional lembaga PAUD, pemerintah pusat juga menyalurkan Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (BOSP PAUD). Bantuan tersebut merupakan bagian dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik yang disalurkan kepada satuan pendidikan yang terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) untuk mendukung kebutuhan operasional nonpersonalia.

Taufan menyebut pendidik dan tenaga kependidikan PAUD, terutama pendidik nonformal, merupakan bagian penting dari aspirasi bersama. Pemerintah pusat dan daerah terus berkoordinasi untuk menyelaraskan regulasi terkait perlindungan profesi, kejelasan status, serta peningkatan apresiasi dan kesejahteraan guru PAUD secara bertahap.

“Pendidik dan tenaga kependidikan PAUD, terutama pendidik nonformal, menjadi aspirasi utama kita bersama,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat sinergi, mulai dari Dinas Pendidikan, organisasi profesi seperti HIMPAUDI, orang tua, hingga masyarakat.

Peringatan HUT ke-21 HIMPAUDI di Bondowoso pun diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa kualitas generasi bangsa sangat ditentukan oleh perhatian dan kesungguhan dalam membangun pendidikan sejak usia dini.

“Akhir kata, saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi, kesabaran, dan keikhlasan seluruh guru PAUD di Kabupaten Bondowoso. Tetaplah menginspirasi dengan kasih sayang,” pungkas Taufan.

 

1784091984781
file_00000000d4ac720b8315be53dad5e2f1
file_00000000f3dc71f699615aa3d7e15c43
Screenshot_20260730-221521