BONDOWOSO — Usia senja tidak menyurutkan semangat Agustina untuk mengabdikan diri di dunia pendidikan. Di usianya yang kini menginjak 70 tahun, guru PAUD di Kabupaten Bondowoso tersebut masih aktif mengajar dan mendampingi anak-anak usia dini.
Agustina mulai mengajar sejak 1978. Selama puluhan tahun, ia telah mengabdikan dirinya, baik di Taman Kanak-Kanak (TK) maupun Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Saat ini, ia masih mengajar di KB Handayani.
Dedikasi panjang tersebut menjadi bukti bahwa pengabdian di dunia pendidikan tidak selalu diukur dari materi. Bagi Agustina, mendampingi dan memberikan pendidikan kepada anak-anak sejak usia dini merupakan bentuk pengabdian yang memiliki nilai tersendiri.
Meski demikian, Agustina berharap kesejahteraan guru PAUD ke depan mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Menurutnya, besaran honor yang diterima guru PAUD masih bervariasi dan relatif rendah. Ada guru yang menerima honor sekitar Rp250 ribu, Rp350 ribu, hingga Rp400 ribu.
“Semoga ke depan pemerintah lebih memperhatikan honor guru PAUD. Guru PAUD merupakan peletak pondasi pertama pendidikan anak,” harap Agustina.
Agustina menegaskan bahwa dirinya tidak menjadikan honor sebagai alasan utama dalam menjalankan tugas. Selama bertahun-tahun mengajar di KB Handayani, ia mengaku lebih mengedepankan semangat pengabdian dan kecintaan terhadap dunia pendidikan.
Baginya, pendidikan anak usia dini memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kebiasaan anak sebelum memasuki jenjang pendidikan berikutnya. Karena itu, keberadaan guru PAUD dinilai tidak boleh dipandang sebelah mata.
Di tengah keterbatasan yang ada, Agustina juga menyampaikan pesan kepada para guru muda agar tetap memiliki semangat dalam menjalankan profesinya.
Ia berharap generasi pendidik yang lebih muda dapat meneruskan semangat pengabdian dan terus memberikan yang terbaik bagi anak-anak.
“Harapannya, mereka yang masih muda-muda lebih bersemangat dalam mengabdi dan mendidik anak-anak,” tuturnya.
Semangat Agustina menjadi gambaran bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus berkarya. Setelah puluhan tahun mengabdi, ia masih memilih berada di ruang kelas, menemani anak-anak belajar dan menjadi bagian dari perjalanan awal pendidikan mereka.














