Beranda Lensa Nusantara Menuju Revalidasi UNESCO, Pemkab Bondowoso Susun Langkah Terukur Demi Selamatkan Status Ijen...

Menuju Revalidasi UNESCO, Pemkab Bondowoso Susun Langkah Terukur Demi Selamatkan Status Ijen Geopark

1784696982808

Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus mematangkan persiapan menghadapi tahapan pra-revalidasi dan revalidasi Ijen UNESCO Global Geopark (UGG). Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bersama instansi vertikal dan mitra strategis diminta memperkuat sinergi agar proses penilaian berjalan optimal sekaligus mempertahankan status Ijen sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso, Gede Budiawan, mengatakan, tahapan pra-revalidasi dijadwalkan berlangsung pada 16–17 Juli 2026, sedangkan revalidasi oleh asesor UNESCO akan dilaksanakan pada 5–6 Agustus 2026.

Menurutnya, seluruh persiapan kini difokuskan pada penyusunan langkah kerja yang terukur sesuai arahan Sekretaris Daerah Bondowoso.

“Kami akan menyusun dua timeline. Pertama untuk persiapan menjelang pra-revalidasi, dan kedua untuk persiapan menuju revalidasi. Melalui timeline tersebut akan terlihat secara jelas siapa mengerjakan apa, sehingga seluruh pihak dapat bekerja secara terkoordinasi,” ujarnya.

Gede menjelaskan, keberhasilan revalidasi tidak hanya menjadi tanggung jawab OPD, tetapi juga membutuhkan dukungan berbagai instansi dan mitra, seperti Perhutani, PTPN, Medco, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya yang selama ini terlibat dalam pengelolaan kawasan geopark.

Ia menilai waktu yang tersisa harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menyempurnakan seluruh aspek yang menjadi indikator penilaian UNESCO.
“Sinergi antara OPD, instansi vertikal, dan seluruh stakeholder harus dioptimalkan.

1785517338444

Harapannya, cita-cita Pemerintah Kabupaten Bondowoso untuk tetap menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark dapat terwujud,” katanya.
Lebih jauh, Gede menegaskan bahwa keberadaan Ijen UNESCO Global Geopark tidak semata-mata untuk mempertahankan pengakuan internasional. Yang lebih penting adalah bagaimana status tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Salah satu upaya yang terus dikembangkan adalah pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pengolahan kopi dan produk turunannya, terutama bagi pemuda di kawasan geopark, termasuk di Kecamatan Sumberwringin yang dikenal sebagai sentra kopi Bondowoso.

“Kami ingin keberadaan geopark berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Potensi kopi dan produk turunannya harus mampu memberikan nilai tambah bagi warga,” ungkapnya.

Selain sektor pertanian, Disparbudpora juga mendorong pengelolaan destinasi wisata berbasis masyarakat. Warga di sekitar kawasan geopark diharapkan menjadi pelaku utama dalam pengembangan pariwisata sehingga mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, dan menggerakkan perekonomian lokal.

Dengan kolaborasi seluruh pihak, Pemerintah Kabupaten Bondowoso optimistis proses revalidasi Ijen UNESCO Global Geopark dapat berjalan sukses sekaligus memperkuat manfaat geopark sebagai instrumen pembangunan berkelanjutan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

 

1784091984781
file_00000000d4ac720b8315be53dad5e2f1
file_00000000f3dc71f699615aa3d7e15c43
Screenshot_20260730-221521