Beranda Lensa Nusantara Efisiensi Anggaran,Diskominfo Bondowoso Lirik Replikasi Aplikasi Digital dari Sumedang

Efisiensi Anggaran,Diskominfo Bondowoso Lirik Replikasi Aplikasi Digital dari Sumedang

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso berencana memperkuat transformasi digital melalui kerja sama dengan Kabupaten Sumedang. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bondowoso, Dwi Wahyudi, usai mengikuti pertemuan daring yang digelar Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI).

Dwi Wahyudi menjelaskan, Kabupaten Sumedang saat ini menjadi salah satu daerah percontohan dalam penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Melalui forum APKASI, Sumedang menawarkan kerja sama kepada pemerintah kabupaten di seluruh Indonesia untuk mempelajari sekaligus mereplikasi sistem digital yang telah dikembangkan.

“Sumedang sudah memiliki SPBE yang sangat baik, mulai dari penguatan smart city, integrasi satu data, hingga berbagai aplikasi layanan publik yang terintegrasi,” ujar Dwi,Rabu 29/04/2026.

Ia menambahkan, salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah aplikasi pemantauan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk penanganan stunting. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat maupun pemerintah dapat memantau menu makanan harian, termasuk dokumentasi foto yang tersedia secara real time.

Menurut Dwi, sejumlah kabupaten di Indonesia telah lebih dahulu menjalin kerja sama dan melakukan pembelajaran ke Sumedang. Ke depan, Bondowoso juga akan menjajaki penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS) sebagai langkah awal kolaborasi.

FB_IMG_1773966750014

“Rencananya kami akan belajar langsung ke Sumedang terkait transformasi digital yang sudah maju. Nilai SPBE Sumedang mencapai 4,6, yang menunjukkan kualitasnya sangat baik,” katanya.

Lebih lanjut, Dwi mengungkapkan bahwa kerja sama tersebut berpotensi memberikan efisiensi anggaran. Pasalnya, Pemerintah Kabupaten Sumedang membuka akses bagi daerah lain untuk menggunakan aplikasi yang telah dikembangkan tanpa biaya lisensi.

“Selama ini jika bekerja sama dengan pihak ketiga, kita harus membeli aplikasi. Namun, Sumedang menawarkan pembelajaran sekaligus replikasi aplikasi secara gratis,” jelasnya.
Meski demikian, Pemkab Bondowoso tetap akan menyesuaikan implementasi dengan kebutuhan daerah serta kemampuan anggaran yang tersedia.

Beberapa komponen pembiayaan yang mungkin diperlukan antara lain honor narasumber dan tenaga teknis.

“Nantinya akan dipilih aplikasi mana yang dibutuhkan di Bondowoso, mana yang sudah ada, dan mana yang perlu diadopsi. Ini akan disesuaikan dengan kondisi serta kemampuan anggaran daerah,” pungkas Dwi.

images (15)