BONDOWOSO – Kebakaran hutan kembali terjadi di sekitar Kawah Wurung, Desa Kali Anyar, Kecamatan Ijen.
Kebakaran terjadi pada Rabu (9/8/2023) kemarin dengan luasan lahan terbakar mencapai 20 hektar pada awalnya , namun ketika sudah berhasil dipadamkan mencapai luasan 35 hektar.
Wakil Administrator Perhutani KPH Bondowoso, Eny Handayani, kebakaran hutan dan lahan terjadi di blok Gunung Roti Petak 91 D, 92 C dan blok Kawah Wurung 90 A.
“Kelas hutan yang terbakar ditumbuhi alang-alang dan semak belukar,” jelasnya.
Untuk pemadaman sendiri kata Eny dilakukan dengan menggunakan gepyok dan suter. Namun, untuk lokasi yang sulit dijangkau pihaknya hanya bisa melakukan pengamatan sembari membuat ilalang.
“Tujuannya agar tak merembet ke pemukiman warga. Kendati pada kebakaran kali ini memang jauh dari pemukiman warga.Damkar tak bisa masuk, jalan kaki saja sulit,” ungkapnya.
Dikatakan bahwa diduga penyebab kebakaran hutan dan lahan yakni karena ulah manusia. Baik, karena membuang puntung rokok sembarangan atau pun karena iseng membuat api.
Kondisi ini diperparah karena kemarau dan angin. Namun, Eny memastikan bahwa kebakaran ini bukan disebabkan oleh pembukaan lahan, perburuan, atau pun masyarakat yang hendak menanam pohon.
“Perburuan juga tidak kami temukan buktinya, ” imbuhnya.
Eny menyebutkan bahwa selama sebulan terkahir sudah terjadi tiga kali kebakaran hutan dan lahan di lokasi sekitaran Kawah Wurung.
Penyebabnya, mayoritas karena faktor manusia yang tidak bertanggung jawab.
“99 persen karena faktor manusia, 0,1 persen baru faktor alam. Alam pun karena faktor gunung meletus biasanya,” jelasnya.
Melihat ini, pihaknya terus melakukan upaya preventif dengan melakukan pemantauan secara berkala dengan patroli yang dilakukan oleh anggota Perhutani. Kemudian, juga dilakukan patroli titik api melalui aplikasi-aplikasi. Salah satunya Sipongi dari Kementerian Kehutanan.
“Kami memasang banner, pelarangan. Kemudian kami juga himbauan, dilarang membuat api, dilarang bermain-main di hutan dengan api,” pungkasnya