Beranda Peristiwa Puluhan Pegawai Lapas Banyuwangi Dites Urine Serta Ponsel Juga Diperiksa 

Puluhan Pegawai Lapas Banyuwangi Dites Urine Serta Ponsel Juga Diperiksa 

IMG-20250408-WA0090

Banyuwangi – Puluhan pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi, dites urine. Ponsel milik mereka juga diperiksa, Kamis (5/12/24).

Pemeriksaan dipantau langsung oleh Kalapas Banyuwangi, Agus Wahono. Satu persatu ponsel milik petugas, diteliti secara cermat untuk mendeteksi aplikasi maupun aktivitas yang mengarah dengan praktik judi online (judol).

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh pegawai di Lapas Banyuwangi bersih dan terbebas dari aktivitas judi online,” ujar Agus.

Menurut Agus, inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan ini dalam rangka mendukung upaya pemerintah memberantas judol di kalangan aparatur pegawai nasional (ASN).

“Judol tidak memberikan dampak positif. Jika tidak dicegah, maka akan berdampak pada keamanan dan ketertiban di Lapas Banyuwangi,” ungkapnya.

Agus menegaskan pemeriksaan ponsel akan dilakukan secara berkala. Ia tidak akan memberi toleransi bagi pegawai yang kedapatan memiliki aplikasi ataupun jejak aktivitas judol di perangkat pribadi mereka.

“Sebagai bentuk komitmen kami dalam mencegah dan memberantas judi online, maka akan ada sanksi tegas terhadap siapapun yang terlibat,” tegasnya.

Kalapas Banyuwangi juga memantau langsung pemeriksaan urine terhadap 78 pegawai. Keseluruhannya menunjukkan hasil negatif.

“Hasil negatif ini menandakan pegawai kami tidak ada yang bermain dengan obat-obatan terlarang maupun narkoba,” ujarnya.

Agus menjelaskan, tes urine ini sebagai upaya deteksi dini dalam mendukung program pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN).

Menurut Agus, berbagai upaya terus dilakukan untuk mencegah peredaran gelap narkoba. Mulai dari penguatan pengawasan dan pemeriksaan setiap orang maupun barang yang masuk ke dalam Lapas, hingga menggelar razia secara rutin ke tiap-tiap kamar hunian warga binaan.

“Tes urine secara rutin juga dilakukan terhadap warga binaan untuk memastikan tidak ada yang mengkonsumsi narkoba,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Agus, peningkatan intelijen melalui sinergi dengan aparat penegak hukum (APH) lain terus ditingkatkan untuk mencegah dan mengantisipasi berbagai upaya penyelundupan narkoba ke dalam Lapas.

Untuk itu, Agus menghimbau kepada seluruh pegawai, warga binaan, maupun masyarakat untuk tidak menyelundupkan barang terlarang tersebut ke dalam Lapas.

“Jika ada yang terbukti memasukkan narkoba maupun obat-obatan terlarang lainnya, akan kami serahkan kepada pihak yang berwajib untuk diproses hukum,” pungkasnya. (mam)

1744129950993