BONDOWOSO – Bupati Bondowoso KH. Abdul Hamid Wahid menegaskan bahwa jabatan merupakan amanah, tanggung jawab, dan ruang pengabdian, bukan sarana kepentingan pribadi.
Hal itu disampaikan saat pelantikan dan pengambilan sumpah 11 pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso.
Selain JPTP, ratusan eslon III juga dilantik dan diambil sumpahnya di Pendopo Raden Bagus Asra,Kamis 29/01/2026.
Bupati menekankan bahwa setiap pejabat dituntut bekerja profesional, berintegritas, dan mengedepankan kolaborasi.
Menurutnya, seluruh kebijakan dan keputusan harus berorientasi pada kepentingan masyarakat serta berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Jabatan itu amanah. Bukan sekadar posisi, tetapi tanggung jawab dan ruang pengabdian. Karena itu harus dijalankan secara profesional, berintegritas, dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” ungkap Abdul Hamid Wahid.
Adapun pejabat yang dilantik antara lain Agus Winarno sebagai Sekretaris DPRD Bondowoso, dr. Mohammad Jasin sebagai Kepala Dinas Kesehatan, Dwi Wahyudi sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Kristianto Putro Prasojo sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso.
Selain itu Bupati juga melantik Henry Kurniawan sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Puspo Pranoto sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Hergiar Yuli Pramanto sebagai Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag), serta Gede Budiawan sebagai Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora).
Semantaea itu, I Wayan Wisesa dilantik sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Ansori sebagai Kepala Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Bina Konstruksi (BSBK), serta Diana Nurbayanti sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia.
Bupati menegaskan bahwa kinerja para pejabat akan terus dipantau secara berkala. Evaluasi dilakukan untuk memastikan amanah jabatan dijalankan dengan baik dan tidak disalahgunakan.
“Amanah ini harus dijaga. Jangan sewenang-wenang dalam menggunakan kewenangan. Evaluasi akan terus dilakukan secara objektif,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Abdul Hamid Wahid menyampaikan optimisme terhadap masa depan Bondowoso.










