Beranda Peristiwa Nyaris Terbunuh Lurah Panataban Banyuwangi Shock

Nyaris Terbunuh Lurah Panataban Banyuwangi Shock

IMG-20250408-WA0090

BANYUWANGI – Lurah Penataban Kecamatan Giri Banyuwangi mengalami shock, setelah berhasil di temukan nyaris tenggelam di dalam sungai sere di kawasan Kecamatan Bangorejo Banyuwangi dalam kondisi kedua tangan dan kakinya terikat.
Lurah Penataban tersebut seorang perempuan bernama Sri Wilujeng beralamatkan di Kelurahan Sobo Kecamatan Banyuwangi kota. Dia menjadi korban percobaan pembunuhan dan tubuhnya di temukan warga mengapung di sungai Sere di Dusun Sendangrejo RT 02 RW 02 Desa Kebondalem Kecamatan Bangorejo.
Selain kedua tangan dan kakinya terikat, kepalanya juga ditutup tas plastic hitam.
Kapolsek Bangorejo Banyuwangi, AKP Watiyo mengatakan, tubuh korban di temukan warga pada selasa malam (31/7) sekira pukul 22.00 Wib dalam kondisi lemas.
“Pertama kali di temukan, korban masih memakai pakaian dinas berupa kebaya hitam dan sarung motif gajah uling, yang merupakan salah satu motif batik khas Banyuwangi,” ungkap Kapolsek.
Kapolsek menceritakan, awalnya warga setempat mendengar ada suara minta tolong dari arah sungai Sere yang memiliki kedalaman 2 meter lebih tersebut. Setelah di amati hingga beberapa menit, rupanya mereka memastikan bahwa itu adalah suara orang meminta tolong.
“Lalu sejumlah warga mengevakuasi tubuh korban ke pinggir sungai lalu di larikan ke Puskesmas Kebondalem Kecamatan Bangorejo guna di lakukan penanganan medis,” tuturnya.
Kapolsek menjelaskan, di duga, Lurah Penataban tersebut menjadi korban percobaan pembunuhan yang di lakukan oleh 2 orang laki laki yang di duga sebagai oknum wartawan media mingguan dan LSM.
“Identitas kedua oknum tersebut sudah di kantongi pihak kepolisian berinisial AS dan SJ, yang hingga kini masih dalam pengejaran,” kata Kapolsek.
Sekaligus menggali informasi dari korban, mengenai motif dari aksi sadis yang di lakukan mereka.
Sementara itu, Kapolsek juga telah memintai keterangan korban yang menyatakan bahwa sebelumnya korban di jemput oleh kedua pelaku di kantor Kelurahan Penataban tersebut menumpang mobil, dengan alasan untuk menemui Gus Makki di Pondok Pesantren Blok Agung Kecamatan Tegalsari karena untuk memberikan sejumlah uang yang penggunaannya belum jelas.
“Sedangkan Gus Makki yang di maksud kemungkinan adalah Ketua PCNU Banyuwangi yang di catut namanya oleh para pelaku,” tutur Kapolsek.
Mereka bertiga pun menumpang mobil menuju ke arah Banyuwangi selatan hingga ke perbatasan Kabupaten Jember. Setelah itu berbelok lagi ke timur, namun bukannya ke arah pondok pesantren yang di maksud. Malah korban di aniaya di dalam mobil menggunakan palu dan pistol hingga mengalami luka lebam di kepala dan dadanya.
“Mengira korban sudah meninggal dunia, kedua pelaku itupun membuang tubuh korban ke sungai yang disekitarnya dalam kondisi gelap,” pungkas Kapolsek.
Sementara itu, setelah mendapat perawatan, korban di jemput oleh keluarganya didampingi Kapolsek Giri Banyuwangi AKP Jodana Gunadi pada Rabu dini hari (1/8) sekira pukul 01.00 Wib.
Dari informasi dilapangan, sebelumnya korban sudah mengenal kedua pelaku. Bahkan, pelaku beirnisal AS pernah meminjam uang senilai Rp 40 juta kepada korban dengan di buktikan selembar kwitansi. Sementara pada saat kejadian, korban di minta membawa uang tunai Rp 60 juta untuk di berikan kepada Gus Makki, yang namanya dicatut oleh kedua pelaku tersebut.
Dan kini, uang Rp 60 juta beserta kwitansi peminjaman uang pelaku AS juga sejumlah surat surat penting yang ada di dalam tas korban di bawa kabur para pelaku.

1744129950993

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini